Dipolisikan Usai Dianggap Hina Jokowi, Rocky Gerung Santai

by | Aug 2, 2023

Joko Widodo | Kebebasan Sipil | Kriminal | Politik | Rocky Gerung

FOMOMEDIA – Pernyataan Rocky Gerung dalam sebuah kanal YouTube dinilai menghina Jokowi. Ia pun dilaporkan barisan relawan Jokowi ke polisi.

Pengamat politik Rocky Gerung dilaporkan ke Bareskrim Polri karena dianggap telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rocky dilaporkan oleh kelompok relawan pendukung Jokowi, Senin (31/7/2023) lalu, usai pernyataannya dalam sebuah video di kanal YouTube Refly Harun viral.

Pria yang pernah mengajar di Universitas Indonesia itu dalam video mengeluarkan kata-kata yang dianggap kasar. Rocky Gerung dalam video menyebut Jokowi sebagai “bajingan tolol”.

“Begitu Jokowi kehilangan kekuasaan dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tapi ambisi Jokowi adalah pertahankan legacy. Dia masih ke Cina nawarin IKN. Masih mondar-mandir dari ke koalisi ke koalisi lain, cari kejelasan nasibnya,” kata Rocky, dikutip dari Republika.

“Dia pikirin nasibnya sendiri, dia nggak pikirin kita. Itu bajingan yang tolol. Kalau dia bajingan pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat, tapi bajingan tolol sekaligus pengecut. Bajingan tapi pengecut,” lanjut Rocky.

Potongan video pernyataan dari Rocky itulah yang membuat barisan pendukung Jokowi geram. Akhirnya, sejumlah kelompok relawan Jokowi pun melaporkan pria kelahiran Kota Manado, Sulawesi Utara, 20 Januari 1959 itu. 

Tak hanya Rocky, Refly Harun yang mengunggah video itu pun juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ia dianggap berperan menyebarkan video tersebut hingga menjadi viral seperti sekarang.

Delik Aduan, Bukan Delik Biasa

Rocky Gerung yang mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke polisi tidak tinggal diam. Ia pun berpendapat bahwa pasal penghinaan terhadap presiden adalah delik aduan dan bukan delik biasa. 

Artinya, menurut Rocky, harus Jokowi sendiri yang membuat laporan, bukan orang lain. Rocky pun menilai bahwa relawan Jokowi itu dungu dalam membaca ketentuan hukum pidana.

“Pasti Pak Jokowi tidak akan laporin karena Pak Jokowi tahu ini bukan delik kejahatan, ini delik aduan. Jadi Jokowi mungkin mengerti ini relawannya ngapain laporin, dia sendiri nggak laporin kok,” ujar Rocky.

Selain itu, Rocky juga mempertanyakan mengapa para relawan Jokowi itu menghalangi hak pandangan politiknya.

“Saya berhak mengajukan pandangan politik saya. Sama seperti saya menghormati hak para pemuji dan pemuja Jokowi, memuji-muji dan memuja-muja Jokowi. Kan saya tidak laporkan mereka ke Bareskrim, walaupun kita tahu kok ini menghina akal sehat,” ujar Rocky.

Laporan yang dibuat relawan Jokowi itu pun ditolak oleh Bareskrim. Hal tersebut lantaran laporan tersebut tidak ada keterangan langsung dari Jokowi sebagai pihak yang diduga dihina.

“Karena menurut mereka bahwa untuk membuat laporan itu harus ada klarifikasi dari bapak presiden selaku orang yang merasa dirugikan,” kata Ferry Manulang, penasihat hukum kelompok relawan Jokowi, dikutip dari CNN Indonesia.

“Tapi akan masih ada kemungkinan besar ditingkatkan menjadi laporan. Bila mereka penyidik telah menyambangi Pak Presiden dan mengklarifikasi pengaduan kami,” lanjutnya.

Menghina Presiden secara Fungsional

Dalam sebuah pernyataan, Rocky Gerung menyebut bahwa pernyataan “bajingan tolol” itu disampaikan ketika acara buruh di Bekasi beberapa waktu lalu. Ia pun mengatakan bahwa kata-kata tersebut ditujukan kepada presiden, bukan Jokowi secara personal.

“Saya menghina presiden, bukan Jokowi-nya. Itu bedanya tuh. Jadi mesti bedain, presiden itu adalah fungsi, dia tidak permanen, setiap lima tahun kita pilih,” kata Rocky.

Rocky juga menegaskan bahwa dirinya tak memiliki dendam sama sekali terhadap Jokowi sebagai manusia atau individu. Ia hanya mengkritik Jokowi sebagai presiden, terutama kebijakan tentang proyek IKN dan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Kalau pintar, (seharusnya) amdal dulu, baru keputusan politik. Semua yang saya terangkan itu ada basis akademisnya, lalu kenapa marah ke saya?” lanjut Rocky.

Sementara itu, Abdul Fickar, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, menilai bahwa pernyataan Rocky Gerung harus ditempatkan sebagai bentuk kritikan. Seperti kata Rocky, Abdul juga menyatakan bahwa pendapat Rocky Gerung ditujukan kepada Jokowi sebagai presiden, bukan secara pribadi.

“Karena konsekuensi seseorang masuk ke wilayah publik dan memegang jabatan publik adalah dicaci maki, dikritik sekeras-kerasnya. Karena kita sudah masuk ke suatu fase bernegara namanya demokrasi,” kata Abdul, dikutip dari BBC News Indonesia.

“Jadi sepanjang ditujukan kepada presiden sebagai lembaga, apalagi kebijakannya dengan kata-kata sekeras apa pun, itu bukan tindak pidana,” lanjutnya.

Kini, semenjak laporan dibuat oleh relawan Jokowi yang akhirnya ditolak Bareskrim Mabes Polri itu, Rocky Gerung sudah genap selusin pernah dilaporkan ke polisi. Beberapa laporan mayoritas lantaran Rocky getol mengkritik pemerintah.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Joko Widodo (Jokowi) merespons kritikan Rocky Gerung yang menyebutnya “bajingan tolol”. Menurut Jokowi, ia tidak mempermasalahkan hal itu […]