Dorothy Hoffner, Nenek Penerjun Payung Tertua di Dunia, Telah Meninggal

by | Oct 11, 2023

Internasional | Obituarium | Olahraga | Rekor Dunia

FOMOMEDIA – Baru saja memecahkan rekor dunia sebagai penerjun payung tertua di dunia, Dorothy Hoffner kini telah meninggal dunia.

Sosok Dorothy Hoffner belum lama ini sempat jadi sorotan banyak pihak. Di usia 104 tahun, ia telah menjajal terjun payung dan mencatatkan rekor dunia baru. Namun, tak lama setelah itu, sang nenek telah meninggal dunia.

Kabar duka itu disampaikan langsung oleh teman dekat Hoffner, Joe Conant. Menurutnya, Hoffner ditemukan tewas di komune Brookdale Lake View pada Senin (10/10/2023) pagi. Kata Conant, Hoffner diketahui meninggal ketika ia sedang tidur pada Minggu malam.

Conant adalah seorang perawat. Ia menuturkan cerita pertama kali bertemu dengan Hoffner saat dirinya bekerja sebagai pengasuh di sebuah panti jompo. Ia pun mengingat sosok Hoffner sebagai perempuan tua yang punya energi luar biasa.

“Dia tidak kenal lelah dan terus berjalan. Dorothy bukanlah seseorang yang akan tidur siang di sore hari, atau tidak muncul untuk acara apa pun, makan malam, atau apa pun. Dia selalu ada, hadir sepenuhnya,” kata Conant, dikutip dari The Guardian.

Dapat Sertifikat Guinness World Records

Seperti yang dikatakan Conant, Hoffner adalah sosok yang tak kenal lelah. Bahkan, ketika ia menjajal terjun payung, ia tidak mengindahkan usianya yang lebih dari satu abad. Kata Hoffner, usia hanyalah angka.

Hoffner pun jadi satu-satunya perempuan berusia 104 tahun yang menjajal terjun payung. Gara-gara aksinya itu, Hoffner mendapatkan sertifikasi Guinness World Records. Ia tercatat sebagai orang tertua yang pernah melompat dari pesawat.

Aksi edan yang dilakukan Hoffner itu berlangsung Skydive Chicago di Ottawa, Kanada pada Minggu (1/10/2023) lalu. Melompat dari ketinggian 13.500 kaki atau setara 4.100 meter, Hoffner tampak tenang dan percaya diri.

Terjun Bukan untuk Tenar

Aksi melompat dari pesawat bukan pertama kali dilakukan oleh Hoffner. Di usianya yang ke-100, Hoffner sempat menjajal untuk melompat dari pesawat dan melakukan terjun payung.

Gara-gara aksi terjun payung itu, Hofffner merasa ketagihan. Dia pun menjajal lagi ketika dirinya berusia 104 tahun.

Kata Conant, Hoffner melakukan terjun payung bukan untuk ketenaran. Bahkan, Hoffner sendiri diketahui tidak berniat memecahkan rekor dunia. Ia tidak tertarik pada publisitas apa pun. 

“Dia tidak berniat memecahkan rekor. Dan dia tidak tertarik pada publisitas atau apa pun. Dia tidak melakukannya karena alasan lain selain ingin terjun payung,” ujat Conant.

Kini, Hoffner telah merasakan lompatan dan menjadi pemegang rekor dunia baru. Berbagai ucapan belasungkawa berdatangan. Upacara peringatan untuk Hoffner pun akan diadakan pada awal November.

Selamat jalan, Nek.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments