Di Balik Sukses Threads Raih 100 Juta Pengguna dalam 5 Hari

by | Jul 11, 2023

Internasional | Mark Zuckerberg | Teknologi | Threads | Twitter

FOMOMEDIA – Ada bujuk rayu Meta di balik sukses Threads raih 100 juta pengguna dalam 5 hari. Memangnya, bujuk rayunya seperti apa?

Sejak pertama kali diluncurkan pada Rabu (5/7/2023) lalu, Threads terus berkembang pesat. Aplikasi yang dikembangkan di bawah perusahan induk Meta itu telah mendapatkan 100 juta pengguna dalam waktu kurang dari lima hari.

Kisah sukses Threads tersebut semakin menjadi ancaman bagi Twitter. Aplikasi yang dikembangkan oleh Mark Zuckerberg itu memiliki banyak kemiripan dengan Twitter.

Dalam laporan The Guardian, menyebut salah satu yang membedakan Threads dengan Twitter adalah bujuk rayu. Threads merayu penggunanya dengan janji bahwa platform tersebut akan fokus pada “kebaikan”. Branding yang diberikan oleh Threads itu pun seakan menjadi sindiran terhadap Twitter yang menawarkan kebebasan dalam berbagai aspek.

Zuckerberg, dalam tulisan di akun Threads-nya, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Threads tumbuh secara organik. Bahkan, dari pihaknya pun mengaku belum mengeluarkan banyak promosi untuk aplikasi itu.

“Threads mencapai 100 juta pendaftaran selama akhir pekan. Itu sebagian besar permintaan organik dan kami bahkan belum mengaktifkan banyak promosi. Tidak percaya ini baru 5 hari!” tulis Zuckerberg.

Salah satu yang menjadikan Threads tumbuh dengan pesat adalah kemudahan proses pendaftaran. Dengan basis konten yang mengutamakan teks, Threads bisa langsung terintegrasi dengan akun Instagram. 

Jika seseorang telah mengintegrasikan akun Instagramnya ke Threads, di bagian profil Instagramnya akan terdapat logo Threads. Begitu pun sebaliknya, di bagian profil akun Threads akan terdapat logo Instagram di bagian pojok kanan atas.

Hapus Akun yang Dianggap Bahaya

Fokus utama dari Threads adalah menyediakan konten yang bernuansa “kebaikan”. Salah satunya adalah menghindari berbagai konflik yang berbau rasialisme.

Namun, dalam kurun waktu tak sampai 24 jam, melansir laporan Media Matters, beberapa tokoh sayap kanan Amerika Serikat (AS) seperti Richard Spencer dan Nick Fuentes telah mendaftar di Threads.

Sosok Fuentes diketahui menjadi salah satu orang yang dilarang di platform Instagram. Akhirnya, ia pun harus membuat akun palsu, termasuk di Threads. Namun, akun kedua sosok itu akhirnya di-banned dan dihapus oleh pihak Threads.

Adanya kelompok sayap kanan AS di dalam Threads seakan menjadi ancaman. Mereka dikenal sebagai kelompok pendukung gerakan supremasi kulit putih di AS. Akhirnya, penghapusan akun pun jadi opsi Threads.

Sementara itu, aplikasi Threads sendiri memang belum tersebar secara menyeluruh ke seluruh penjuru dunia. Salah satu wilayah yang belum bisa mengakses Threads adalah Uni Eropa (UE). Ini terjadi karena Meta sendiri belum bisa memenuhi syarat ketat mengenai perlindungan data pribadi yang berlaku di Uni Eropa.

Lalu, apakah Threads akan berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai aplikasi dengan bujuk rayu “kebaikan” itu? Mari nantikan saja!

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments