India Ganti Nama Jadi Bharat, Pakistan Ganti Nama Jadi India? Ada Apa Ini?

by | Sep 6, 2023

India | Internasional | Pakistan

FOMOMEDIA – Para nasionalis Hindu di India ingin negara mereka ganti nama jadi “Bharat”. Kalau jadi, ada kemungkinan Pakistan akan mengklaim nama India.

Di tengah keriuhan mempersiapkan New Delhi untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada akhir pekan nanti, 9 September 2023, muncul kontroversi dan perdebatan nasional di India. Penyebabnya adalah undangan.

Selasa kemarin (5/9), Perdana Menteri Narendra Modi mengajukan agar undangan perjamuan KTT G20 merujuk Presiden Droupadi Murmu bukan sebagai “Presiden India”, melainkan sebagai “Presiden Bharat.”

Pada hari yang sama, juru bicara Partai Bharatiya Janata (PBJ). Sambit Patra, membagikan dokumen terkait kunjungan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 7 September besok. Dalam dokumen ini, nama Modi dirujuk sebagai “Perdana Menteri Bharat”.

Bharat adalah kata dalam bahasa Sanskerta yang memiliki sejarah panjang di dataran itu. Bharat adalah nama asli India ketika wilayah itu hanya dihuni masyarakat Hindu dan Budha yang hanya menuturkan bahasa Sanskerta.

Saat India merdeka dari penjajahan Inggris, pasal pertama konstitusi India berbunyi, “India, yaitu Bharat, akan menjadi Persatuan Negara-Negara.”

Hari ini, sejumlah nasionalis berpendapat bahwa Bharat sudah diterima oleh masyarakat umum sebagai penyebutan alternatif untuk India.

Ubah Nama Demi Dekolonisasi

Pushkan Sing Dhami, Ketua Menteri Uttarakhand sekaligus anggota PJB, menanggapi ide perdana Menteri Modi dengan mencuti di media sosial X.

“Pukulan lain bagi mentalitas budak,” tulisnya, mengacu bahwa nama India terikat dengan kolonialisme dan perbudakan oleh Inggris.

Mantan Juru Bicara Lok Shabha, Sumitra Mahajan, mengklaim bahwa nama asli negara tersebut tak perlu dipertanyakan lagi adalah Bharat, dan Inggrislah yang mulai menyebutnya India.

Bagi para nasionalis Hindu, mengganti nama India menjadi Bharat adalah langkah untuk mendelokonisasi negara itu.

Dugaan Politik Identitas

Penggantian nama India dalam undangan perjamuan KTT G20 tersebut sejalan dengan gerakan revisionis sayap kanan India yang sedang berkuasa. Sebelum ini, PBJ telah mendorong penghapusan beberapa nama tempat yang berasal dari pemerintahan kolonial.

Namun, di antara sejumlah nama yang diubah, beberapa nama juga merupakan warisan Muslim. Kota Allahabad di India Utara yang dinamai oleh penguasa Muslim Mughal berabad-abad silam, kini telah diganti menjadi Prayagraj, nama Sanskerta yang menurut para pejabat adalah nama aslinya.

Beberapa pengkritik mencatat bahwa Modi dan PBJ menggunakan “Bharat” untuk memainkan politik identitas. Mereka membangkitikan kesan masa lalu yang eksklusif Hindu di negara yang memiliki lebih banyak penduduk muslim dibanding negara mana pun di Timur Tengah.

Sejumlah politisi oposisi juga menyiratkan bahwa mengubah nama menjadi Bharat adalah upaya PBJ menentang oposisi. Ini merujuk peristiwa Juli lalu. Dua lusin partai oposisi berkoalisi di bawah nama INDIA (singkatan dari Indian National Developmental Inclusive Alliance). Koalisi ini dibentuk untuk partai penguasa dalam pemilu musim semi depan.

Pakistan Berhak Atas Nama India

Menanggapi isu ini, Akun South Asia Index mencuit di sosial media X, “Pakistan mungkin akan mengklaim nama “India” kalau India mencabut nama itu secara resmi di level PBB.”

Sejumlah kaum nasionalis Pakistan sedari lama berpendapat bahwa negara mereka berhak atas nama India.

Pasalnya, sebutan India mengacu pada wilayah Indus. Yaitu, cekungan Sungai Indus yang besar. Cekungan ini membentang di sebagian besar wilayah Pakistan modern.

Sejumlah media lokal berspekulasi PBJ akan mengusulkan perubahan nama negara secara resmi melalui resolusi Parlemen. Kendati demikian, otoritas negara belum memberi pernyataan bahwa mereka akan benar-benar mengubah nama negara tersebut.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] India jadi salah satu negara yang gandrung terhadap riset antariksa. Kali ini negara itu meluncurkan misi luar angkasa untuk mempelajari lubang hitam. […]

[…] mengenai bahaya laten dan ancaman AI kali ini merembet ke Bollywood. Apalagi, di industri film India diketahui mempekerjakan puluhan ribu  […]