Kematian Anjing Tertua di Dunia Diselidiki, Diduga Ada Pencurian Umur

by | Oct 30, 2023

Anjing | Berita Unik | Hewan | Internasional | Rekor Dunia

FOMOMEDIA – Anjing yang mati di usia 31 tahun dinobatkan sebagai tertua di dunia. Namun, klaim itu tengah diselidiki lantaran muncul keraguan dari beberapa dokter.

Kematian Bobi, anjing tertua di dunia, kembali diselidiki. Penyelidikan tersebut dilakukan lantaran sejauh ini belum ada anjing yang bertahan hingga tiga dekade lebih.

Menurut laporan The Guardian, sejak kematian Bobi pada Sabtu (21/10/2023) lalu, telah muncul berbagai rasa kagum. Namun, rasa kagum itu tak bertahan lama usai muncul skeptisisme dari para dokter hewan. Mereka bertanya-tanya, apakah secara biologis seekor anjing bisa hidup setara dengan 200 tahun manusia?

Dari munculnya rasa skeptisisme itu, Guinness World Records selaku lembaga pemberi rekor kini melakukan penyelidikan lagi. Usia Bobi, yang diklaim 31 tahun 165 hari itu, tengah diselidiki kebenarannya.

“Kami menyadari pertanyaan seputar usia Bobi dan sedang menyelidikinya,” kata juru bicara Guinness World Records, dikutip dari The Guardian.

Sejak kematiannya, Bobi si anjing menjadi sorotan di Portugal. Bahkan, tak sedikit media yang ikut memberikan perspektif mengenai Bobi, termasuk menyebarkan foto Bobi pada 1999. Menariknya, dalam foto tersebut ada perbedaan warna pada bagian kaki.

Keraguan lainnya muncul dari para dokter hewan usai menyatakan bahwa klaim usia hewan di database nasional bisa dilakukan secara mandiri oleh pemilik.

“Tidak ada satu pun rekan dokter hewan saya yang percaya bahwa Bobi sebenarnya berusia 31 tahun,” kata Danny Chambers, seorang dokter hewan dan anggota dewan Royal College of Veterinary Surgeons (badan pengatur ahli bedah hewan di Britania Raya).

“Ini setara dengan manusia yang hidup hingga usia lebih dari 200 tahun. Mengingat kemampuan medis kita saat ini, sangatlah tidak masuk akal. Klaim yang luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa dan tidak ada bukti nyata yang diberikan untuk membuktikan usianya,” lanjutnya.

Perlu Bukti Nyata

Guinness Book of Records ditantang oleh para dokter hewan untuk membuktikan bahwa usia Bobi benar-benar lebih dari tiga dekade. Menurut Chambers, lembaga tersebut perlu memberikan bukti konkret yang dipublikasi.

Meski Bobi dianggap bertahan hidup lebih lama lantaran gizi makanan hingga lingkungan yang damai, hal itu tidak bisa menjadi patokan semata. Dalam praktiknya, kata Chambers, ia sering melihat para anjing yang mendapatkan lingkungan semacam itu justru memiliki kelebihan berat badan, sehingga risiko kematiannya pun semakin tinggi.

Selain itu, para dokter hewan lainnya mengungkapkan bahwa banyak pemilik anjing yang tidak yakin dengan usia pasti peliharaannya. Apalagi, dalam beberapa kasus, tak sedikit orang tua yang mengganti peliharaan anaknya ketika mati dengan peliharaan baru.

Namun, menurut pemilik Bobi sendiri, keluarga Costa, anjing tersebut memiliki gen yang baik dengan garis keturunannya. Induk Bobi diklaim pernah hidup hingga usia 18 tahun. Sementara, anjing lainnya di keluarga Costa ada yang mati di usia 22 tahun.

Kini, penyelidikan sedang dilakukan oleh Guinness World Records tentang kebenaran usia Bobi. Mari kita nantikan hasilnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] ingatkah dengan sosok anjing bernama Bobi? Ya, dia dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai anjing tertua di dunia yang pernah […]

[…] pencurian kembali terjadi di kendaraan umum bus antarprovinsi. Kali ini, kasus terjadi di sebuah perjalanan bus Rosalia Indah, Selasa […]