Hakim MK Saldi Isra: Saya Bingung, Ada yang Aneh dengan Keputusan MK

by | Oct 17, 2023

Gibran Rakabuming Raka | Mahkamah Konstitusi | Pemilu 2024 | Pilpres 2024 | Politik

FOMOMEDIA – Keputusan MK soal syarat capres dan cawapres dinilai sarat kepentingan politis. Bahkan, salah satu hakim sampai bingung sendiri.

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra merasa ada yang aneh dalam sidang putusan gugatan batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Gedung MK, Senin (16/10/2023) kemarin.

Saldi merasa bingung lantaran putusan MK dinilai berubah-ubah dalam waktu dekat.

“Bahwa berkaitan dengan pemaknaan baru terhadap norma Pasal 169 huruf q UU 7/2017 tersebut, saya bingung dan benar-benar bingung untuk menentukan harus dari mana memulai pendapat berbeda (dissenting opinion) ini,” kata Saldi dalam pembacaan pendapat berbedanya di ruang sidang MK, dikutip dari Republika.

Saldi merupakan satu dari sembilan hakim konstitusi yang membuat putusan atas berbagai gugatan yang dilayangkan ke MK. Dia menyebut, ada keanehan dalam pengambilan keputusan terkait syarat “pernah atau sedang menjadi kepala daerah” bagi capres dan cawapres.

“Sejak menapakkan kaki sebagai Hakim Konstitusi di gedung Mahkamah ini pada 11 April 2017, atau sekitar enam setengah tahun yang lalu, baru kali ini saya mengalami peristiwa aneh yang luar biasa dan dapat dikatakan jauh dari batas penalaran yang wajar: Mahkamah berubah pendirian dan sikapnya hanya dalam sekelebat,” lanjut Saldi.

Keanehan dan kebingungan Saldi lantaran MK menolak permohonan Partai Solidaritas Indonesia terkait batasan usia capres dan cawapres turun dari 40 tahun menjadi 35 tahun. Namun, sidang yang dipimpin oleh Ketua MK Anwar Usman tersebut justru mengabulkan gugatan Almas Tsaqibbirru Re A.

Mahasiswa Universitas Surakarta angkatan 2019 itu mengajukan permohonan bahwa syarat capres dan cawapres selama berpengalaman pernah atau sedang menduduki jabatan kepala daerah.

Akhirnya, pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu berubah menjadi: “Berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah”.

Tanggapan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menanggapi sidang putusan MK. Ketika sidang berlangsung, Jokowi sendiri sedang berada di luar negeri.

“Mengenai putusan MK, silakan ditanyakan ke MK. Jangan saya yang berkomentar. Silakan juga pakar hukum yang menilainya. Saya tidak ingin memberikan pendapat atas putusan MK. Nanti bisa disalahmengertikan seolah saya mencampuri kewenangan yudikatif,” kata Jokowi, dikutip dari Twitter resmi presiden.

Sementara itu, saat ini sedang berembus kabar terkait putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, akan maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo. Mengenai hal itu, Jokowi tidak menanggapi secara jelas. Menurutnya, pasangan capres dan cawapres ditentukan oleh partai politik.

“Pasangan capres dan cawapres itu ditentukan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Jadi, silakan saja tanyakan ke partai politik. Itu wilayah parpol. Dan saya tegaskan saya tidak mencampuri urusan penentuan capres atau cawapres,” pungkas Jokowi.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments