Epic Games Menang Gugatan Melawan Monopoli Google

by | Dec 12, 2023

Epic Games | Google | Teknologi

FOMOMEDIAGoogle dinyatakan kalah atas gugatan yang dilayangkan Epic Games. Dugaan monopoli terkait distribusi perangkat lunak telah terkuak.

Perusahaan pengembang perangkat lunak Epic Games baru saja memenangkan gugatan melawan Google. Gugatan yang sudah dilayangkan selama tiga tahun tersebut dimenangkan usai perusahaan mesin telusur terbesar itu diduga menjalankan monopoli di toko aplikasinya.

Menurut laporan The Verge, Epic Games berhasil memenangkan gugatan lantaran hakim mengetahui Google bertindak curang. Para hakim menemukan bahwa Google secara sengaja mengubah aplikasi Google Play dan layanan penagihan Google Play menjadi tempat monopoli ilegal.

Dalam kasus sengketa dua perusahaan itu, para hakim awalnya merasa kesulitan untuk mengungkap kasus. Apalagi, Google saat ini berperan besar dalam proses sirkulasi berbagai aplikasi yang ada dalam sistem Android.

Sebagai aplikasi pengembang perangkat lunak, Epic Games sebetulnya memerlukan peran distribusi yang dilakukan oleh Google. Sayangnya, pihak Google sendiri dianggap telah melakukan kecurangan terkait persaingan pasar.

Google Mau Banding

Wilson White selaku Wakil Presiden Urusan Google dan Kebijakan Publik mengatakan bahwa perusahaannya berencana untuk mengajukan banding. Apalagi, keputusan tersebut dianggap telah mencoreng nama baik Google.

“Persidangan tersebut memperjelas bahwa kami bersaing ketat dengan Apple dan App Store-nya, serta toko aplikasi di perangkat Android dan konsol game,” kata White, dikutip dari The Verge.

Baca juga:

Sementara itu, terbongkarnya praktik monopoli distribusi penjualan di Google Play telah menjadi kemenangan tersendiri bagi Epic Games.

Menyambut kemenangan tersebut, mereka membuat pernyataan di situs resmi mereka. Menurut mereka, putusan hari ini merupakan kemenangan bagi semua pengembang aplikasi dan konsumen di seluruh dunia. Hal ini membuktikan bahwa praktik toko aplikasi Google adalah ilegal dan mereka menyalahgunakan monopoli mereka untuk memungut biaya selangit, menghambat persaingan, dan mengurangi inovasi.

Kemudian, perusahaan yang berdiri pada 1991 ini menulis, “Google mengenakan pajak sebesar 30 persen pada pengembang hanya karena mereka telah mencegah munculnya pesaing yang menawarkan penawaran yang lebih baik. Dan para eksekutif Google mengakui di Pengadilan bahwa tawaran tarif 26 persen untuk opsi pembayaran pihak ketiga adalah pilihan palsu bagi pengembang.”

Berbeda dengan Apple

Selain bermasalah dengan Google, rupaya Epic Games juga sempat terlibat permasalahan dengan Apple. Gugatan yang sama dengan Google juga dilayangkan ke Apple.

Sayangnya, para hakim menilai bahwa Apple tidak terbukti terlibat dalam monopoli distribusi peredaran perangkat lunak milik perusahaan yang berbasis di Cary, North Carolina, AS, tersebut. Apple pun memenangkan perkara yang bersengketa dengan pengembang gim itu.

Gugatan dilayangkan ke Apple berbeda dengan yang ditujukan ke Google. Kemenangan Epic Games atas Google telah menandai bahwa setiap perusahaan pengembang perangkat lunak bisa bebas mengatur sistem penagihan tanpa bergantung dengan aplikasi macam Google Play.

Meski demikian, kemenangan Epic Games atas Google belum berakhir. Pada Januari 2024 mendatang, sidang akan kembali digelar. Beberapa tuntutan lainnya yang dilayangkan Epic Games terhadap Google masih terus berlanjut.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] audio ini dikenalkan oleh Google sebagai opsi baru. Apalagi ketika melakukan panggilan, reaksi semacam emoji dianggap […]

[…] lahir ke dunia ini sekira 10 tahun lalu, kehadiran mereka sangat unik di industri ini, mereka tidak seperti yang lain,” kata Kojima, dikutip Variety […]