Indonesia Darurat Hak Cipta: Ilustrasi Dicuri, Dijadikan Kaus, lalu Dijual di Marketplace

by | May 24, 2023

Hak Cipta | Kekayaan Intelektual | Kriminal

FOMOMEDIA – Kesadaran akan hak cipta di Indonesia masih kurang. Kasus pencurian karya masih marak terjadi.

Kasus pencurian karya desain digital masih marak terjadi di Indonesia. Terbaru, seorang ilustrator bernama Dicky Arnanda menjadi korban pencurian karya.

Desain ilustrasi digital yang dibuat oleh Dicky dengan sengaja dicuri oleh pedagang kaus di marketplace Shopee. “Personal project saya dicolong dan digunakan tanpa izin untuk dijual kembali,” tulis Dicky melalui akun Twitter-nya, @kingarnanda, Selasa (23/5/2023).

Dalam unggahan Dicky tersebut, juga disertakan akun Shopee yang menjual kaus menggunakan desainnya. Akun Shopee yang menjual kaus tersebut adalah Shinzo Official.

“Jadi gue dapat info dari salah satu teman di Instagram ada toko di Shopee yang pake desain gue buat dibikin kaus tanpa seizin atau beli filenya di gue. Gambar ini adalah personal project gue buat Piala Dunia kemarin,” lanjut Dicky.

Diketahui, sosok Dicky sendiri adalah seorang pekerja lepas. Ia memang berkecimpung di dunia ilustrasi yang bertema olahraga, terutama sepak bola. Dicky sering membuat proyek pribadi ilustrasi digital para pemain sepak bola.

Dicky membuat proyek pribadi tersebut salah satunya untuk meramaikan suasana Piala Dunia 2022 Qatar. “Gue bikin personal project tersebut saat itu untuk riding the wave Piala Dunia. Di sisi lain gue berharap dan open kalau project gue ini mau ada yang beli.”

Dari usahanya membuat proyek pribadi itu, Dicky berhasil menjalin kerja sama dengan Puma cabang Prancis. Ia pun membuat konten mereka di Piala Dunia 2022 sampai Prancis ke babak final.

Sementara itu, salah satu karya Dicky yang dicuri oleh Shinzo Official tersebut seperti ilustrasi Lionel Messi sedang memakai jersei Timnas Argentina. Shinzo Official menjual kaus bergambar ilustrasi tersebut dengan banderol Rp79.800-Rp113.400. Seperti yang diunggah Dicky dalam utasnya itu, kaus tersebut sudah terjual sampai 18 helai.

Dicky pun menghubungi pihak Shinzo Official via WhatsApp. Ia menanyakan kejelasan tentang aksi sepihak yang dilakukan Shinzo Official. Kemudian, pihak Shinzo Official menjawab pesan Dicky. 

“Selamat siang @kingarnanda. Setelah saya melihat Instagram Anda, ternyata benar gambar produk sama dengan art Anda. Setelah saya tanyakan ke pegawai saya, dia mencari gambar dan menemukan gambar ini dari Google image, lalu diedit untuk di-uploud [sic] ke Shopee, karena ini gambar muka pemain bola. Ternyata ini art yang digambar oleh Anda,” balas Shinzo Official.

“Untuk gambar-gambar produk tersebut dan sejenisnya sudah saya remove. Terima kasih atas info yang diberikan Saya dan pegawai akhirnya bisa lebih paham mengenai ini,” lanjutnya.

Itulah respons yang diberikan oleh pihak Shinzo Official. Dicky pun merasa kecewa karena tidak ada balasan lagi sampai beberapa hari dari respons satu-satunya itu. Akhirnya Dicky pun memviralkan aksi toko online tersebut.

“Ok, bagus kalau dihapus. Tapi tetap mereka sudah menghasilkan uang dari gambar gue. Gue padahal sudah punya itikad baikkan lu udah ambil gambar gue dan dapat duitnya dari itu, gue cuma pengen setidaknya lu beli gambar yang udah lu comot,” kata Dicky.

Menurut Dicky, gak cuma satu desain saja yang dicuri, tapi ada tiga ilustrasi. Ia pun kecewa dengan aksi pencurian desainnya tanpa izin atau membeli.

Pengenalan Hak Cipta

Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, hak cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruang lingkup objek dilindungi paling luas. Ruang lingkup tersebut mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra, termasuk di dalamnya mencakup juga program komputer. 

“Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” tulis keterangan dalam laman www.dgip.go.id ihwal definisi hak cipta.

Dari laman tersebut juga dijelaskan mengenai ciptaan apa saja yang dapat dilindungi, seperti:

1. Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

2. Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

3. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

4. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

5. Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

6. Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;

7. Arsitektur;

8. Peta;

9. Seni Batik;

10. Fotografi;

11. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

Sementara itu, masa perlindungan hak cipta dilindungi seumur hidup ditambah 70 tahun setelah meninggal. Butuh waktu selama itu suatu karya bisa bebas lisensi atau digunakan oleh umum.

Melihat kasus yang dialami oleh Dicky, di Indonesia sendiri masih marak pencomotan karya miliki orang lain. Kesadaran dan diskursus pentingnya hak cipta memang perlu terus digalakkan.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments