Ibu Hamil Dilarang ke RS oleh Mertua, Sang Bayi pun Meninggal

by | Jun 21, 2023

Kesehatan | Persalinan | Sosial

FOMOMEDIA – Mulai dari bidan, camat, bahkan polisi sudah membujuk pihak keluarga agar si ibu hamil dibawa ke rumah sakit. Namun, upaya mereka sia-sia.

Sebuah video yang menunjukkan seorang ibu hamil mengalami pecah ketuban tidak diperbolehkan ke rumah sakit oleh mertuanya viral di TikTok.

Di dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @kassa.steril tersebut, terlihat keluarga dari ibu hamil tersebut keukeuh menolak saran dari bidan di sebuah klinik.

Ketuban ibu hamil yang tampak terbaring di atas tempat tidur tersebut telah pecah. Kemudian, para tenaga medis di klinik tersebut menyarankan supaya ibu hamil tersebut segera dibawa ke rumah sakit.

@ini.isnaa

#duet dengan @Laelatul Badriah semangat ibu bidan senior izin berduet😁 #nakeslampung #rujukpasien

♬ suara asli – Laelatul Badriah – Laelatul Badriah

“Harusnya bertindak di rumah sakit. Bidan sudah upaya di sini. Berhubung pemeriksaan partograf sudah melebihi ya udah harus bertindak, kewajiban kita merujuk. Sudah merujuk juga kita konsul udah acc (disetujui) ke rumah sakit umum ternyata pasien menolak,” ucap salah satu bidan dalam video yang diunggah pada Minggu (18/6/2023).

Sementara itu, sang suami yang duduk di sebelah istrinya mengatakan tidak ada alasan penolakan.  “Ini mah nggak ada alasan, cuman pulang aja,” kata suami.

Mendengar jawaban tersebut, sang bidan pun memberikan nasihat, bahwa sang ibu yang hamil itu memang sudah harus dibawa ke rumah sakit rujukan sesuai pemeriksaan. Namun, anggota keluarga yang lain memberikan alasan yang tidak jelas.

“Kalau pihak kitanya nggak mau, kita tidak akan menyerahkan siapa-siapa gitu, ya, walaupun ada apa-apanya gitu kan, tuh orangnya sama suaminya aja,” kata seorang perempuan yang merupakan mertua dari ibu hamil tersebut. 

“Ya bukan karena biaya, ‘kan sudah ada BPJS. Cuman gini doang alasannya karena budaknya [ibu hamil] ini belum mau ya, belum mau-maunya gimana nanti aja, sabar aja dulu katanya. Kalau bisa natural nanti aja,” lanjut mertua tersebut.

Mendengar alasan tersebut, pihak bidan yang melakukan pemeriksaan pun tidak mau tanggung jawab jika terjadi sesuatu oleh si ibu dan calon bayinya.

“Saya mah nggak mau ini, soalnya ini harusnya sekarang. Kalau ada apa-apa nggak mau tanggung jawab. Harusnya sekarang dirujuknya,” kata bidan mendebat mertua si ibu hamil.

Bahkan, dari pihak bidan pun sampai ikut datang ke rumah si ibu hamil untuk menyarankan supaya dirujuk pada saat itu juga. Namun, lagi-lagi dari pihak keluarga tetap bersikeras.

Tanggapan Kepala Puskesmas

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Menurut Kepala Puskesmas Leuwidamar, Dede Herdiansyah, peristiwa tersebut terjadi seminggu yang lalu, tepatnya di hari Senin (12/6/2023).

“Kita saranin untuk dirujuk, kan kalau [ketuban] sudah pecah kita khawatir bisa terancam bayinya karena keracunan air ketuban,” kata Dede, dikutip dari Kumparan.

Menurut keterangan Dede, alih-alih ke rumah sakit, pihak keluarga dari suami menolak dan memilih untuk pulang ke rumah. Bahkan, dari pihak puskesmas telah meminta bantuan camat dan Polsek Leuwidamar untuk membantu memberikan pengertian kepada pihak keluarga. Namun, usaha tersebut sia-sia.

“Sampai sore mereka keukeuh pengin pulang aja, nggak mau dirujuk, akhirnya kita pulangkan. Sampai di rumahnya pun, kami komunikasi dengan Pak Camat dan Pak Kapolsek untuk membantu membujuk di rumahnya, tapi tetap nggak mau dengan alasan yang nggak jelas,” kata Dede.

Pihak keluarga dari suami tersebut tetap tidak mau membawa si ibu hamil ke rumah sakit sampai malam hari. PIhak keluarga tersebut berusaha supaya pasien bisa melahirkan normal di rumahnya. Namun, karena bayi tak kunjung lahir, akhirnya pada pagi hari keluarga tersebut membawa si ibu hamil ke rumah sakit.

Menurut keterangan Dede, proses persalinan yang ada di rumah sakit tersebut sudah terlambat. Bayinya memang lahir di rumah sakit, tapi meninggal dunia. Sementara, sang ibu tetap selamat.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments