Krisis Kemanusiaan RD Kongo: 7 Juta Orang Terusir Akibat Perang Saudara

by | Nov 6, 2023

Internasional | Kongo | Krisis kemanusiaan | Politik

FOMOMEDIA – Konflik antara pemerintah Republik Demokratik Kongo dan pemberontak M23 telah berlangsung sejak 2012, tetapi belum berakhir hingga saat ini.

Krisis kemanusiaan sedang melanda Republik Demokratik Kongo (selanjutnya ditulis Kongo). Setidaknya ada tujuh juta orang terusir dari rumahnya akibat eskalasi pertempuran yang sudah berlangsung selama satu dekade terakhir.

Negara yang berada di Afrika bagian tengah tersebut sedang dilanda konflik internal. Kelompok milisi pemberontak Mouvement du 23 Mars (Gerakan 23 Maret atau M23) diketahui masih melancarkan serangan kepada pemerintahan resmi Kongo.

Menurut laporan Peoples Dispatch, milisi M23 tersebut telah diakui secara internasional mendapat dukungan dari Rwanda.

Di negara yang memiliki luas 2,3 juta kilometer persegi tersebut, tak hanya M23 saja yang jadi musuh negara. Setidaknya ada 100 kelompok bersenjata yang beroperasi di negara tersebut.

Kini, tujuh juta pengungsi tersebut telah tersebar ke beberapa wilayah dan provinsi yang ada di Kongo. Menurut International Organization for Migration’s Displacement Tracking Matrix (DTM), 2,3 juta orang telah mengungsi ke Kivu Utara, 1,6 juta orang ke Ituri, 1,3 juta ke Kivu Selatan, dan lebih dari 350.000 orang ke provinsi Tanganyika. 

“Ketika situasi keamanan, khususnya di Kivu Utara dan Ituri, terus memburuk, pergerakan menjadi lebih sering terjadi dan kebutuhan kemanusiaan meningkat,” kata Fabien Sambussy, kepala misi International Organization for Migration di Kongo, dikutip dari Peoples Dispatch.

“Eskalasi konflik yang terjadi baru-baru ini telah membuat lebih banyak orang terpaksa mengungsi dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kita harus segera memberikan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan,” lanjutnya.

Pengaruhi Kesehatan

Selain menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, para pengungsi dihadapkan pada berbagai masalah baru. Salah satunya adalah kesehatan.

Sejak orang-orang mengungsi, malanutrisi jadi pemandangan lazim. Akibatnya, para pengungsi di Kongo memiliki tingkat kesehatan yang memburuk. 

Buruknya tingkat kesehatan tersebut bisa dilihat dari meningkatnya jumlah kasus kolera. Tingkat kematian yang ada di wilayah Afrika Barat dan Tengah menjadi salah satu paling tinggi. Kongo, seperti yang dilaporkan UNICEF, telah menyumbang hampir 80 persen penularan penyakit dan 60 persen tingkat kematian.

Melanggar Gencatan Senjata

Pertempuran antara M23 dan angkatan bersenjata Kongo masih berlangsung hingga saat ini. Konflik yang bermula pada 2012 itu belum juga berakhir.

Padahal, upaya gencatan senjata telah dilakukan sejak tahun 2022 lalu. Pada 23 Desember 2023 lalu, seharusnya M23 telah menarik diri dari wilayah Nyiragongo. Wilayah tersebut pun diserahkan kepada Pasukan Regional Komunitas Afrika Timur (East African Community Regional Force/EACRF) yang dipimpin Kenya.

Namun, gencatan senjata yang ditengahi oleh Kenya tersebut dilanggar, aik oleh M23 maupun angkatan bersenjata Kongo. Akhirnya pertempuran pun pecah kembali. 

Dalam sebuah pernyataan, EACRF mengatakan bahwa gencatan senjata antara M23 dan angkatan bersenjata Kongo yang ditetapkan dalam misi perdamaian Luanda telah dilanggar berkali-kali. Bahkan, seorang penjaga perdamaian Kenya harus kehilangan nyawa.

Sementara itu, pada 24 Oktober 2023 lalu, pemerintah Kongo telah menuduh Rwanda di balik serangan yang dilakukan oleh M23. Dalam serangan itu, pemerintah Kongo menyatakan sekitar 50 warga sipil terbunuh. Dua hari setelah itu, M23 langsung melancarkan serangan di kota Bambo di Kivu Utara. 

Sejak gencatan senjata dilanggar, pemerintah Kongo menginginkan supaya EACRF menarik diri. Kini, Kongo sedang membutuhkan bantuan pasukan dari beberapa negara yang menjadi sekutunya. Mulai dari Afrika Selatan, Malawi, dan Tanzania telah mengumumkan akan mengirimkan pasukan untuk memberantas M23.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments