Kaesang Jadi Ketum PSI, Jokowi Berhasil Kritik Halus PDIP?

by | Sep 26, 2023

Joko Widodo | Kaesang Pangarep | PDIP | Politik | PSI

FOMOMEDIA – Hanya dua hari setelah mendapatkan KTA, Kaesang langsung jadi Ketum PSI. Langkah tersebut dinilai sebagai kritik subtil Jokowi terhadap PDIP.

Tidak butuh waktu lama bagi putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 25 Desember 1994, tersebut secara resmi menggantikan posisi Giring Ganesha.

Pelantikan Kaesang sebagai Ketum PSI digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2023) kemarin. Dalam acara tersebut dihadiri para petinggi PSI, seperti Grace Natalie, Giring, Raja Juli Antoni, Andy Budiman, hingga Isyana Bagoes Oka.

Hanya butuh dua hari bagi Kaesang untuk bisa mendapatkan posisi utama di dalam partai. Padahal, ia baru saja dilantik menjadi kader PSI pada Sabtu (23/9/2023) lalu.

Dalam momen pelantikan tersebut, Kaesang mengaku sudah meminta izin kepada Jokowi. Ia pun menyampaikan kepada bapaknya lantaran memiliki jalan politik sendiri.

“Beliau ini orang yang saya cintai dan saya hormati, saya ingin mengikuti jejak beliau untuk berpolitik, untuk kebaikan. Kepada Bapak, saya ingin menyampaikan izin, saya mau menempuh jalan saya, Pak,” ujar Kaesang, dikutip dari Republika.

Kaesang memilih PSI bukan tanpa sebab. Selain sudah akrab dengan beberapa kader partai, ia juga ingin membesarkan partai tersebut. Apalagi, saat ini PSI menjadi partai kecil jika dibanding dengan partai-partai lainnya.

“Insya Allah, saya siap memimpin konsolidasi PSI ke seluruh Nusantara. Saya sadar, jalan yang saya pilih tidak mudah, tapi ini jalan yang saya pilih, jalan yang saya percaya akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik,” lanjut Kaesang.

PDIP Beri Selamat

Keputusan Kaesang memilih jalan politik sendiri awalnya sempat dipertanyakan banyak pihak. Salah satunya adalah mengapa dirinya tidak mengikuti jejak Jokowi dan kakaknya, Gibran Rakabuming Raka.

Kaesang justru memilih PSI dan dianggap membelot. Namun, pada akhirnya PDIP selaku partai yang membesarkan Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Kaesang.

“Saya kira selamat buat Mas Kaesang sebagai Ketum. Itu menunjukkan betapa hebatnya PSI bisa memilih pemimpin partai dari anak muda yang sudah matang, jam terbangnya tinggi,” kata politikus PDIP Deddy Yevry Sitorus, dikutip dari CNN Indonesia.

Deddy yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR tersebut menegaskan bahwa PDIP tidak mempermasalahkan keputusan Kaesang yang pilih gabung PSI. Kata Deddy, pihaknya justru langsung memuji langkah Kaesang yang kini bisa menduduki posisi ketum.

“Jadi tidak ada yang perlu dipersiapkan di situ saya kira. Itu haknya dia. Malah kita salut bisa dapat posisi ketua umum sebuah partai. Itu betul-betul luar biasa,” lanjut Deddy.

Gibran Tidak Banyak Berkomentar

Gibran yang menjadi Wali Kota Solo tidak banyak berkomentar mengenai adiknya yang masuk dan jadi Ketum PSI. Menurut laporan Tempo, Gibran enggan berkomentar mengenai langkah politik yang ditempuh Kaesang.

“Bagus, semoga nanti lancar-lancar dan aman, ya,” dikutip dari Tempo.

Adapun Gibran dan Jokowi merupakan kader PDIP, pun begitu dengan Bobby Nasution, Wali Kota Medan yang juga merupakan menantu sang presiden. Mereka bertiga membuktikan bersama partai tersebut bisa menduduki posisi jabatan seperti sekarang.

Kritik Halus Jokowi ke PDIP?

Dalam sebuah laporan Tempo yang lain, disebutkan bahwa langkah Kaesang yang masuk dan memimpin PSI adalah bentuk kritik halus Jokowi kepada PDIP. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes.

Menurut Arya, salah satu yang kritikan yang dilontarkan kepada PDIP yakni ihwal aturan satu partai satu keluarga. Menurutnya, Jokowi menilai aturan itu tidak baik.

“Iya bisa jadi cara Pak Jokowi untuk memberikan sinyal kepada PDIP bahwa aturan (satu keluarga satu partai) itu nggak baik,” kata Arya.

Cara Jokowi mengkritik partainya sendiri itu terlihat sangat subtil. Lantas, ada intrik politik macam apa yang kini sedang dibangun?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments