Kunjungan Joe Biden Ke Timur Tengah Dianggap Sia-sia

by | Oct 20, 2023

Internasional | Israel | Joe Biden | Palestina | Politik
Joe Biden ke Israel

FOMOMEDIA – Kunjungan Joe Biden ke Israel dianggap tidak memberikan pengaruh signifikan. Kini, wacana serangan jalur darat Israel justru malah makin mencuat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan kunjungan ke Israel pada Rabu (18/10/2023) lalu. Dalam kunjungannya itu, Biden disambut oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Kedua pemimpin negara tersebut membahas deeskalasi peperangan. Apalagi, kunjungan Biden ke Israel dilakukan usai terjadinya ledakan di rumah sakit di Gaza akibat serangan rudal pada Selasa (17/10/2023).

Biden pun jadi salah satu presiden yang dianggap mampu menghentikan konflik antara Hamas dan Israel. Jika tidak ada gencatan senjata, ribuan korban dari kedua belah pihak akan terus bertambah. Pun, krisis kemanusiaan di wilayah Gaza akan semakin memburuk.

Bahkan, sebelum berangkat ke Israel, ratusan pakar hukum dari  beberapa fakultas hukum paling bergengsi di Amerika Serikat mengirimkan surat desakan kepada Presiden Joe Biden untuk mengupayakan gencatan senjata.

Kini, Biden diketahui telah meninggalkan Israel. Menurut laporan The Guardian, Biden telah mendiskusikan dengan Netanyahu terkait opsi lain selain invasi penuh ke Gaza.

Invasi Darat Besar-besaran

Sejak serangan pasukan militan Palestina pada Sabtu lalu (7/10/2023), militer Israel tak henti-hentinya membombardir Gaza. Bahkan, Israel telah mengepung perbatasan Gaza dan siap melancarkan serangan. Salah satu opsi yang akan terjadi yakni adanya invasi darat secara besar-besaran untuk menyerang Hamas.

Netanyahu pun tak main-main dalam berperang melawan Hamas. Bahkan, ia bersama Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengunjungi pasukan di perbatasan Gaza pada Kamis (19/10/2023) kemarin. Dua pejabat itu pun menjanjikan kemenangan bagi negaranya.

“Anda sekarang melihat Gaza dari kejauhan, Anda akan segera melihatnya dari dalam. Perintahnya akan datang. Kami akan bertindak tepat dan kuat, dan kami akan terus maju sampai kami memenuhi misi kami,” kata Gallant, dikutip dari The Guardian.

Invasi darat secara besar-besaran jadi opsi serangan yang akan dilakukan oleh Israel. Setidaknya serangan tersebut akan memakai kekuatan 300 ribu tentara yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Gaza.

Joe Biden Tak Berdaya

Biden yang meninggalkan Israel pun terlihat tak berdaya. Apalagi, opsi serangan besar-besar jalur darat itu pun semakin menguat. 

“Kami sudah berdiskusi panjang mengenai hal itu dan alternatif apa yang ada. Militer kami sedang berbicara dengan militer mereka tentang alternatif yang ada,” ujar Biden.

Baca juga:

Tanggapan Biden tersebut muncul usai juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Richard Hecht, mengatakan akan mempersiapkan perang selanjutnya. Bahkan, ia belum mengetahui secara pasti serangan apa yang akan dilakukan. Opsi jalur darat hanyalah salah satu di antaranya.

Opsi serangan balasan yang terus-terusan dilakukan Israel tersebut dianggap akan semakin menimbulkan parahnya krisis kemanusiaan. Meski sudah didesak oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, nampaknya Israel tetap kukuh akan membubarkan Hamas.

Gelombang Protes di AS

Sebuah postingan di X bernama akun @DrLoupis sempat membikit ramai warganet. Akun tersebut menunjukkan adanya spanduk berukuran besar yang terpasang di sebuah gedung di Kota New York, AS. Dalam spanduk bertuliskan: “Israel mengebom rumah sakit, Biden yang membayarnya“.

Foto yang diunggah pada 18 Oktober 2023 itu mendapatkan atensi. Tak sedikit masyarakat di Negeri Paman Sam yang ingin supaya konflik Hamas dan Israel segera diakhiri. Pasalnya, berbagai korban dari masyarakat sipil dan anak-anak di Gaza akan terus bertambah.

Sementara itu, pada Kamis (19/10/2023) kemarin, ratusan orang melakukan demonstrasi di luar Gedung Capitol. Dalam aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen, termasuk aktivis Yahudi sayap kiri yang menentang terjadinya pemboman dan blokade Israel terhadap Gaza.

Akibat berbagai protes di AS tersebut, kepolisian harus turun tangan mengamankan ratusan demonstran. Mereka ditangkap lantaran dianggap melakukan pembangkangan sipil.

Dalam aksi protes, para demonstran di AS juga tak lupa membawa bendera Palestina. Mereka meneriakan dukungan terhadap masyarakat yang menjadi korban kekejaman Israel. 

“Berapa lama AS akan terus menutup-nutupi kejahatan Israel dan membayarnya? Saya pikir apa yang dilakukan Biden sungguh mengerikan. Dia memberikan kedok atas pemboman Israel dan pembunuhan ribuan warga sipil,” kata Medea Benjamin, seorang aktivis Code Pink, sebuah kelompok perempuan pro-perdamaian.

Lantas, dengan adanya kunjungan Biden ke Timur Tengah itu, akankah menimbulkan efek perubahan signifikan bagi krisis kemanusiaan? Kita nantikan saja.

Penulis: Sunardi

Editor: Elin

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments