Mengapa Judi Online Sulit Sekali Diberantas?

by | Sep 19, 2023

Ekonomi | Judi Online | Kriminal

FOMOMEDIAPemblokiran situs judi online oleh pemerintah beberapa tahun terakhir seakan tak ada apa-apanya dibanding yang masih ada. Mau sampai kapan masyarakat menjadi korban permainan haram itu?

“Ada hampir 4 juta halaman web judi di situs-situs pemerintahan (go.id). Coba sendiri dengan googling: gacor sites:go.id,” tulis Ismail Fahmi melalui akun Twitternya, @ismailfahmi.

Pernyataan Ismail itu telah menghantam pemerintah yang sebelumnya mengklaim telah memblokir hampir satu juta situs judi online atau daring. Pemerintah menyatakan bahwa dari tahun 2018 hingga Juli 2023 sudah memblokir 846 ribu situs.

Peran pemerintah pun dipertanyakan. Sebagai lembaga yang mengatur negara, pemerintah memang harus bertanggung jawab penuh dalam penanganan masalah judi daring.

Budi Arie Setiadi yang belum lama dilantik sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memiliki pekerjaan rumah memberantas judi daring. Terbaru, ia berencana akan menemui Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk melakukan koordinasi pemberantasan.

“Tugas kita itu memblokade men-takedown semua situs-situs judi online, sedangkan untuk langkah-langkah penegakan hukum itu ranahnya pihak kepolisian,” kata Budi pada Minggu (27/8/2023), dikutip dari CNN Indonesia

Tugas Khusus dari Presiden

Budi mengaku, sejak menjabat sebagai menteri, ia mendapat tugas khusus oleh Presiden Joko Widodo untuk membersihkan permainan ilegal di dunia digital itu. Bahkan, ia juga ingin menangani permasalahan website pemerintah yang disusupi konten-konten judi daring.

“Bapak Presiden Joko Widodo sudah menugaskan kepada saya, hapus judi online karena merugikan dan meresahkan masyarakat. Judi online itu daya tipunya luar biasa. Judi slot ini beranak-pinak luar biasa, cepat sekali. Sebulan saya menjabat sebagai Menkominfo itu sudah ada 42 ribu situs judi online yang saya takedown,” lanjut Budi.

Sementara itu, rekam jejak Menkominfo dalam menangani judi daring selama lima tahun belakangan memang terlihat kurang masif. Pasalnya, perbandingan jumlah situs judi daring aktif terlihat lebih banyak daripada yang telah diblokir.

Meski sudah melakukan upaya pemblokiran, para bandar judi juga terlihat tak kalah cerdik dalam membuat situs judi daring yang baru. Buktinya seperti yang diungkapkan oleh Ismail Fahmi di awal.

Ilustrasi Judi Online

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Deduktif.id, setiap bandar atau rumah judi ternyata memiliki beberapa situs. Alhasil, ketika satu situs diblokir, maka mereka akan mengganti dengan situs lain.

Laporan tersebut juga mencantumkan pengakuan seorang mantan pekerja di rumah judi daring. Pekerja itu menjelaskan bahwa dalam satu tim bisa memegang beberapa laman judi. Para tim dibagi-bagi tugasnya. Mulai dari CS, operator, hingga telemarketing.

Selain itu, dalam satu rumah judi, setidaknya terdapat beberapa macam jenis permainan. Mulai dari kiukiu, domino, sakong, poker, dan lain sebagainya. Dari permainan tersebut, setiap hari perputaran uang para bandar judi setidaknya di angka ratusan juta rupiah.Angka ratusan juta itu, tentu saja, tidak dapat dipisahkan dari besarnya jumlah pemain judi online tersebut.

Korban Judi Daring

Menurut laporan Katadata, Kominfo mencatat rata-rata korban judi online merupakan masyarakat miskin. Diperkirakan, di tiap situsnya terdapat total transaksi ilegal rata-rata Rp27 triliun per tahunnya. Dari total tersebut, per bulan setidaknya terdapat Rp2,2 triliun transaksi.

Jumlah transaksi triliunan rupiah itu mayoritas berasal dari masyarakat miskin. Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sebagian besar pemain judi online adalah warga negara Indonesia berpenghasilan di bawah Rp100 ribu per hari.

Dengan melihat animo masyarakat dengan penghasilan tersebut, Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, mengatakan bahwa permintaan judi online di masyarakat terbilang besar. Senada dengan Natsir, menurut Budi, sebagaimana dilaporkan Katadata, korban judi online memang rata-rata masyarakat miskin. Parahnya, korban tersebut termasuk anak-anak dan remaja.

Pernyataan Budi itu pun memang tak bisa ditampik. Seperti yang diungkapkan oleh Franz (bukan nama sebenarnya). Pria yang sedang menempuh kuliah di salah satu kampus di Yogyakarta ini mengaku pernah terlibat dalam permainan haram itu.

“Saya mulai tertarik judi online karena lingkungan pergaulan saat KKN [Kuliah Kerja Nyata] di Temanggung. Pemuda yang tergabung di karang taruna desa seringkali memainkan slot seperti Zeus, Bonanza, dan Spaceman,” kata Franz ketika ditemui di warung kopi di Yogyakarta.

Franz hanyalah salah satu orang yang tertarik untuk ikut terjun ke permainan ilegal itu. Namun, ia kemudian bercerita bahwa banyak para pemuda desa yang bermain bisa mendapatkan untung hingga Rp1,5 juta dengan bermodalkan Rp150 ribu.

Dari cerita itulah kemudian Franz tertarik untuk ikut bermain judi daring. Ia pun berkenalan dengan apa yang disebut dengan slot gacor—istilah yang merusak pada permainan judi daring dengan tingkat kemenangan besar.

Awalnya Cuma Mengamati

“Awalnya saya mengamati terlebih dahulu bagaimana cara main slot, dan ternyata cukup mudah dengan hanya mengklik tombol spin dan berharap mendapatkan scatter. Karena mudah dan opsi pilihan top up beragam saya mulai mencoba mendaftar di web yang sama dengan teman saya,” ujar Franz.

“Untuk modal awal saya mencoba top up sekitar Rp70 ribu. Setelah top up saya mencoba bermain Bonanza dan sialnya malam itu uang saya habis. Tidak menyerah di percobaan pertama, keesokan harinya saya mencoba lagi namun dengan modal yang lebih sedikit yakni Rp20 ribu, di luar dugaan, saya mendapat scatter dan mendapat uang sebanyak Rp170 ribu,” lanjutnya.

Kapolsek Cengkareng melakukan penggerebekan operator judi online di Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (15/1/2023). (Sumber: Antara)

Sejak merasakan kemenangan pertamanya, pria yang berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah itu semakin candu dengan judi daring. Ia pun mulai rutin top up mulai dari Rp20 hingga Rp30 ribu per hari. Bahkan, jika sedang ada rezeki, Franz langsung deposit Rp100 ribu.

Franz bercerita memang belum pernah mengalami kerugian ketika bermain judi. Ia berhenti bermain lantaran sudah tidak ada teman. Apalagi, ia sempat mendengar masifnya penangkapan terhadap bandar dan pemain judi daring. Rasa takut itulah yang kemudian membuat Franz berhenti bermain judi daring.

Selain Franz, terdapat juga beberapa orang yang mengalami kerugian ketika bermain judi daring. Seorang mahasiswa pascasarjana di salah satu kampus di Yogyakarta mengaku memiliki tetangga yang kecanduan judi daring.

Saking candunya, bahkan tetangga mahasiswa program magister itu rela kehilangan tabungan hingga ratusan juta. Selain itu, korban judi itu pun juga terjerat utang dari pinjaman online atau pinjol.

Artis Terlibat Iklan Judi

Masifnya peredaran judi online itu salah satunya disebabkan oleh maraknya promosi judi di media sosial yang biasanya dilakukan oleh para pesohor atau artis.

Bandar judi tak kekurangan akal untuk menggaet para pemain judi. Mereka meyakinkan masyarakat dengan membayar jasa para influencer atau selebritas tanah air untuk mengiklankan permainan judi online.

Banyak artis Indonesia yang mau dan terlibat dalam branding permainan judi online. Entah mereka sadar atau tidak, tapi jasa endorsement mereka kini menjadi sorotan tersendiri.

Beberapa seleb yang pernah mengiklankan rumah judi online di antaranya Arief Muhammad, Amanda Manopo, Gilang Dirga, Boy William, Denny Cagur, Nikita Mirzani, hingga Ari Lasso. Nama paling belakang tersebut diketahui telah melakukan promosi situs judi online di medsos miliknya pada Januari 2023. Beruntungnya, Ari dan para artis di atas tidak sampai ditangkap polisi.

Artis diduga terlibat judi online

Terbaru, ada sosok Wulan Guritno yang sedang diperiksa oleh kepolisian gara-gara promosikan judi online. Artis sohor itu pun akan dimintai klarifikasi terkait sebuah video yang beredar memperlihatkan dirinya sedang mempromosikan situs slot online Sakti123.

Mereka semua adalah para artis papan atas Indonesia. Para artis itu tentu tak sudi menerima tawaran iklan dengan nominal kecil. Maka, bisa disimpulkan bahwa bandar judi memiliki modal besar hingga mampu memakai jasa para artis untuk menarik perhatian masyarakat.

Dibekingi Modal Besar

Perhatian masyarakat terhadap judi online bisa dilihat dari besarnya persebaran uang. Menurut PPATK, 2021 menjadi salah satu tahun awal jumlah transaksi judi online yang meningkat tajam.

Pada tahun tersebut, apalagi sejak masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah gara-gara virus corona, banyak masyarakat yang terjun ke dunia judi online. PPATK mencatat terdapat transaksi dengan total sebesar Rp57 triliun. Kemudian, pada 2022 jumlah tersebut meningkat menjadi Rp155 triliun.

Dengan peredaran uang triliunan itu, tentu sangat mudah menyewa jasa para artis untuk promosi. Tak cuma itu, sumber daya sebanyak itu juga tentu memudahkan mereka mengelabui pemerintah secara kontinyu.

Apalagi, seperti yang diungkapkan Menkominfo, operasi judi online ini kebanyakan bersifat transnasional. Mereka semua punya operasi di negara-negara yang melegalkan judi seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Kamboja.

Artinya, pemerintah Indonesia memang terbentur batasan-batasan tertentu. Mustahil memberantas judi online sampai ke akarnya karena belum tentu akarnya ada di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Di situasi yang serbamuskil seperti ini, satu-satunya jalan adalah istikamah menegakkan perundang-undangan.

Pertanyaannya, siapkah kita “mati” di jalan pedang itu?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] judi online (judol) yang menampilkan Nikita Mirzani benar-benar meresahkan pengguna X. Meski pemerintah sudah […]

[…] tokoh barusan, baru-baru ini muncul dalam sebuah video yang mempromosikan judi online. Tak tanggung-tanggung, promosi itu disampaikan dalam setting wawancara Mata […]