Lagu AI “Heart on My Sleeve” Diajukan untuk Grammy Awards

by | Sep 7, 2023

Drake | Hiburan | Kecerdasan Buatan | Musik | The Weeknd

FOMOMEDIA – Lagu AI Heart on My Sleeve yang dilantunkan Drake dan The Weeknd palsu diajukan buat Grammy Awards. Memang boleh se-AI itu?

April lalu, lagu berjudul “Heart on My Sleeve” sempat viral. Lagu ini dinyanyikan dengan suara Drake dan The Weeknd. Kendati begitu, dua penyanyi itu tak ada hubungannya dengan lagu ini. Suara mereka dalam lagu ini dihasilkan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ghostwriter, komposer di balik “Heart on My Sleeve”, kini mengajukan lagu ini untuk penghargaan yang didambakan oleh para musisi, yakni Grammy Awards.

Dalam wawancara dengan The New York Times, CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., mengatakan bahwa “Heart on My Sleeve” memenuhi syarat karena lagu ini tetap ditulis oleh manusia.

Pasalnya, meski dinyanyikan dengan vokal bikinan AI, lirik dan melodi lagu duet ini ditulis oleh Ghostwriter.

Pakai AI Boleh, tapi Penghargaannya buat Manusia

Untuk merespons perkembangan AI yang telah banyak memengaruhi produksi musik, Grammy telah menetapkan aturan baru.

“Kami tidak akan memberikan nominasi atau penghargaan kepada AI komputer atau seseorang yang hanya membuat prompt AI.” kata Mason. “Itu pembedaan yang coba kami buat. Ini penghargaan untuk manusia, penghargaan untuk menyoroti pencapaian yang dipacu kreativitas manusia.”

“Karya yang tak mengandung kepengarangan manusia tidak memenuhi syarat kategori apa pun,” katanya. Tetapi menggunakan bantuan AI tidak sepenuhnya terlarang.

“Selama ada lebih dari porsi minimum keterlibatan manusia dalam bagian kreativitas yang dievaluasi untuk nominasi, maka masih akan dipertimbangkan untuk nominasi. Jadi kalau Anda punya rekaman rap di mana ada delapan bar rap AI, tapi sisa lagunya nya adalah rap manusia dan ada chorus manusia, itu masih akan memenuhi syarat untuk penghargaan penyanyi. Tak akan ada penghargaan untuk AI yang membuat karya, tentu saja,” tambah sosok 55 tahun tersebut.

The Beatles Jadi Contoh

Mason memberi ilustrasi dengan kasus Paul McCartney yang membersihkan trek vokal lama John Lennon dengan teknologi komputer di lagu terakhir Beatles. Jika tiga atau empat anggota the Beatles bernyanyi dalam sebuah lagu, dan salah satu suara [telah dijernihkan dengan] AI, itu tetap dianggap sah sebagai penampilan manusia. Sebab, peran manusianya jauh lebih besar dari ketentuan minimum.

Harvey Mason Jr. (Foto: Billboard)

“Apa yang ingin kami katakan adalah material yag menggunakan AI bisa diajukan [untuk penghargaan], tapi porsi manusia dalam komposisi atau penampilan adalah satu-satunya yang akan diberi penghargaan, atau dipertimbangkan oleh Grammy Awards,” tegas Mason.

“Jadi kalau AI atau aplikasi membuat trek lagu—menulis lirik sekaligus melodi—itu tak akan memenuhi syarat untuk penghargaan komposisi. Tapi kalau manusia menulis trek lagu dan AI dipakai untuk model suara, atau menciptakan suara baru, atau menggunakan suara orang lain, penyanyinya tak memenuhi syarat [untuk penghargaan], tapi penulis trek dan liriknya akan sepenuhnya memenuhi syarat untuk penghargaan.”

Representatif dari Ghostwriter mengonfirmasi bahwa “Heart on My Sleeve” diajukan untuk best rap song dan song of the year. Ia memang mengincar penghargaan yang diberikan pada penulis lagu.

Lolos Syarat Kreatif, Terbentur Syarat Lain

Kendati trek “Heart on My Sleeve” dianggap memenuhi syarat dari sudut pandang kreatif, ada syarat lain yang masih menjauhkan Ghostwriter dari penghargaan ini.

Grammy mensyaratkan lagu untuk memiliki “generation distribution”. Artinya, rekaman dirilis secara luas, tersedia secara nasional via toko-toko fisik, dan pihak ketiga berupa ritel daring atau layanan streaming.

The Weeknd (kiri) bersama Drake. (Foto: blogTO)

Masalahnya, meski “Heart on My Sleeve” muncul di YouTube dan layanan streaming lain, lagu ini hilang kena take-down atas permintaan Universal Music. Sejak itu, lagu “Heart on My Sleeve” yang beredar di internet adalah unggahan pihak ketiga yang tidak resmi.

Masalah hak cipta dari suara vokal masih menjadi masalah berat untuk menentukan kelayakan komersial lagu ini. Representasi dari Drake maupun The Weeknd pun tidak memberi tanggapan, saat diminta komentar oleh Variety.

Variety mendapat pengakuan dari Mason, bahwa dia sudah berbicara dengan Ghostwriter. Mason menyebut komposer itu “sangat menantikan” dan “kreatif”.

“Dari perspektif saya, ini merupakan latihan baginya untuk mencoba dan membangun dialog dan menciptakan semacam kesadaran akan berbagai kemungkinan dan apa yang akan menjadi masalah,” kta Mason pada bulan Juli.

“Aku benci membuat pernyataan untuk mewakilinya, tapi perasaanku bilang ia benar-benar paham apa yang ia lakukan. Ia tahu ini akan jadi kontroversi,” pungkasnya.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments