Hamas: Tidak Ada Lagi Pembebasan Sandera sampai Perang Berakhir

by | Dec 22, 2023

Gaza | Hamas | Internasional | Israel | Politik

FOMOMEDIAGencatan senjata di Gaza bisa terjadi lagi jika Israel menarik semua militernya. Namun, hal itu akan dianggap menguntungkan Hamas.

Eskalasi perang Israel dan Hamas di Gaza semakin meningkat. Kali ini, Hamas dengan tegas mengatakan tidak akan melakukan pembebasan bagi sandera warga Israel lagi sampai perang berakhir.

Pasukan militan Palestina tersebut kali ini telah mengesampingkan pembebasan sandera. Sikap itu merujuk pada Israel setelah gencatan senjata yang langsung membombardir wilayah Gaza lagi.

Menurut laporan BBC, sejak gencatan senjata berakhir, Israel telah membunuh lebih dari 2.000 pejuang Hamas. Serangan bertubi-tubi yang turut menewaskan warga sipil Palestina itulah kemudian membuat Hamas geram.

Padahal, dalam beberapa hari terakhir, upaya gencatan senjata sedang diupayakan oleh banyak pihak. Dunia internasional melalui forum Majelis Umum PBB telah mendesak supaya adanya gencatan senjata.

Namun, langkah desakan terebut diabaikan oleh Israel, malahan justru tetap kukuh ingin memusnahkan Hamas hingga tak tersisa.

Negosiasi yang Alot

Perundingan gencatan senjata lagi sedang diusahakan. Bahkan, dari pihak Hamas sendiri telah mengirimkan perwakilan ke Kairo, Mesir, pada Rabu (20/12/2023) untuk melakukan pembahasan itu.

Baca juga:

Sayangnya, hingga Jumat (22/12/2023) hari ini belum ada kepastian mengenai gencatan senjata lagi. Israel tetap melakukan berbagai serangan ke wilayah Gaza.

Gara-gara itulah Hamas semakin marah ke Israel. Mereka hanya menuruti akan ada gencatan senjata lagi jika militer Israel benar-benar ditarik dari wilayah Gaza.

“Ada keputusan nasional Palestina bahwa tidak boleh ada pembicaraan mengenai tahanan atau kesepakatan pertukaran kecuali setelah penghentian agresi sepenuhnya,” kata pernyataan dari Hamas, dikutip dari BBC.

Langkah Hamas tersebut merupakan bentuk tekanan kepada Israel. Jika perang berakhir, maka para sandera akan segera dibebaskan.

Akan tetapi, dengan tawaran seperti itu, Israel tidak menyetujui. Pemerintah Israel tetap kukuh melakukan pertempuran hingga Hamas kalah.

Pemungutan Suara PBB

Rencana pemungutan suara di PBB bakal dilakukan lagi pada Jumat (22/12/2023) hari ini. Pada pertemuan itu, salah satu yang menjadi agenda pembahasan yakni tujuan peningkatan bantuan ke Gaza dan adanya resolusi.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Linda Thomas-Greenfield berencana akan menyampaikan dukungan terkait peningkatan bantuan itu. Menurutnya, saat ini di Gaza juga membutuhkan resolusi yang pasti.

“Saya hanya ingin berbagi dengan Anda bahwa kami telah bekerja keras dan tekun selama seminggu terakhir dengan Uni Emirat Arab, dengan negara lain, dengan Mesir, untuk menghasilkan resolusi yang dapat kami dukung,” kata Linda, dikutip dari The Guardian.

Salah satu resolusi yang akan dibahas yakni penghentian permusuhan di Gaza. Namun, di tengah resolusi itu, AS juga memiliki kekhawatiran tersendiri. 

AS yang bersekutu dengan Israel khawatir dengan adanya gencatan senjata permanen justru akan menguntungkan Hamas. Bahkan, Washington sendiri saat ini, alih-alih mendukung gencatan senjata, negara itu fokus pada penyelamatan warga sipil Gaza.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Luky

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments