Hamas Undang Elon Musk ke Gaza untuk Lihat Bukti Genosida

by | Nov 29, 2023

Elon Musk | Hamas | Israel | Palestina

FOMOMEDIA – Undangan disampaikan setelah Elon Musk dan Benjamin Netanyahu mengunjungi pemukiman di Israel yang diserang Hamas.

Hamas mengundang pemilik Space X, Elon Musk, untung berkunjung ke Gaza. Undangan itu disampaikan oleh pejabat senior Hamas, Osama Hamdan.

“Kami mengundangnya mengunjungi Gaza untuk melihat sebesar apa skala pembantaian dan penghancuran yang dilakukan terhadap warga Gaza, sesuai dengan standar objektivitas dan kredibilitas,” kata pejabat berusia 58 tahun itu, dalam konferensi pers di Beirut, Selasa (28/11/2023).

Otoritas setempat memperkirakan, jumlah korban tewas di Gaza selama invasi Israel mencapai 14.000 lebih orang.

“Dalam 50 hari, Israel menjatuhkan lebih dari 40.000 ton bahan peledak ke rumah-rumah warga Gaza yang tidak berdaya,” lanjut Hamdan, dikutip The Guardian.

Konferensi pers itu diselenggarakan sehari setelah Elon Musk datang ke Israel dan, besama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menilik kibbutz (pemukiman komunal) yang diserang tentara Hamas.

Elon Musk Berkunjung ke Israel

Musk berkunjung ke Israel pada Senin lalu, 27 November 2023. Ditemani PM Netanyahu dan sejumlah pengawal, sang Taipan menyusuri bangunan-bangunan rusak di Kfar Aza. Kibbutz itu berjarak 2 mil (3 km) dari perbatasan Gaza. Menurut pihak Israel, setidaknya 50 orang di sana terbunuh saat serangan Hamas

Kunjungan itu berlangsung pada masa genjatan senjata yang sudah ditetapkan sejak pekan lalu. Itu adalah genjatan senjata pertama setelah tujuh pekan pertempuran Hamas dengan Israel. Genjatan tersebut disepakati kedua pihak untuk memungkinkan masing-masing pihak membebaskan para sandera maupun tahanan mereka.

Namun, Netanyahu telah bersumpah, Israel akan melanjutkan operasi militer segera setelah gencatan senjata sementara berakhir.

Kedatangan Musk terbilang penting karena dapat memberi dampak besar pada keberlanjutan situasi ini. Pasalnya, Sang Taipan bisa menghadirkan internet ke Gaza.

Internet di Gaza, untuk Siapa?

Netanyahu tentu bukan menemani Musk untuk mengunjungi situs tragedi di Israel tanpa sebab. Tapak tilas itu merupakan buntut dari penyataan Musk pada akhir Oktober lalu, manakala ia ingin memberi akses Starlink ke Gaza. Sejak 27 Oktober 2023, jaringan listrik dan saluran komunikasi di sana mati total imbas serangan Israel.

Sebagai jaringan satelit di orbit rendah Bumi, Starlink mampu jadi solusi. Proyek garapan SpaceX itu yang dapat menyediakan internet ke lokasi-lokasi terpencil, ke daerah-daerah yang infrastruktur komunikasinya tidak berfungsi dengan baik.

“SpaceX akan mendukung hubungan komunikasi dengan organisasi-organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza,” tulis Musk pada sebuah cuitan, setelah para warganet serukan permintaan pada sang taipan agar sediakan akses internet untuk para korban dan relawan.

Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi menentang gagasan itu. “Hamas akan menggunakan Starlink untuk aktivitas terorisme”.

Niat Musk untuk menyediakan internet di Gaza itulah yang melatari pertemuannya dengan Netanyahu di Kfar Aza. Setelah kunjungan itu, Musk menyuarakan dukungannya pada Israel. “Sangat mengejutkan melihat lokasi pembantaian, dan Israel tidak punya pilihan selain melenyapkan Hamas.”

Kunjungan Musk di Israel juga menghasilkan kesepakatan terkait Starlink. Musk akan benar-benar mengalirkan jaringan internet Starlink di Gaza, namun khusus untuk Israel. Warga Palestina tak akan bisa menggunakannya.

“Unit satelit Starlink hanya bisa dioperasikan oleh Israel dengan izin dari Kementerian Komunikasi Israel, termasuk untuk penggunaan di Jalur Gaza,” kata Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi.

Palestina Lebih Parah

Keputusan Musk itu, direspons oleh Hamdan dengan undangan ke Gaza, agar hartawan itu melihat dengan mata kepala sendiri, betapa besarnya perbedaan skala kerusakan yang ditimbulkan oleh Israel pada warga Palestina.

Hamdan juga meminta masyarakat internasional agar segera mengirimkan tim pertahanan sipil khusus untuk membantu mengevakuasi jenazah yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Sang pejabat juga menuntut Amerika Serikat untuk menarik diri dari keterlibatannya dengan Israel. “Saya menyerukan kepada Presiden AS [Joe] Biden untuk meninjau kembali hubungan AS dengan Israel dan berhenti memasok senjata kepada mereka.”

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Korban perang Israel dan Hamas terus berjatuhan. Kali ini, putra mantan panglima militer Israel Gadi Eisenkot tewas di Gaza. […]

[…] Hamas menginginkan, jika terjadi gencatan senjata lagi, militer Israel harus ditarik mundur ke negaranya. Namun, sepertinya langkah tersebut akan sulit dilakukan mengingat ambisi Israel yang ingin memusnahkan pasukan militan Palestina itu. […]

[…] dari kunjungannya ke Israel menemui Benjamin Netanyahu, Elon Musk hadir di program interviu New York Times, DealBook Summit. […]