Gara-gara Kritik Pemerintah, Siswi SMP Dipolisikan Pejabat Pemkot Jambi

by | Jun 6, 2023

Anak | Jambi | Sosial

FOMOMEDIA – Seorang siswi SMP Jambi dipolisikan karena mengkritik pemerintah daerah. Mau dibawa ke mana demokrasi di Indonesia ini?

Sosok perempuan muda bernama Syarifah Fadiyah Alkaff baru-baru ini sedang menjadi sorotan banyak pihak. Ia adalah seorang siswi SMP Negeri 1 Kota Jambi baru saja dilaporkan oleh Pemkot Jambi lantaran kritikannya.

Syarifah dilaporkan lantaran membuat kritik melalui videonya yang diunggah di akun TikTok @fadiyahalkaff. Di dalam video yang diunggah pada 12 Mei 2023 itu, Syarifah terlihat mengkritik Pemkot Jambi yang dinilai lebih bejat daripada pemerintah Lampung.

“Kepada yang mulia bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, saya Syarifah Fadiyah Alkaff cicit dari nenek Hapsa, seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Saya meminta kepada bapak, kalau bapak bisa memperbaiki jalan yang ada di Lampung karena viral, tolong Pak, tegakkan keadilan yang selama puluhan tahun ini nenek kami cari,” kata Syarifah dalam video yang diunggahnya.

“Beliau adalah pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Rumah dan sumurnya dirusak oleh perusahaan China yang tak bertanggung jawab terus-menerus selama 10 tahun menjalani akibat kebijakan dari Wali Kota Jambi, Syarif Fasha,” lanjut Syarifah.

Semenjak videonya viral, Syarifah dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemkot Jambi, Muhamad Gempa Awaljon Putra, dan Humas Kota Jambi ke Polda Jambi. Ia dilaporkan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Adanya laporan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto. “Benar. Ada laporan dari Pemkot Jambi,” kata Mulia, dikutip dari kompas.com. Mulia juga menambahkan, bahwa perkembangan kasus dari Syarifah ini akan terus diinformasikan kembali.

Tuntut Permintaan Maaf

Terkait adanya laporan tersebut, Pemkot Jambi menyebut tidak akan melanjutkan langkah hukum jika Syarifah meminta maaf. 

“Dari awal laporan, kita sudah sampaikan tidak ada niat untuk memenjarakan, ketika ada permintaan maaf maka kasus ini tidak akan berlanjut,” kata Gempa dalam konferensi pers, dikutip dari detik.com.

“Yang kita laporkan ini bukan secara pribadi, tapi akun TikTok-nya, kita tidak tahu kalau namanya Syarifah, selain itu dalam video yang di-upload Syarifah menyebutkan Walikota itu adalah kerajaan Firaun dan pegawainya iblis semua, kata-kata itulah yang kita laporkan,” terang Gempa.

Gempa menyebut, Pemkot Jambi sudah memaafkan Syarifah. Diketahui bahwa Syarifah menyebut tentang adanya Kerajaan Firaun yang dikaitkan dengan Pemkot Jambi.

Terkait dengan video yang menyebut tentang adanya Kerajaan Firaun, akhirnya Syarifah meminta maaf melalui TikTok-nya pada Minggu (4/6/2023).

“Saya menyadari dengan penuh bahwa terdapat kalimat atau pemilihan kata yang saya paparkan tidak etis menyinggung atau menyakiti hati Pemkot Jambi dan Wali Kota Jambi bapak Syarif Fasha. Atas dasar tersebut saya meminta maaf dengan tulus atas kelalaian saya, di mana hal tersebut berasal dari luapan emosi yang tidak bisa saya coping dengan baik,” kata Syarifah.

Sementara itu, mendengar adanya kabar pelaporan terhadap Syarifah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menanggapi permasalahan itu. Melalui cuitan di Twitter-nya, Mahfud memberikan sikap.

Terimakasih atas infonya. Polhukam akan berkoordinasi dengan Kementerian PPA, Kompolnas, dan Komisi Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi, membantu mendampingi anak ini. Dampingi, lindungi, dan jernihkan masalahnya, perlakukan anak-anak sesuai dengan hukum yang berlaku bagi anak-anak,” tulis Mahfud.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments