Ganjar di Tayangan Azan: Benarkah Wujud Politik Identitas?

by | Sep 11, 2023

Ganjar Pranowo | Pemilu | Pemilu 2024 | Pilpres 2024 | Politik | Politik Identitas

FOMOMEDIA – Isu politik identitas berembus usai munculnya Ganjar di tayangan azan. Kini, KPI sedang meminta klarifikasi kepada pihak televisi terkait.

Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo jadi perbincangan hangat usai dirinya muncul dalam tayangan azan magrib yang disiarkan MNC Group. Capres dari PDIP tersebut dianggap telah memanfaatkan politik identitas.

Cuplikan video Ganjar di televisi itu diunggah ke media sosial (medsos). Pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968, tersebut dianggap secara sengaja sedang mencari basis dukungan massa umat Islam.

Dalam video, Ganjar yang menjadi model terlihat mengenakan baju koko putih, peci hitam, dan sarung batik. Ia terlihat sedang menyalami dan mempersilakan jemaah lain yang masuk ke masjid.

Gubernur Jawa Tengah itu juga terlihat sedang melakukan wudu. Kemudian, ia pun langsung masuk ke masjid dan mengambil barisan makmum paling depan.

Munculnya Ganjar di tayangan azan menjadi polemik dan dianggap sebagai pemanfaatan politik identitas lantaran ia akan maju sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang. Apalagi, selama ini belum ada pejabat publik yang muncul sebagai model video azan.

Apa itu Politik Identitas?

Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, Nurlia Dian Paramita, sebagaimana dikutip dari BBC News Indonesia, politik identitas adalah ketika seseorang menggunakan simbol yang berkaitan dengan sesuatu yang melekat di dirinya.

Bentuk politik identitas tersebut bisa berupa suku, agama, atau ras. Politik identitas memiliki tujuan untuk menghimpun kekuatan basis massa yang memiliki kesamaan.

Namun, di sisi lain, video dari Ganjar itu juga dianggap tak lebih dari sekadar ajakan kepada masyarakat untuk beribadah.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa video Ganjar tersebut bukan sebagai bentuk politik identitas. Menurutnya, video Ganjar biasa muncul seperti tokoh politik lainnya dalam iklan ucapan hari besar keagamaan.

“Jelas bukan politik identitas. Politik identitas tak sederhana begitu definisinya. Itu hanya tayangan orang sholat. Mengajak kebaikan,” kata Adi, dikutip dari Tempo.

“Banyak sekali elit negara yang tampil jelang dan saat buka puasa bilang marhaban ya Ramadhan dan mengucapkan selamat berpuasa, dituding politik identitas? Padahal bukan politik identitas,” lanjutnya.

PDIP Membantah

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pun tak tinggal diam mendengar kadernya telah dianggap melakukan politik identitas. Hasto pun menyatakan bahwa Ganjar merupakan sosok yang religius.

“Bukan (politik identitas), karena dari sisi Pak Ganjar Pranowo merupakan sosok yang religius, religiusnya tidak dibuat-buat,” kata Hasto.

Senada dengan Adi, Hasto menilai bahwa Ganjar hanya mengajak kepada masyarakat untuk taat beribadah. Hal tersebut, kata Hasto, merupakan langkah yang positif.

“Kalau untuk mengajak masyarakat dengan senyum, untuk berdoa bersama untuk menjalankan salat lima waktu, itu merupakan hal yang positif. Bagi umat Kristen mengajak ke gereja, bagi umat Hindu di pura, itu merupakan sesuatu yang bagus. Karena itu jangan menampilkan identitas yang menunjukan spiritualitas sebagai bangsa, lalu kemudian dikatakan politik identitas,” ujar Hasto.

Respons KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengetahui tayangan tersebut kini meminta RCTI, stasiun televisi yang menyiarkan tayangan azan, untuk memberikan klarifikasi. KPI pun sudah mengirimkan surat kepada stasiun televisi milik MNC Group itu.

“Kami tengah lakukan kajian terhadap hal tersebut dan kami minta segera klarifikasi Lembaga Penyiaran yang menayangkan,” kata Aliyah, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, dikutip dari Republika.

Aliyah belum bisa memastikan apakah tayangan dari Ganjar tersebut memiliki potensi pelanggaran. Selain itu, dari pihak KPI pun sedang melakukan kajian.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] calon presiden (capres) Ganjar Pranowo yang muncul dalam tayangan azan di televisi swasta hingga kini masih menimbulkan pro dan kontra. Selain dianggap bentuk politik […]