James Cameron Samakan Kecelakaan Titan dengan Titanic

by | Jun 26, 2023

Internasional | James Cameron | Kapal Selam | Titanic

FOMOMEDIA – Sutradara Titanic dan Avatar, James Cameron, menyesalkan kecelakaan kapal selam wisata Titanic yang menurutnya sangat mudah dicegah.

Sutradara Titanic, James Cameron, menyamakan kecelakaan kapal selam Titan dengan kecelakaan yang dialami oleh kapal Titanic pada 1912 silam. Menurutnya, sumber dua kecelakaan itu sama, yaitu keengganan mendengarkan peringatan.

Titan, sebuah kapal selam wisata yang dimiliki perusahaan OceanGate, hilang di perairan Atlantik pada Minggu (18/6/2023) waktu setempat. Kapal selam itu berisikan lima orang yang hendak berwisata menyaksikan bangkai kapal Titanic di kedalaman sekitar 3.800 meter.

Kapal selam itu kemudian hilang kontak. Pencarian besar-besaran pun dilakukan oleh otoritas perairan Amerika Serikat dan Kanada serta sejumlah pihak swasta. Akan tetapi, setelah beberapa hari, pencarian tak membuahkan hasil apa pun. Sampai akhirnya, pada Kamis (22/6) waktu setempat, puing-puing Titan ditemukan.

Dari sana, bisa disimpulkan bahwa Titan meledak di dalam air dan tak ada satu penumpang pun yang selamat. Kecelakaan ini pun membuat Cameron, yang sudah sukses melakukan penyelaman submersibel sebanyak 33 kali, angkat bicara. Menurut laki-laki yang juga menyutradarai seri film Avatar tersebut, OceanGate sebetulnya sudah sering diingatkan oleh komunitas submersibel.

“Mereka tidak pernah ikut sertifikasi karena tahu tidak mungkin lolos. Aku sangat curiga dengan teknologi yang mereka gunakan. Aku pribadi tidak akan sudi masuk ke dalam kapal selam itu,” ucap Cameron, dikutip dari BBC.

Buruknya Desain Titan

Titan sendiri dibuat dengan karbon fiber dan titanium yang didapatkan dari bekas pesawat komersil. Selain itu, submersibel kecil tersebut juga cuma dikendalikan dengan kontroler video game merek Logitech yang harganya ada di kisaran ratusan ribu rupiah.

Pada 2018, Komunitas Teknologi Maritim (MTS) mengirimkan surat kepada OceanGate yang berisi peringatan akan teknologi yang mereka gunakan. Menurut surat tersebut, “teknologi ‘eksperimental’ yang digunakan OceanGate bisa berakhir buruk”.

Di kesempatan lain, seorang mantan karyawan OceanGate, David Lochridge, pun sebetulnya pernah memberi peringatan. Menurut sosok yang pernah menjabat sebagai direktur operasi maritim OceanGate itu, ada hasil dalam inspeksi yang membuat perusahaan tidak melanjutkan proyek submersibelnya.

Meski sudah ada peringatan seperti itu, nyatanya OceanGate bergeming. Inilah yang membuat Cameron kemudian menyamakan kecelakaan Titan dengan Titanic. “Sekarang kita punya puing-puing baru yang disebabkan oleh kesalahan yang sama, yaitu tidak mengindahkan peringatan,” ujarnya.

“Di abad ke-21, seharusnya sudah tidak ada lagi risiko. Selama 60 tahun, dari 1960 sampai sekarang, sama sekali tidak ada korban jiwa dari ekspedisi Titanic. Hal paling menyedihkan dari kecelakaan ini adalah betapa mudahnya hal itu dicegah,” pungkas Cameron.

Perlu dicatat bahwa kecelakaan Titanic pada 1912 berasal dari kepongahan sang kapten kapal, Edward Smith. Smith sudah diperingatkan akan bahaya menerjang gunung es. Namun, menurut Smith, Titanic tidak akan bisa tenggelam sehingga peringatan itu tidak dia indahkan. Dan sisanya adalah sejarah.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments