Diguncang Gempa Dahsyat, Mitigasi Jepang Tekan Korban Meninggal

by | Jan 2, 2024

Bencana | Gempa | Internasional | Jepang

FOMOMEDIAJepang kembali dilanda gempa dengan kekuatan 7,6 magnitudo. Dengan mitigasi yang baik, korban meninggal bisa ditekan.

Gempa bumi dahsyat melanda Jepang pada momen tahun baru, Senin (1/1/2024). Dengan guncangan kekuatan magnitudo 7,6 telah membuat puluhan bangunan, kendaraan, dan jalanan rusak parah.

Salah satu wilayah yang menjadi pusat gempa tersebut yakni prefektur Ishikawa. Bahkan, di wilayah itu Badan Meteorologi Jepang sempat memberi peringatan tsunami besar.

Menurut laporan terkini dari BBC, pejabat prefektur Ishikawa mencatat setidaknya telah ditemukan 30 orang yang dipastikan tewas. Pencarian sampai saat ini pun masih terus dilakukan. Setidaknya sekitar 1.000 tim penyelamat sedang mencari orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa bantuan bagi orang-orang terdampak sedang dikirim. Menurutnya, pasukan penyelamat sudah bertindak secepat mungkin.

BACA JUGA:

“Pasukan Perlindungan Diri akan menghadapi banyak kesulitan untuk mencapai daerah yang terkena bencana karena jalan-jalan terputus, tetapi orang-orang yang terperangkap di dalam bangunan harus diselamatkan sesegera mungkin sebelum bangunan tersebut runtuh,” kata Kishida, dikutip dari BBC.

“Saya telah memerintahkan para pejabat Pasukan Perlindungan Diri untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mencapai daerah yang terkena bencana,” lanjutnya.

Gempa yang melanda Jepang kemarin itu dianggap paling besar dalam empat dekade terakhir. Sebelumnya, Jepang pernah dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,3 yang melanda Kobe pada 1995 silam. 

Kini, menurut para ahli, gempa susulan dengan kekuatan lebih besar bisa jadi muncul tiba-tiba. 

Rangkaian Gempa Noto

Menurut laporan Nikkei Asia, gempa pada tahun baru itu merupakan serangkaian gempa yang melanda wilayah Semenanjung Noto di Laut Jepang sejak akhir tahun 2020. Para ahli menduga bahwa air tanah menjadi salah satu penyebabnya.

Sejak 2020, wilayah Noto memang berlangganan gempa. Setidaknya, sejak tahun tersebut sudah tercatat lima kali gempa dengan intensitas di atas kekuatan magnitudo 5.

Selain itu, rangkaian gempa di Jepang juga terjadi pada Mei 2023. Di bulan tersebut setidaknya ada gempa bumi dengan skala magnitudo 5 dan 6 yang mengakibatkan bangunan rusak.

Sementara itu, sejak Desember 2020, lebih dari 500 gempa bumi dengan intensitas magnitudo 1 atau lebih tinggi telah terkonfirmasi di Jepang. Negara tersebut memang menjadi langganan gempa lantaran masuk dalam jalur ring of fire seperti Indonesia.

Mitigasi Apik

Sebagai negara langganan gempa, Jepang sudah sadar betul akan hal itu. Salah satu yang perlu disiapkan yakni mitigasi.

Gempa yang terjadi kemarin itu menjadi salah satu yang besar dalam sejarah Jepang. Bangunan roboh dan tanah tiba-tiba longsor disaksikan oleh warga Jepang. 

Namun, di balik bencana dahsyat itu, justru menjadi kisah sukses bagaimana Negeri Sakura melakukan mitigasi. Peringatan dini terhadap gempa telah diterapkan.

Banyak video di pelantar X yang memperlihatkan bagaimana bangunan Jepang bisa tahan terhadap gempa. Meski terjadi guncangan, bangunan seperti bandara dan stasiun tetap kokoh berdiri.

Keberhasilan teknik sipil Jepang memang menjadi poin menarik tersendiri. Pasalnya, bangunan yang ramah terhadap gempa bisa dianggap menekan angka kematian warga.

Selain itu, mitigasi gempa di Jepang sudah semakin maju. Masyarakat bisa mendapatkan peringatan dini terjadinya gempa melalui gawai masing-masing. Sinyal terjadinya gempa dikirim sebelum beberapa detik gempa terjadi.

Dengan begitu, setidaknya para warga yang berada di dalam rumah bisa segera keluar dari bangunan. Teknologi early warning system semacam ini memang diperlukan untuk wilayah yang rawan gempa.

Bagaimana dengan Indonesia?

Selain Jepang, Indonesia juga menjadi tempat langganan terjadinya gempa bumi. Maka, negara ini juga sepatutnya memiliki mitigasi terhadap gempa yang persis seperti di Jepang.

Di Indonesia, sebetulnya sudah terdapat berbagai alat pendeteksi dini terjadinya gempa. Namun, sayangnya alat pendeteksi gempa ini sering disalahgunakan bahkan dicuri oleh orang.

Dalam beberapa tahun terakhir selalu ada berita mengenai pencurian alat pendeteksi gempa ini. Artinya, secara teknologi Indonesia tidak kalah dengan Jepang. Namun, hanya perlu edukasi terhadap warga yang perlu ditingkatkan.

Dengan demikian, maka diperlukan langkah mitigasi secara holistik. Mulai dari peran pemerintah hingga masyarakat perlu mengambil bagian dalam mitigasi gempa.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

[…] studi baru menunjukkan fakta menarik bahwa dalam 500 tahun ke depan Jepang bakal memiliki nama keluarga yang sama. Nama keluarga tersebut adalah […]

diet apps

Usually, I don’t read blog posts, but after reading this one, I felt compelled to give it a go. Your writing style truly amazed me. Thank you for a fantastic post.

[…] Diguncang Gempa Dahsyat, Mitigasi Jepang Tekan Korban Meninggal […]