Hadiri Kondangan Pakai Helikopter, Ganjar Pranowo Kena Sentil Netizen

by | May 18, 2023

Ganjar Pranowo | Lingkungan | Politik

FOMOMEDIA – Aksi Ganjar Pranowo naik helikopter saat hadiri acara kondangan menuai banyak pertanyaan. Mulai dari sumbang emisi karbon tinggi sampai dugaan gratifikasi.

Kedatangan Ganjar Pranowo dalam acara ngunduh mantu adik Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (13/5/2023), menuai kritikan. Sebab, Gubernur Jawa Tengah tersebut datang ke Rembang dengan menggunakan helikopter.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar terlihat datang ditemani istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti. Ganjar beserta Atiqoh turun dari helikopter di Stadion Krida, Rembang, sebelum menaiki mobil menuju lokasi acara.

Ganjar yang telah dideklarasikan secara resmi sebagai calon presiden oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan teriakan dari warga sekitar. Banyak warga yang tak menyangka Ganjar hadir di tengah-tengah mereka.

Tak hanya Ganjar, sejumlah tokoh lain turut hadir dalam acara adik Menteri Agama tersebut, mulai dari Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua MUI Muhammad Cholil Nafis, sampai Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Pakai Helikopter PK-JCH

Akun Twitter @ZakkiAmali melakukan analisis terkait jenis helikopter yang ditumpangi oleh Ganjar. “Ini adalah helikopter yang digunakan oleh Gub Jateng Ganjar Pranowo ke acara pernikahan adik Menteri Agama di Rembang pada Sabtu (13/5),” tulisnya pada Rabu (17/5/2023).

Di dalam utasnya, Zakki Amali juga menyertakan beberapa sumber. Salah satunya adalah footage video yang berasal dari YouTube @MusyafaMusa40.

Zakki juga melakukan identifikasi jenis helikopter tersebut. Menurutnya, helikopter yang ditumpangi oleh Ganjar tersebut memiliki kemiripan dengan helikopter Bell 407 yang terdaftar dengan nomor ekor PK-JCH.

Kemudian, untuk menguatkan identifikasinya, Zakki pun mengecek flight history tanggal 13 Mei 2023 via flightradar24.com. Hasilnya, helikopter PK-JCH terbang dari arah Semarang ke Demak sekitar pukul 9 pagi.

Identifikasi yang dilakukan Zakki tak berhenti di situ. Ia menemukan fakta bahwa helikopter PK-JCH dimiliki oleh PT Pura Wisata Baruna. “Perusahaan ini adalah bagian dari Pura Group–salah satu perusahaan percetakan terbesar di Indonesia–lokasi pabrik di Kudus-Pati, Jawa Tengah,” tulis Zakki.

Di dalam utasnya itu, Zakki pun mempertanyakan penggunaan helikopter yang dinaiki oleh Ganjar dan istrinya untuk menghadiri kondangan. Alih-alih naik mobil, menurut Zakki, dengan pakai helikopter, emisi karbon yang dihasilkan Ganjar lebih tinggi.

“Pemimpin harusnya jadi contoh dalam upaya menjaga iklim dari paparan emisi berlebih,” kata Zakki.

Rawan Gratifikasi

Selain masalah dampak emisi karbon yang dihasilkan, penggunaan helikopter oleh seorang pejabat sangat rawan gratifikasi. Hal ini disorot tajam oleh Dandhy Laksono, seorang jurnalis merangkap filmmaker.

Melalui akun Twitter-nya, pria kelahiran Lumajang, 29 Juni 1976, tersebut menulis empat poin penting menanggapi utas Zakki. 

“Kondangan bukan agenda dinas. Helikopter bukan kendaraan dinas.  Artinya, seharusnya bayar sendiri. Kalau tidak, ada potensi gratifikasi,” tulis Dandhy.

Tak hanya itu saja, Dandhy juga menyertakan terdapat peristiwa serupa, yakni kasus Firli Bahuri. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) atas dugaan gratifikasi saat menyewa helikopter swasta 20 Juni 2020 silam untuk perjalanan ke Palembang dan Baturaden.

Berdasarkan analisis ICW, Firli diduga mendapatkan gratifikasi berupa diskon harga sewa helikopter.

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments