Israel Lakukan Kejahatan Perang untuk Balas Serangan Hamas

by | Oct 10, 2023

Gaza | Internasional | Israel | Kejahatan Perang | Palestina | Politik

FOMOMEDIA – Memutus akses air dan pangan, menyerang personel medis, menjatuhkan bom fosfor. Itulah rentetan kejahatan perang Israel di Gaza usai serangan Hamas.

Konflik Palestina dan Israel kembali memanas dan membuat ratusan orang dari kedua belah pihak tewas. Hamas sebagai representasi kelompok militan Palestina melakukan serangan secara sistematis ke Israel pada Sabtu (7/10/2023) lalu.

Serangan Hamas itu telah menewaskan sedikitnya 700 warga Israel. Tak hanya itu, lebih dari 100 orang Israel juga diculik oleh tentara Hamas.

Mengetahui kabar tersebut, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu langsung menyatakan perang terhadap Hamas pada Minggu (8/10/2023). Israel pun melakukan serangan balasan. Mereka meluncurkan roket jarak jauh untuk membombardir wilayah Gaza. Dari serangan itu, menurut The Guardian, setidaknya lebih dari 413 warga Palestina meninggal di Gaza.

Selain korban meninggal dari kedua belah pihak, terdapat lebih dari 2.300 orang mengalami luka-luka. Mulai dari anak-anak, perempuan, hingga warga sipil lainnya menjadi korban perang.

Israel Putus Akses ke Gaza

Sejak 1967, Israel telah menaklukan tiga wilayah yang senantiasa diperebutkan dengan Palestina, yaitu Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur.

Namun, Palestina tak tinggal diam. Hamas, sebagai kelompok militan, jadi yang paling sering melakukan konfrontasi bersenjata dengan Israel.

Pada 2006, Hamas berhasil memenangi Pemilihan Parlemen Palestina. Sejak menguasai parlemen, Hamas akhirnya merebut kendali penuh atas Gaza pada 2007. Sejak saat itulah eskalasi konflik Palestina dan Israel terus memanas hingga dewasa ini.

Israel bahkan telah memberlakukan blokade penuh atas Gaza sehingga wilayah tersebut, pada esensinya, telah menjadi penjara terbuka paling besar di dunia.

Korban jiwa akibat konflik tersebut tidaklah sedikit. Dari tahun 2008 hingga 2020, Palestina jadi pihak yang selalu menelan korban jiwa lebih banyak. Selama satu dekade lebih itu, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari seribu warga Palestina selalu tewas tiap tahunnya.

Serangan Hamas ke Israel pada Sabtu pekan lalu itu pun membuat Netanyahu marah. Tak butuh waktu lama, ia langsung menyatakan perang.

Selain melakukan serangan balasan ke Hamas, Israel kini sedang mengepung Gaza. Tentara Israel siap untuk melakukan serangan balasan kapan pun. Hingga Senin (9/10/2023) kemarin, serangan Israel ke Gaza masih terus dilakukan.

Dalam video yang beredar, Israel juga menyerang warga sipil. Bahkan, mobil ambulans juga tak luput dari serangan rudal jarak jauh.

Parahnya, tak hanya mengepung saja. Israel juga memutus aliran listrik, air, dan makanan ke Jalur Gaza. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Senin (9/10/2023) kemarin. Ia pun memerintahkan bahwa pihak berwenang Israel akan memutus aliran listrik dan memblokir masuknya makanan dan bahan bakar dari luar Gaza.

Rentetan aksi Israel itu, mulai dari memutus akses makanan, air, dan listrik, menyerang personel medis, sampai menghancurkan bangunan sipil, menurut Konvensi Jenewa, adalah kejahatan perang.

Sebut Perang Melawan Binatang

Gallant memerintahkan pengepungan terhadap Gaza pada Senin (9/10/2023) kemarin. Ia menganggap bahwa Israel saat ini sedang berperang “melawan binantang”. 

“Kami kini memberlakukan pengepungan total di Gaza. Tidak akan ada listrik, makanan, air, bahan bakar. Semua akan ditutup. Kami melawan manusia binatang, dan kami akan bertindak sesuai hal itu,” kata Gallant, dikutip dari VOA Indonesia.

Pernyataan Gallant tersebut menggunakan bahasa yang tidak manusiawi untuk menyebut para pasukan Hamas dan orang-orang Palestina lainnya. Kini, tentara Israel di bawah komandonya sedang besar-besaran mengepung wilayah Gaza yang dikuasai oleh Hamas.

Israel telah menyerang lebih dari 1.000 target di Gaza. Bahkan, kendaraan tank dan drone telah berjaga di setiap celah pagar perbatasan yang dilakukan untuk mencegah penyusupan oleh Hamas.

Israel Gunakan Bom Fosfor

Eskalasi konflik semakin memanas dengan adanya serangan balasan dari Israel. Sejumlah rudal jarak jauh dilancarkan Israel ke gedung-gedung di Gaza. Bahkan, dalam sebuah video serta sejumlah foto yang beredar, tampak bagaimana Israel menggunakan bom fosfor.

Akun Twitter @RamAbdu menyebarkan adanya video pasukan militer Israel yang menggunakan bom fosfor tersebut. Dilakukan pada malam hari, bom tersebut diempaskan dari udara dan terlihat gemerlap cahaya yang diduga bom fosfor berjatuhan.

Keberadaan bom fosfor sendiri sangat berbahaya terutama bagi warga sipil. Hukum internasional bahkan melarang penggunaan bom tersebut jika dilakukan di tempat yang ada penduduk sipil. Pelarangan tersebut seperti tercantum dalam Konvensi Jenewa 1977.

Dengan kata lain, Israel—lagi-lagi—telah melakukan kejahatan perang di Gaza.

Orang yang terkena bom fosfor akan merasakan sensasi seperti terbakar dan menghirup udara beracun. Sementara, jika dilihat dari bahannya, bom fosfor terbuat dari bahan kimia asam fosfat yang biasa digunakan untuk membuat pupuk, racun tikus, dan produk pembersih lainnya.

Jika terkena kulit, bom fosfor akan menyebabkan luka bakar. Paparan dalam jumlah besar akan berakibat pada kematian.

“Di manakah Pengadilan Kriminal Internasional? Israel kini menjatuhkan bom fosfor putih di kawasan pemukiman sipil padat penduduk di Gaza. Ini adalah kejahatan perang yang mencolok,” cuit akun Twitter @sahouraxo, menanggapi unggahan @RamAbdu.

Netanyahu Dianggap Memperburuk Keadaan

Netanyahu tidak membutuhkan waktu lama untuk menyatakan perang terhadap Hamas. Ia bersama jajaran menteri Israel langsung merespons serangan Hamas. Selain mengepung, Israel kini sedang memutus aliran listrik dan memblokade pasokan pangan yang masuk ke Gaza.

Namun, langkah yang dilakukan oleh Netanyahu yang menyatakan perang dianggap terburu-buru. PM yang menjabat pertama kali pada 1996 itu dianggap hanya memperburuk keadaan.

“Karier politik Netanyahu yang panjang diwarnai dengan ketakutan dan konfrontasi. Biasanya, tanggapan dendamnya terhadap serangan gencar Hamas akhir pekan lalu adalah dengan menjanjikan lebih banyak kekerasan dan eskalasi yang lebih besar,” tulis Simon Tisdall dalam sebuah laporan The Guardian.

Tisdall yang pernah menjadi editor asing The Guardian menganggap bahwa Netanyahu terlalu provokatif.

“Perdana Menteri, yang membanggakan dirinya atas pengalaman politiknya yang luas dan kebijaksanaannya yang tak tergantikan dalam masalah keamanan, benar-benar gagal mengidentifikasi bahaya yang secara sadar ia hadapi ketika Israel membentuk pemerintahan aneksasi dan perampasan,” lanjut Tisdall yang mengutip dari surat kabar Haaretz.

Respons Netanyahu dianggap berlebihan. Ia tidak menyadari bahwa negaranya telah berkontribusi banyak dalam menghilangkan ribuan nyawa warga Palestina. Seperti yang dicatat oleh data PBB di atas, bahwa perbandingan jumlah korban dalam satu dekade terakhir membuktikan bahwa betapa trengginasnya serangan Israel.

Kini, langkah Netanyahu itu pun banyak yang menentang lantaran menihilkan keberadaan orang-orang sipil di Gaza. Lantas, apakah pengepungan dan bombardir akan terus dilakukan oleh pasukan Israel?

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments