Drone AI Kalahkan Pilot Manusia untuk Pertama Kalinya

by | Sep 4, 2023

Internasional | Kecerdasan Buatan | Teknologi

FOMOMEDIA – Drone AI telah berhasil mengalahkan manusia dalam sebuah balapan. Ini menjadi sinyalemen positif bagi pengembangan perangkat tersebut.

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tak hanya berada di ranah digital. Kini, sebuah drone yang dikendalikan oleh AI telah berhasil mengalahkan pilot manusia untuk pertama kalinya.

Sebuah perangkat drone yang dikembangkan di Universitas Zurich (UZH) telah melakukan eksperimen itu. Mereka berhasil mengembangkan perangkat drone dengan sistem algoritma otomatis dikendalikan sistem AI “Swift”.

Menurut Forbes, untuk bisa mengembangkan algoritma otomatis itu butuh usaha yang luar biasa. Pasalnya, di masa lalu, pengembangan algoritma otomatis selalu mengalami masalah dalam mensimulasikan secara akurat keterbatasan quadcopter dan jalur penerbangan yang diambil.

Pengembangan algoritma otomatis itu tentu menggunakan jalur penerbangan tradisional seperti yang dikendalikan oleh manusia. Drone akan melewati rute balapan yang sudah ditentukan.

Drone kami mengalahkan putaran tercepat dua pilot manusia kelas dunia di trek balap eksperimental,” kata Davide Scaramuzza, pemimpin tim Kelompok Robotika dan Persepsi UHZ, dikutip dari Forbes.

Sebelum melakukan tes balap bersama pilot manusia kelas dunia, drone AI itu telah melewati berbagai serangkaian uji coba otomatis. Perangkat itu telah terbukti efisien bisa menghindari rintangan dan melewati sebuah gerbang.

Dorong Pengembangan Lebih Lanjut

Semenjak keberhasilan drone AI itu mengalahkan pilot manusia, ke depannya akan ada pengembangan lebih lanjut terkait sistem AI Swift itu. Bahkan, bukan tidak mungkin penggunaan AI akan semakin masif di angkasa.

Tak hanya itu, ketika menggunakan sistem AI, drone tersebut tidak memerlukan daya komputasi yang lebih banyak. Cukup persiapan dalam beberapa menit hingga satu jam, penerbangan drone berdurasi beberapa menit sudah bisa dilakukan.

Pengelolaan waktu secara real time tentu sangat membantu. Penggunaan AI pun akan didorong dalam efisiensi dalam membantu manusia.

“Misi kami adalah untuk meneliti tantangan mendasar robotika dan visi komputer yang akan bermanfaat bagi seluruh umat manusia,” tulis keterangan Robotics & Perception Group.

“Minat utama kami adalah mengembangkan mesin otonom yang dapat bernavigasi sendiri hanya dengan menggunakan kamera dan komputasi di dalam pesawat, tanpa bergantung pada infrastruktur eksternal, seperti GPS atau sistem pelacakan posisi, atau komputasi di luar pesawat,” lanjut tim robotik itu.

Kurang Bisa Adaptasi

Meski pengembangan AI bisa mengalahkan pilot manusia dari segi kecepatan, bukan berarti drone AI itu tidak ada kelemahan. Seperti kata siaran pers UHZ, drone itu masih kalah dalam hal adaptasi.

“Secara keseluruhan, Swift mencapai putaran tercepat, dengan keunggulan setengah detik atas putaran terbaik yang dicapai oleh pilot manusia. Di sisi lain, pilot manusia terbukti lebih mudah beradaptasi dibandingkan drone otonom, yang gagal ketika kondisinya berbeda dari apa yang dilatih, misalnya jika terlalu banyak cahaya di dalam ruangan,” tulis siaran pers UHZ.

Kini, drone sistem Swift akan dikembangkan dengan tujuan membantu pekerjaan manusia di berbagai bidang di angkasa. Mulai dari pemantauan hutan atau eksplorasi ruang angkasa lainnya, drone AI sangat bisa diandalkan untuk melakukan pemantauan.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments