Greta Thunberg Lakukan Aksi Mogok Sekolah Terakhir Kalinya

by | Jun 12, 2023

Greta Thunberg | Iklim | Lingkungan

FOMOMEDIA – Greta Thunberg sudah lulus sekolah. Namun, saban Jumat dia bakal tetap melakukan protes tentang perubahan iklim seperti yang telah dilakukannya sejak 2018.

Selama lima tahun terakhir Greta Thunberg melakukan aksi mogok sekolah tiap hari Jumat. Kini, meski ia sudah lulus sekolah, bukan berarti api perlawanannya padam.

Perempuan yang memiliki nama panjang Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg ini memang sohor di dunia aktivisme. Namanya dikenal sebagai aktivis muda yang peduli terhadap isu lingkungan.

Perempuan kelahiran Stockholm, Swedia, itu mengawali gerakan aktivisme peduli terhadap lingkungan pada 2018. Saat itu, untuk pertama kalinya Thunberg mengawali aksi mogok sekolah yang dilakukan di luar gedung parlemen Swedia di tengah kota Stockholm. 

Gerakan protes tunggal yang dimulai oleh Thunberg tersebut dilakukan setiap hari sekolah selama tiga minggu. Ia memprotes kurangnya tindakan terhadap krisis iklim.

Thunberg kerap memposting aksinya itu baik di Instagram dan Twitter yang akhirnya menjadi viral. Gerakan protesnya pun semakin masif dan dikenal luas oleh khalayak.

Protes yang dimulai Thunberg saat berusia 15 tahun itu tumbuh dan menjadi gerakan internasional. Thunberg mampu menginspirasi jutaan anak muda di seluruh dunia untuk peduli terhadap perubahan iklim.

Beberapa gerakan seperti Fridays for Future atau School Strike for Climate sampai saat ini masih terus digalakkan. Kini, meski Thunberg baru saja lulus dari SMA, ia melakukan aksi mogok sekolah untuk terakhir kalinya. Pengumuman kelulusan Thunberg tersebut ia sampaikan di Twitter pribadinya.

“Pekan pemogokan sekolah ke-251. Hari ini, saya lulus dari sekolah, yang berarti saya tidak dapat lagi mogok sekolah karena iklim. Ini adalah pemogokan sekolah terakhir bagi saya, jadi saya kira saya harus menulis sesuatu pada hari ini,” tulis @GretaThunberg, pada Jumat (9/6/2023)

“Ketika saya mulai protes pada tahun 2018, saya tidak pernah berharap itu akan menghasilkan apa pun. Setelah melakukan pemogokan setiap hari selama tiga minggu, kami adalah sekelompok kecil anak yang memutuskan untuk terus melakukannya setiap hari Jumat. Dan kami melakukannya, begitulah cara Fridays For Future dibentuk,” lanjut Thunberg.

Dalam utasnya itu, Thunberg menceritakan bagaimana ia mengawali gerakan protes tersebut. Ia menceritakan kilas balik bagaimana pada tahun 2019 terdapat jutaan anak muda mogok sekolah karena masalah iklim. 

Aksi mogok jutaan anak muda tersebut membanjiri jalanan lebih dari 180 negara. Namun, gerakan tersebut sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Thunberg dan kawan-kawan seperjuangannya pun harus mencari cara baru sebagai bentuk protes.

“Kami yang bisa angkat bicara memiliki kewajiban untuk melakukannya. Untuk mengubah segalanya, kita membutuhkan semua orang. Saya akan terus memprotes pada hari Jumat, meskipun secara teknis itu bukan “pemogokan sekolah”. Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan semua yang kami bisa. Pertarungan baru saja dimulai,” kata Thunberg.

Seiring pandemi yang mulai longgar, gerakan turun ke jalan dilakukan lagi. Sosok Thunberg memang sudah begitu terkenal di kalangan para pemimpin dunia. Bahkan, ia pernah berbicara kepada para pemimpin dunia tentang keadaan darurat iklim di KTT aksi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dikutip dari The Guardian, perempuan yang berusia 20 tahun tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan gerakan pemogokan sekolah adalah “perasaan yang luar biasa”.

Kini, sosok Thunberg telah lulus dari sekolahnya. Namun, gerakan mogok sekolah tiap Jumat itu akan tetap dilanjutkan para anak muda lainnya. Bara perlawanan akan selalu menyala.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments