Eksekutif Teknologi Gelar Pertemuan Tertutup, Bahas Bahaya AI

by | Sep 14, 2023

Amerika Serikat | Kecerdasan Buatan | Teknologi

FOMOMEDIA – Para raksasa teknologi bertemu dengan para penyusun kebijakan di sebuah forum tertutup untuk membahas bahaya AI.

Forum tertutup itu berlangsung di Capitol Hill, Rabu (13/9/2023). Saat meninggalkan gedung, Elon Musk menyebut forum yang baru dihadirinya sebagai “pertemuan bersejarah”. Ia mengesankan bahwa pertemuan akan berpengaruh besar dalam menentukan masa depan.

Selain Musk, hadir pula Mark Zuckerberg, CEO Meta; Bill Gates, Mantan CEO Microsoft; Sundar Pichai, CEO Google; Sam Altman, CEO OpenAI; dan para eksekutif teknologi lain.

Pertemuan bertajuk AI Insight Forum itu mengundang 100 orang senator. Tidak semua undangan hadir, tetapi lebih dari 60 senator menduduki kursi hari itu.

Forum itu turut dihadiri pemimpin partai buruh, kelompok hak asasi manusia, dan perwakilan industri hiburan. Di antaranya termasuk Elizabeth Shuler, pimpinan AFL-CIO; Charles Rivkin, CEO Motion Picture Association; Janet Murguía, pimpinan UnidosUS; dan Maya Wiley, CEO Konferensi Kepemimpinan tentang Hak Sipil & Hak Asasi Manusia.

BACA JUGA:

Forum itu berfungsi sebagai sesi jejak pendapat tentang bagaimana anggota parlemen semestinya meregulasi AI. Perkembangan AI akan memicu booming teknologi yang mentransformasi berbagai aspek kehidupan kita. Akan ada bahaya eksistensial jika kemajuan teknologi tak terkendali. Para eksekutif memanfaat kesempatan itu untuk mengajukan kerangka kerja mereka.

Bahaya AI: Ancam Peradaban?

“Konsekuensi dari pengembangan AI yang keliru akan sangat parah sehingga kita harus proaktif alih-alih reaktif.” kata Musk saat dicegat wartawan sebelum merunduk masuk ke Teslanya.

“Ini benar-benar salah satu ancaman peradaban. Masalah ini bukan soal … satu kelompok manusia lawan yang lain. Ini semacam, hei, ini sesuatu yang bisa mengancam semua manusia di mana pun,” lanjut CEO SpaceX itu.

Ditanya apakah AI akan menghancurkan umat manusia, Musk diam sejenak, lantas menjawab: “Ada beberapa peluang di atas nol bahwa AI akan membunuh kita semua. Saya pikir itu rendah. Tetapi selama ada peluangnya, saya pikir kita harus mempertimbangkan rapuhnya peradaban manusia.”

CEO SpaceX, Elon Musk.

Schumer, senator penyelenggara forum tersebut, sebelumnya berpendapat, “AI memiliki potensi luar biasa untuk melakukan berbagai hal baik: menyembuhkan kanker, membuat pasokan makanan kita lebih baik, menangani keamanan nasional kita, membantu pendidikan kita.”

“AI memiliki potensi luar biasa untuk melakukan hal-hal buruk: melanggengkan bias, menyingkirkan banyak orang dari pekerjaan, dan bahkan membiarkan musuh-musuh kita mendahului kita,” tambahnya, dikutip CNBC

Lisensi: Solusi Kendalikan Bahaya AI?

Di dalam forum, Zuckerberg menggarisbawahi bahwa sebagian besar percakapan difokuskan pada AI generatif, yang belakangan paling mengancam pekerjaan manusia. Ia mengingatkan, “Kita tidak boleh melupakan kemajuan yang lebih luas di seluruh visi komputer, pemrosesan bahasa alami, robotika, dan banyak lagi, yang juga akan berdampak pada masyarakat.”

Zuckerberg memberi penekanan agar regulasi AI mementingkan aspek keamanan dan akesibilitas.

Sementara itu, Musk menyerukan pembentukan agen federal AI. Ide itu sebelumnya diusulkan oleh CEO OpenAI Sam Altman.

CEO OpenAI, Sam Altman.

Menurut Altman, harus ada agen federal baru yang secara khusus ditugaskan menerbitkan lisensi untuk teknologi AI. Lisensi itu nantinya harus dicabut jika perusahaan gagal mematuhi standar keamanan, sesuai regulasi.

Soal Regulasi AI, AS Tertinggal dari Eropa

Zuckerberg menyerukan agar Amerika memimpin sektor AI. Menurutnya, negara ini penting untuk mendefinisikan “standar teknis yang digunakan dunia”

Sejalan dengan pendapat itu, panelis lain, berbicara tentang perlunya reformasi imigrasi untuk memungkinkan lebih banyak pekerja high-tech di AS. Dan perlunya reformasi standar di Institut Nasional Standar dan Teknologi.

Sudah ada konsensus akan perlunya regulasi AI, namun masih banyak perbedaan pendapat soal regulasi itu semestinya seperti apa.

Tidak seperti Eropa yang lebih dulu menyusun AI Act, AS belum menunjukkan kemajuan berarti dalam meregulasi AI.

BACA JUGA:

Beberapa senator menyesalkan AI Insight Forum ditutup untuk umum dan para reporter media. Senator Elizaberth Warren menyebut itu mungkinkan para raksasa teknologi itu melobi para senator secara tertutup.

Senator Josh Hawley, yang memilih tidak hadir, turut mengingatkan bahwa para eksekutif adalah “pihak berkepentingan” yang mendapat untung dari pengembangan AI.

Warren juga mengkritisi format forum, di mana semua senator hanya “duduk tanpa mengajukan pertanyaan.” Pasalnya, para senator tidak bisa langsung mengajukan pertanyaan kepada para eksekutif; para senator yang biasanya cerewet itu diperintahkan untuk mengajukan pertanyaan tertulis.

AI Insight Forum masih akan diadakan beberapa kali lagi hingga akhir tahun ini.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] OpenAI Sam Altman resmi dipecat dari perusahaannya pada Jumat (17/11). Anggota dewan direksi perusahaan pengembang […]