Keren, Petani Afrika Barat Bisa Bercocok Tanam di Gurun

by | Aug 31, 2023

Afrika Barat | Internasional | Pertanian | Sahel | Sorgum | Teknologi

FOMOMEDIA – Para petani di Sahel telah membuktikan bisa bercocok tanam di gurun. Mereka pun mampu bertahan hidup dan terhindar dari krisis pangan.

Cerdik. Mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menyebut para petani yang hidup di kawasan Sahel, Afrika Barat. Meski hidup di lingkungan dengan tingkat curah hujan rendah, mereka mampu memutar otak untuk bisa bercocok tanam di gurun.

Sebagian orang mungkin akan berpikir hal tersebut mustahil. Namun, para petani di daerah perbatasan antara negara-negara di Afrika Barat dengan Sahara itu punya siasat tersendiri.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @Solocuriosos_1 menunjukkan bahwa gurun bisa dihijaukan. Para petani di kawasan Sahel menggali lubang berbentuk bulan sabit untuk tampungan dan resapan air.

“Di Sahel Barat, para petani memulihkan lahan terdegradasi dan mencegah penggurunan dengan menggali lubang berbentuk setengah bulan. Teknik itu juga disebut ‘zai pits’, lubang ini menampung air hujan yang langka dan mengarahkannya ke tanaman yang sedang tumbuh, membantu menghijaukan kembali tepian Sahara selatan,” tulis akun Twitter @Rainmaker1973.

Dalam video berdurasi 18 detik itu terlihat antusiasme para petani. Lubang hasil galian itu pun terlihat mampu menampung air setelah hujan. Bahkan, lubang berbentuk setengah lingkaran itu mulai hijau ditumbuhi tanaman.

Teknik Zai Cocok Hadapi Kekeringan

Seperti yang dikatakan oleh @Rainmaker1973, para petani di Sahel memakai teknik zai. Menurut para ahli, teknik tersebut digunakan untuk menghadapi kekeringan.

Menurut laporan Reuters, para petani di Sahel banyak yang menanam sorgum sebagai bahan makanan pokok mereka. Tanaman yang bisa hidup di wilayah kurang hujan itu membutuhkan waktu lima sampai tujuh bulan untuk bisa dipanen.

Dalam menggunakan teknik zai itu, para petani kemudian memberikan campuran kompos dan pupuk kandang. Ketika musim penghujan tiba, para petani akan menanam benih sorgum.

Para petani yang belajar menggunakan teknik itu pun akhirnya bisa bertahan dari krisis pangan. Pasalnya, sebelum penggunaan teknik tersebut, wilayah Sahel menghadapi masalah krisis pangan dan kekeringan.

Teknik yang terus diterapkan hingga kini, masyarakat Sahel tetap bisa mencukupi kebutuhan pangannya. Mereka berhasil mengubah gurun sebagai lahan pertanian yang hijau.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments