Gara-gara Serukan Reformasi via Medsos, Perempuan Arab Saudi Masuk Bui

by | May 31, 2023

Arab Saudi | Internasional | Perempuan

FOMOMEDIA – Manahel al-Otaibi dibui karena suarakan reformasi perempuan di Arab Saudi. Adiknya pun kemudian menyusul ditangkap.

Sekuat-kuatnya upaya Mohammed bin Salman menunjukkan perubahan positif yang telah terjadi di Arab Saudi, realitasnya acapkali bertentangan dengan narasi yang dia sampaikan. Bukti terbarunya, seorang perempuan ditangkap karena menyerukan reformasi lewat Twitter dan Snapchat.

Perempuan yang dijebloskan ke tahanan tersebut adalah Manahel al-Otaibi. Ia adalah seorang aktivis hak-hak perempuan Arab Saudi.

Perempuan 29 tahun itu ditahan lantaran akun Twitter dan Snapchat-nya diduga mempromosikan gerakan reformasi sosial di Saudi, terutama untuk urusan pemenuhan hak perempuan dan pekerjaan.

Penangkapan terhadap Manahel terjadi pada November 2022 silam. Perempuan yang berprofesi sebagai instruktur kebugaran dan seniman itu juga dituduh oleh otoritas Arab Saudi telah menggunakan tagar #societyisready dan  #EndMaleGuardianship yang menyerukan diakhirinya aturan perwalian kaum laki-laki.

Manahel el-Otaibi saat masih bebas. (Foto: AFP)

Dari rentang waktu November 2022 sampai Mei 2023 ini, meski belum dijatuhi vonis hukuman apa pun, Manahel mesti mendekam di dalam bui.

Sementara itu, ALQST for Human Rights menyebut bahwa saudara perempuan Manahel juga ditahan. Kali ini, bukan hanya perkara Twitter atau Snapchat, tapi masalah pakaian yang digunakan.

“Dua saudara perempuan dari #SaudiArabia, aktivis media sosial Manahel dan Fouz al-Otaibi, telah dituntut karena tidak mengenakan pakaian yang ‘layak’ dan mentwit dengan tagar feminis termasuk #EndMaleGuardianship,” tulis kelompok hak asasi manusia di Saudi melalui akun Twitternya, @ALQST_En, Selasa (30/5/2023)

Pembatasan Hak Perempuan

Isu mengenai pembatasan hak kaum perempuan di Arab Saudi memang senantiasa jadi sorotan.

Mulai dari masalah hak waris, hak mengakhiri hubungan dalam pernikahan, dan lain sebagainya. Tuntutan-tuntutan semacam itulah yang sedang digaungkan para perempuan yang hidup di Arab Saudi.

Seperti yang pernah digaungkan oleh Salma al-Shehab misalnya. Perempuan berusia 34 tahun asal Saudi tersebut dijatuhi hukuman 34 tahun penjara. 

Salma yang merupakan mantan mahasiswa doktoral di Universitas Leeds dijatuhi hukuman oleh pengadilan terorisme karena memiliki akun Twitter. Ia dianggap sebagai pembangkang.

Sementara itu, menurut Lina al-Hathloul, aktivis Arab Saudi yang menjabat sebagai kepala pemantauan dan advokasi ALQST for Human Rights, kasus yang dialami perempuan seperti Manahel adalah janji kosong Arab Saudi perihal reformasi.

“Kasus-kasus Manahel adalah contoh lain dari janji kosong Saudi dalam hal reformasi. Perempuan Saudi masih dipenjara dan menghadapi persidangan palsu karena menuntut hak mereka, atau hanya percaya bahwa mereka sekarang bebas mengenakan apa yang mereka inginkan,” kata Lina, dikutip dari The Guardian.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments