Empat Astronot Lintas Negara Berangkat ke ISS

by | Aug 28, 2023

Antariksa | Internasional | Luar Angkasa | Teknologi

FOMOMEDIA – Keberangkatan empat astronot dari empat negara menunjukkan bahwa persatuan umat manusia adalah kunci keberhasilan.

Empat astronot dari empat negara telah meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), Sabtu (26/8/2023) lalu. Mereka lepas landas menuju laboratorium menggunakan kapsul SpaceX untuk menggantikan empat astronot yang sudah tinggal di sana sejak Maret 2023.

Keempat astronot yang tergabung dalam misi Crew-7 itu berasal dari Denmark, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat (AS). Para astronot tersebut lepas landas dari Kennedy Space Center.

Menurut laporan The Guardian, ini pertama kalinya dilakukan peluncuran empat astronot dari empat negara berbeda. Diketahui, NASA memang membuka layanan untuk memberangkatkan astronot dari negara lain.

“Kami adalah tim yang bersatu dengan misi yang sama,” kata Jasmin Moghbeli dari NASA melalui radio, dikutip dari The Guardian

Moghbeli sendiri merupakan seorang pilot marinir AS yang kini menjabat sebagai komandan. Ia bergabung dalam misi enam bulan tersebut bersama Andreas Mogensen dari Badan Antariksa Eropa, Satoshi Furukawa dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, dan Konstantin Borisov dari kosmonot Roscosmos Rusia.

Dalam laporan The Guardian itu, Direktur Jenderal Badan Antariksa Eropa, Josef Aschbacher, mengatakan bahwa untuk menjelajah luar angkasa memang harus dilakukan secara bersama-sama.

“Ruang angkasa benar-benar bersifat global, dan kerja sama internasional adalah kuncinya,” ujar Aschbacher.

Misi Apa?

Menurut laporan CNN, misi tersebut merupakan penerbangan kedelapan yang dioperasikan oleh NASA dan SpaceX. Penerbangan tersebut juga menjadi bagian dari program kru komersial dua lembaga itu untuk mengangkut astronot ke ISS.

“Kami sangat bangga—dan secara pribadi saya merasa tersanjung—menjadi anggota kru yang luar biasa ini, di mana Anda akan melihat bendera negara yang berbeda pada masing-masing petak,” kata Moghbeli, dikutip dari CNN.

“Kami ingin ini mewakili semua yang kami lakukan dalam misi ini. Semoga misi ini bermanfaat bagi planet rumah kita yang indah dan orang-orang di dalamnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Crew-7 sendiri diperkirakan akan tinggal di ISS selama 190 hari. Mereka akan melakukan serangkaian eksperimen dan penelitian. Mulai dari menyelidiki potensi risiko penyebaran bakteri dan jamur dari misi luar angkasa, hingga menganalisis apakah mikroorganisme dapat dikeluarkan dari ventilasi ISS dan dimuntahkan ke ruang hampa udara.

Peran Kosmonot Rusia

Salah satu yang menarik dari misi Crew-7 yakni keberadaan kosmonot Rusia. Borisov menjadi orang ketiga dari Roscosmos yang terbang dengan pesawat luar angkasa buatan AS.

“Saya sangat bersemangat, sungguh. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari kru internasional. Para astronot dan kosmonot berpengalaman mengatakan bahwa, ketika Anda pergi ke ISS dan melihat planet ini, Anda melihat bahwa tidak ada perbatasan. Dan sungguh, saya ingin menyampaikan perasaan dan emosi itu,” kata Borisov.

Adanya pembagian kursi antara orang AS dan Rusia tersebut lantara adanya perjanjian pertukaran kursi yang disepakati oleh NASA dan Roscosmos sejak 2022. Berbagi kursi dua lembaga adidaya itu pun telah menjadi tradisi tersendiri pada dewasa ini.

Selain itu, adanya kesepakatan berbagi tumpangan itu juga menjadi hal penting bagi NASA. Meski kedua negara masih sering bersitegang, apalagi adanya invasi Rusia ke Ukraina, NASA mengatakan hal tersebut tidak akan berpengaruh.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments