Ilmuwan: Mabuk Bir Nggak Pengaruhi Penilaian Daya Tarik Seseorang

by | Jan 6, 2024

Bir | Minuman | Riset

FOMOMEDIAMabuk karena minum bir tidak mengubah penilaian terhadap daya tarik seseorang. Bahkan, peminumnya bisa melihat wajah asimetri.

Pernahkah kamu merasakan tipsy saat minum bir? Ya, perasaan ‘agak mabuk’ itu memang sering kali memengaruhi pikiran. Kadang kala, seseorang yang tipsy bakal dianggap lebih produktif dalam hal berbicara maupun berpikir.

Namun, ternyata seseorang yang mengalami tipsy tidak akan memengaruhi penilaian daya tariknya kepada seseorang. Hal tersebut disampaikan para ilmuwan yang membantah teori bahwa seseorang yang mabuk bir dianggap memiliki penilaian yang berbeda.

Dikutip dari Sky News, para peneliti dari Universitas Portsmouth menanyai 99 pria dan wanita berusia antara 18 dan 62 tahun di sebuah pub. Mereka diuji tentang bagaimana penilaian orang terhadap penampilan setelah minum.

Hasilnya, penelitian yang diterbitkan di dalam Journal of Psychopharmacology menemukan fakta menarik. Meski seseorang mengonsumsi minuman alkohol dan mengubah pandangan mereka tentang simetri wajah, hal itu tidak akan memengaruhi penilaian daya tariknya.

Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang berada dalam kondisi itu yakni “beer goggles” atau ‘kacamata bir’. 

“Istilah ‘kacamata bir’ telah digunakan selama beberapa dekade untuk menggambarkan ketika seseorang menemukan dirinya tertarik secara seksual kepada seseorang saat mabuk, tetapi tidak dalam keadaan sadar,” kata juru bicara para peneliti, dikutip dari Sky News.

BACA JUGA:

Mabuk Bisa Deteksi Wajah Asimetri

Ketika seseorang dalam kondisi tipsy atau mabuk berat, ia dianggap bisa mendeteksi wajah asimetri dari seseorang yang dicintainya. Meski demikian, justru keadaan itu akan membuat daya tarik tersendiri secara visual.

“Penelitian yang ada menunjukkan bahwa salah satu hal yang membuat seseorang menarik di mata orang lain adalah seberapa cocok kedua sisi wajah mereka,” terang para peneliti.

“Pemikirannya adalah, semakin banyak simetri maka semakin baik kumpulan gennya. Namun ketika alkohol diperkenalkan, diperkirakan seseorang cenderung tidak menyadari jika wajah di sekitarnya tidak simetris,” lanjut keterangan itu.

Sementara itu, meminum alkohol ini juga menjadi salah satu daya tarik seseorang untuk melakukan perilaku seksual. Terdapat berbagai kemungkinan alasan mengapa peminum alkohol lebih cenderung melakukan hubungan seks. Mereka bahkan terlihat kurang mampu mengendalikan diri, memiliki ekspektasi tinggi, ciri-ciri kepribadian kian terlihat, dan efek kacamata bir.

Namun, terkait daya tarik gara-gara efek minum bir ini juga tergantung pada faktor lain, dan tidak semata gara-gara tipsy saja. Penelitian lebih lanjut mengenai kacamata bir dan daya tarik terhadap wajah asimetri ini masih terus dikembangkan.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments