Hamas dan Israel Perpanjang Gencatan Senjata 2 Hari

by | Nov 28, 2023

Internasional | Israel | Palestina | Politik

FOMOMEDIA – Perpanjangan gencatan senjata Hamas dan Israel selama dua hari menjadi harapan untuk peningkatan bantuan kemanusiaan.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas akhirnya diperpanjang selama dua hari. Sebelumnya, kesepakatan hanya berlangsung selama empat hari, yakni dari Jumat (24/11/2023) hingga Selasa (28/11/2023) pagi hari ini.

Menurut The Guardian, gencatan senjata Hamas dan Israel bisa diperpanjang berkat bantuan mediator negara lain. Qatar dan Mesir berperan penting sejak awal terjadinya gencatan kedua belah pihak. Dua negara tersebut pun kembali berhasil mengintervensi Israel dan Hamas untuk menyetujui kesepakatan itu.

Sebelum perpanjangan selama 48 jam tersebut, Israel berencana akan segera melakukan serangan lagi. Apalagi, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tak segan menyerbu markas Hamas baik dari jalur darat maupun udara.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengatakan bahwa pasukannya siap memulai pertempuran kembali. “Kekuatannya akan lebih besar, dan akan terjadi di seluruh jalur. Anda sekarang punya waktu beberapa hari, kami akan kembali berperang, kami akan menggunakan jumlah kekuatan yang sama dan lebih banyak lagi.”

Selain itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sejak awal serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu, telah berjanji akan membalas dendam. Bahkan, ia ingin menghancurkan pasukan militan Palestina itu.

Adanya ancaman itu pun sempat membuat khawatir banyak orang. Apalagi, saat ini masih banyak masyarakat Gaza yang belum sempat mengungsi.

Secercah Harapan

Jumlah sandera dari masing-masing pihak juga masih banyak yang belum dilepaskan. Pada hari ketiga gencatan senjata, Israel telah membebaskan 39 warga Palestina. Sedangkan, dari pihak Hamas menyerahkan 17 sandera.

Menurut laporan BBC, per Selasa hari ini, terdapat 11 warga Israel yang dibebaskan Hamas. Dalam dua hari ke depan, Hamas juga berkomitmen untuk membebaskan 20 perempuan dan anak-anak lainnya.

Sedangkan, sebanyak 33 warga Palestina telah dibebaskan Israel selama masa perpanjangan gencatan senjata. Kini, total warga Palestina yang dibebaskan menjadi 150 orang. Namun, jumlah tersebut masih sedikit lantaran jumlah warga Palestina yang ditahan Israel sebanyak hampir 7 ribu orang.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memuji langkah perpanjangan waktu itu. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi harapan dan kemanusiaan di tengah kegelapan perang.

“Dialog yang mengarah pada perjanjian tersebut harus dilanjutkan, menghasilkan gencatan senjata kemanusiaan penuh, demi kepentingan rakyat Gaza, Israel dan wilayah yang lebih luas,” kata Guterres, dikutip dari The Guardian.

PBB pun mengatakan bahwa jeda perang itu memungkinkan pengiriman makanan, air, dan obat-obatan dalam jumlah besar. Apalagi, pada Senin (27/11/2023) kemarin, setidaknya terdapat 200 truk telah memasuki Gaza dari Mesir.

Senada dengan PBB, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan dengan adanya tambahan waktu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan. AS pun mengklaim berperan penting dalam perpanjangan itu.

Sementara itu, seorang pejabat Hamas menyebut bahwa perpanjangan gencatan senjata dicapai berkat Qatar dan Mesir. “Kesepakatan telah dicapai dengan saudara-saudara di Qatar dan Mesir untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan sementara selama dua hari lagi, dengan ketentuan yang sama seperti gencatan senjata sebelumnya.”

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Perpanjangan masa gencatan senjata Hamas dan Israel dimanfaatkan untuk membebaskan pada sandera. Dalam dua hari itu Hamas telah membebaskan 10 warga Israel, empat warga Thailand, dan dua orang Rusia. […]

[…] Hamas belum kalah. Keberhasilan melakukan negosiasi dengan Israel untuk melakukan gencatan senjata menunjukkan bahwa Hamas masih “memegang beberapa […]