Kasus Konspirasi Kriminal: Donald Trump Segera Serahkan Diri untuk Disidang

by | Aug 22, 2023

Amerika Serikat | Donald Trump | Internasional | Politik

FOMOMEDIA – Donald Trump bersama 18 terdakwa lain diminta untuk menyerahkan diri pada otoritas penegak hukum negara bagian Georgia, Jumat (25/8/2023).

Mantan Presiden Donald John Trump atau akrab disapa Donald Trump berencana akan menyerahkan diri ke otoritas Fulton, Georgia, Amerika Serikat (AS). Rencana menyerahkan diri Trump tersebut untuk menghadapi dakwaan yang menuduhnya melakukan tindakan ilegal usai Pemilu 2020.

Presiden ke-45 AS itu telah dituduh melakukan rencana ilegal untuk membatalkan kekalahannya dari Joe Biden. Dalam kasus tersebut, terdapat uang jaminan sebesar 200 ribu dolar atau setara Rp3 miliar untuk mendatangkan Trump ke dalam sel tahanan.

“Bisakah kamu mempercayainya? Saya akan pergi ke Atlanta, Georgia, pada hari Kamis [24/8/2023] untuk ditangkap,” kata Trump, dikutip dari The Guardian.

Penyerahan diri Trump tersebut juga diamini oleh kantor sheriff wilayah Fulton. Mereka mengatakan akan ada penjagaan ketat di area sekitar penjara utama wilayah itu.

Kejahatan Terorganisir Donald Trump

Dalam kasus penyerahan diri Trump kali ini, ia mendapatkan 13 dakwaan dari pengadilan. Dari total tersebut, mayoritas dakwaan kepada Trump merupakan bentuk konspirasi kriminal. Tak hanya itu saja, Trump juga didakwa telah melakukan pelanggaran Undang-Undang RICO Georgia yang digunakan untuk melawan kejahatan terorganisir.

Sementara itu, dalam sebuah dokumen jaminan penyerahan Trump yang dirilis oleh Kejaksaan Fulton, disebutkan bahwa Trump tidak boleh melakukan komunikasi dengan cara apa pun. Baik secara langsung atau tidak langsung, Trump dilarang membicarakan fakta kasus tersebut kecuali dengan penasihat hukumnya.

Menyitat laporan The Guardian, jaksa wilayah Fulton Fani Willis memberikan batas waktu hingga Jumat (25/8/2023) siang bagi Trump dan 18 terdakwa lainnya untuk menyerahkan diri. Batas itu ditentukan supaya pengadilan secara kolektif bisa digelar mulai 5 September 2023.

Adapun terdakwa lainnya yang harus menyerahkan diri seperti mantan wali kota New York dan calon presiden dari Partai Republik, Rudy Giuliani.

Dengan adanya penyerahan diri terhadap Trump, maka ia dipastikan tidak akan menghadiri debat pertama calon presiden 2024 AS pada Rabu (23/8/2023) besok.

Ancaman Terhadap Dewan Juri

Semenjak penetapan dakwaan terhadap Trump dan 18 terdakwa lainnya, para anggota dewan juri yang menetapkan dakwaan kini mendapatkan ancaman. Para penegak hukum negara bagian Georgia pun mengintensifkan penyelidikan dan pengamanan.

Salah satu ancaman yang dialami oleh anggota dewan juri yakni informasi pribadi mereka disebarkan di berbagai platform.

“Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan berkoordinasi dengan mitra penegak hukum kami untuk merespons dengan cepat setiap ancaman yang dapat dipercaya dan untuk memastikan keselamatan individu yang menjalankan tugas sipil mereka,” kata keterangan dari kantor sheriff darah Fulton.

Dalam laporan The Guardian, Media Matters sebagai organisasi berhaluan kiri melacak berbagai media yang melakukan penyebaran informasi pribadi para dewan juri. Penyebaran tersebut mulai dari nama, alamat, akun media sosial, dan informasi lainnya yang diposting oleh sebuah forum internet sayap kanan.

Kini, para penegak hukum negara bagian Georgia sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencari siapa dalang di balik doxxing itu.

Lalu, akankah Trump benar-benar menyerahkan diri? Mari kita tunggu saja beberapa hari ke depan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments