Drummer .Feast Dinonaktifkan karena Lakukan Kekerasan Seksual

by | Apr 18, 2023

.Feast | Kekerasan Seksual | Musik

FOMOMEDIA – Drummer .Feast, Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat, dinonaktifkan karena melakukan kekerasan seksual terhadap pacarnya.

Sebuah kabar tak sedap datang dari .Feast. Senin (17/4/2023), lewat akun Instagram resminya, band rock asal Jakarta tersebut mengumumkan bahwa penabuh drum mereka, Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat, telah dinonaktifkan karena melakukan tindak kekerasan seksual terhadap pacarnya.

Dalam pernyataan resminya, .Feast sebetulnya tidak menjelaskan secara klir bahwa Ryo Bodat melakukan kekerasan seksual. Mereka hanya menulis bahwa si drummer melakukan “tindakan yang merugikan dan menyakiti pihak lain.” 

Penjelasan soal kekerasan seksual itu disampaikan secara terpisah oleh Ryo Bodat di akun Instagram-nya.

“Saya sempat berada dalam hubungan di mana saya telah melakukan tindakan kekerasan seksual dengan melakukan pemaksaan & manipulasi untuk mendapatkan keinginan pribadi saya,” tulis Ryo Bodat.

Sepintas, langkah .Feast untuk menonaktifkan Ryo Bodat itu terlihat sudah tepat. Apalagi, mereka juga menyatakan “telah berkoordinasi memastikan pihak yang dirugikan mendapatkan seluruh dukungan yang diperlukan”. Mereka juga “akan tetap memantau perkembangan Bodat agar dapat dengan baik berbenah diri.”

Akan tetapi, netizen tidak menerima begitu saja cara .Feast bersikap. Pasalnya, .Feast yang selama ini identik dengan syair-syair keras dan tegas justru terdengar lembek saat menyikapi tindak kekerasan seksual yang dilakukan personelnya sendiri. Mereka juga dianggap tidak walk the talk karena, di tiap penampilannya, .Feast selalu berpesan kepada para fansnya untuk bersikap baik, tetapi personelnya justru melanggar pesan-pesan tersebut.

Selain itu, pengguna Twitter ber-handle @debordsbitch menganggap bahwa timing .Feast dalam menonaktifkan Ryo Bodat ini tidak pas. Sebab, penonaktifan baru dilakukan setelah .Feast selesai menjalani tur. Bahkan, dia juga mencap grup band tersebut sebagai enabler (pihak yang melakukan pembiaran meskipun mengetahui terjadinya tindak kekerasan seksual).

Adapun, Ryo Bodat sendiri mengaku menyesal dan sudah menerima keputusan rekan-rekannya.

“Saya sadar, kecewa, dan sangat menyesali perbuatan saya. Meski permintaan maaf tidak akan cukup  dan tidak akan menghilangkan trauma yang dialami oleh korban, tapi saya akan berusaha terus membenahi diri saya sendiri supaya kejadian serupa tidak akan terjadi lagi,” tulis Ryo Bodat.

“Sebagai konsekuensinya, saya akan menerima keputusan yang telah diambil oleh .Feast. Ini merupakan pembelajaran jangka panjang bagi saya, dan saya akan fokus berbenah diri dengan bantuan profesional,” tambahnya.

Penulis: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] membuat pernyataan sikap mengejutkan. Pengajar filsafat yang tersandung masalah dugaan kasus kekerasan seksual tersebut kini menyatakan bahwa dirinya “tidak bersalah” sampai hukum […]

[…] perempuan pada tahun 2017 di sebuah kelab malam di Milan, Italia. Perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual itu merupakan warga Albania yang sedang merayakan ulang tahun […]