SETARA Institute: Kebebasan Berpendapat Turun Jelang 1 Dekade Era Jokowi

by | Dec 11, 2023

Demokrasi | Joko Widodo | Kebebasan Berpendapat | Politik

FOMOMEDIASETARA Institute merilis laporan bahwa menjelang masa pemeritahan Jokowi berakhir kebebasan berpendapat turun.

Pemilihan umum akan digelar pada 14 Februari 2024. Pesta demokrasi setiap lima tahunan tersebut akan menentukan sosok presiden dan wakil presiden berikutnya. Sayangnya, menjelang pemilihan tersebut, demokrasi Indonesia harus dicederai dengan merosotnya indeks kebebasan berpendapat.

SETARA Institute berkolaborasi dengan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) mengungkapkan bahwa kebebasan berekspresi dan berpendapat dalam indeks hak asasi manusia (HAM) mengalami penurunan selama lima tahun terakhir. Rapor buruk pun harus diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa pemerintahannya di periode kedua ini.

“Kalau dibandingkan dengan akhir periode pertama Jokowi yang mencapai 1,9 atau tidak pernah capai angka dua, dan angka itu selalu turun terus-menerus,” kata peneliti SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah, dikutip dari Antara News.

Memakai Cara Halus

Menurut Insiyah, saat ini negara berusaha membungkam kebebasan berekspresi dan berpendapat dengan cara yang lebih halus. Ia pun mengatakan bahwa berdasarkan data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mulai dari 2006 hingga 2023, kriminalisasi terhadap jurnalis paling banyak ditemukan pada era pemerintahan Jokowi.

Berdasarkan data dari AJI, Insiyah mengatakan terdapat 84 kasus represif terhadap para jurnalis pada 2020. Sementara, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono jumlah kasus tidak pernah mencapai 80.

Insiyah pun mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab rendahnya angka kebebasan berpendapat. Salah satunya yakni kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang memperjuangkan haknya. Selain itu, terjadi juga kasus pembatalan diskusi yang dilakukan oleh pihak kampus menjadi faktor tersendiri.

“Kita tahu bahwa beberapa diskusi-diskusi yang diadakan oleh masyarakat atau teman-teman mahasiswa di lingkungan kampus kemudian dibatalkan secara sepihak oleh pihak kampus atau rektorat,” ujar Insiyah.

Baca juga:

HAM sebagai Tolok Ukur

Dalam melakukan riset terkait indeks kebebasan berpendapat tersebut, SETARA Institute dan INFID menggunakan disiplin HAM sebagai salah satu tolok ukur.

Halili Hasan, Direktur Eksekutif SETARA Institute, menyebut dalam hasil riset lembaganya, saat ini indeks HAM di Indonesia berada di skor 3,2. Skor tersebut menggunakan skala Likert dengan rentang 1 hingga 7, yakni 1 untuk paling buruk dan 7 paling bagus. 

“Penilaian ini menggunakan triangulasi sumber dan expert judgement sebagai instrumen justifikasi temuan studi,” kata Halili, dikutip dari Tempo.

Menurut Halili, indeks HAM 2023 turun 0,1 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada pada skor 3,3. Dalam melakukan penilaian itu mengacu pada enam indikator hak sipil dan politik serta lima indikator yang mengacu pada variabel hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Pernyataan Halili tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Stagnasi HAM Menjelang Satu Dekade Jokowi”, di Hotel Akmani, Jakarta, Minggu (10/11/2023). Halili menyampaikan bahwa data riset lembaganya itu dikumpulkan dari laporan pemerintah, laporan masyarakat sipil, kemudian barulah diolah menggunakan masing-masing variabel dan indikator.

Dari seluruh indikator yang dinilai, kata Halili, jaminan kebebasan berekspresi dan berpendapat adalah paling buruk selama kepemimpinan Jokowi. 

“Skor indikator kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat selalu menjadi indikator dengan skor paling rendah di tiap tahunnya, bahkan selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun, termasuk di tahun ini yang mengalami deklinasi atau penurunan tajam skor sebesar -0,6 dibanding pada Indeks HAM 2019,” ucap Halili.

Dengan catatan itu, citra Jokowi semakin buruk. Alih-alih memperbaiki demokrasi menjelang Pilpres 2024, Jokowi justru dianggap semakin memiliki rapor buruk selama menjadi presiden.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] SETARA Institute: Kebebasan Berpendapat Turun Jelang 1 Dekade Era Jokowi […]