Gagal Tanam Singkong, Kementan Tanam Jagung Pakai Polybag di Food Estate?

by | Dec 22, 2023

Food Estate | Pangan | Politik

FOMOMEDIAGagal tanam singkong di proyek food estate, jagung jadi alternatif. Namun, diduga bahwa tanaman itu justru ditanam menggunakan media polybag.

Proyek lumbung pangan nasional atau food estate kembali menjadi sorotan. Kali ini, proyek yang luasnya ratusan ribu hingga satu juta hektare di Kalimantan itu dinilai gagal.

Lumbung pangan sendiri memang populer pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Program sebagai siasat ketahanan pahan itu bahkan melibatkan beberapa kementerian.

Pada awalnya, proyek lumbung pangan diserahkan kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Pada 2020, setidaknya ada 600 ribu hektare di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digarap kementerian itu.

Namun, pada tahun yang sama, proyek tersebut itu melibatkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Menurut Jokowi, dinukil dari CNBC Indonesia, bahwa peran Kemenhan tak hanya mengurusi alat tempur saja, tetapi bisa terlibat dalam ketahanan bidang lain seperti pangan.

“Namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu,” kata Jokowi, dikutip dari CNBC Indonesia.

Sementara itu, salah satu komoditas unggulan yang dijadikan sebagai tanaman di food estate yakni singkong. Kemenhan pun kebagian untuk menggarap jenis tanaman ini di lahan tersebut.

Namun, sayangnya proyek penggarapan kebun singkong ini gagal. Proyek yang berada di Gunung Mas, Kalteng itu pun akhirnya dilimpahkan lagi ke Kementan.

Baca juga:

Jagung Ditanam di Polybag

Kegagalan singkong yang ditanam oleh Kemenhan pun ditepis oleh pemerintah. Di bawah kendali Kementan, tanaman pun diubah menjadi jagung.

Pemerintah melalui Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi proyek lumbung pangan di Gunung Mas, Kalteng, Senin (11/12/2023) lalu. Di tempat itu, Amran menunjukkan bahwa tanaman jagung sebagai pengganti singkong.

Menurut laporan Greenpeace Indonesia, sekilas jagung yang ditanam oleh Kementan tumbuh subur. Namun, ketika Greenpeace Indonesia bersama dengan Walhi Kalteng, LBH Palangkaraya, dan Save Our Borneo berkunjung ke lokasi food estate, justru muncul fakta mengejutkan.

Menurut Greenpeace, mereka menemukan bahwa tanaman jagung tersebut ditanam di dalam media polybag. Adanya penemuan itu pun tentu mencengangkan. 

Proyek food estate seharusnya bisa dilakukan dengan tanah yang sudah dibuka oleh Kemenhan. Namun, tanah itu justru tidak dipakai secara langsung. Penggunaan polybag sebagai media tanam pun menunjukkan bahwa di tanah itu tidak bisa dijadikan sebagai lahan tanaman singkong maupun jagung.

Pemerintah Membantah

Mendengar isu penggunaan polybag di proyek food estate, Amran langsung membantah. Menurutnya, penggunaan polybag hanya dilakukan pada benih percobaan saja.

“Itu pun hanya beberapa pot saja karena benih yang lain tetap menggunakan media tanah secara langsung,” kata Amran, dikutip dari Tempo.

Kata Amran, Kementan bersama Kemenhan memang terus mengembangkan jagung di lahan food estate di Gunung Mas. Menurutnya, jagung yang sudah ditanam di tempat itu sudah tumbuh setinggi orang dewasa.

“Jagungnya tumbuh subur dan pola tanamnya langsung di tanah. Tidak benar kalau ada yang mengatakan penanaman di polybag,” ujar Amran.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Luky

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Pertahanan (Menhan) tersebut mempertanyakan jika masih ada tokoh-tokoh nasional yang mempertanyakan pentingnya food estate. Kata Prabowo, tokoh semacam itu tidak paham dan tidak mau […]

[…] Gagal Tanam Singkong, Kementan Tanam Jagung Pakai Polybag di Food Estate? […]