Demi Nabung, Anak Muda Ini Bohong ke Orang Tuanya soal Gaji

by | May 23, 2023

Gaji | Karier | Sosial

FOMOMEDIA – Salahkah jika kita mengaku ke orang tua bahwa gaji kita lebih kecil dibanding yang sebenarnya didapatkan?

Baru-baru ini sebuah unggahan akun mention and confess (menfess) membagikan curhatan anak muda yang menyembunyikan penghasilan yang dia dapat dari orang tuanya. Anak muda itu mengaku gajinya cuma Rp5 juta, padahal tiap bulan ia mendapatkan gaji Rp9 juta.

Anak muda yang tidak memberi tahu seluruh jumlah gajinya ke orang tuanya itu bukan tanpa alasan. Uang sisa yang tidak disebutkan tersebut digunakan sebagai tabungan dan uang darurat.

“Rp4 jutanya aku tabung sebagai dana darurat sama DP (down payment) rumah. Salah gak, ya, kalau aku bohong kayak gitu,” tulis curhatan seseorang yang tidak diketahui inisialnya itu.

Curhatan tersebut juga menunjukkan bahwa anak muda tersebut sedang bekerja di Jakarta. Sementara, keberadaan orang tuanya di Bandung.

“Nanti aka bakal jujur kalo sudah dana daruratnya terkumpul, atau bilang sekarang aja, ya?” tulis keterangan dalam akun menfess @worksfess, Senin (22/5/2023). 

Bohong untuk Kebaikan

Curhatan tersebut seakan menjadi paradoks tersendiri bagi kaum muda dewasa ini yang baru bekerja. Curhatan tersebut memang memiliki tujuan yang baik, yakni untuk ditabung, DP rumah, dan dana darurat.

Namun, di sisi lain, ia terlihat dan terpaksa harus berbohong demi plan masa depan yang dirancang. Hal tersebut pun akhirnya memicu perdebatan dan diskursus ihwal gaji atau pendapatan hasil kerja.

“Gak salah nder, lo yang benar-benar tahu orang tua lo gimana, banyak anaknya di perantauan tapi cuma dijadiin sapi perah, minta seenaknya padahal mereka gak tahu kerja di perantauan kayak gimana, padahal dikasihnya dengan ikhlas pun itu sudah cukup,” balas akun @masmasayamkfc.

“Gak papa nder lanjutkan apalagi buat dana darurat dan DP rumah, gak papa lanjutin, ntar kasih tahunya ketika udah kebeli segalanya,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, beberapa warganet menganggap para orang tua, terutama generasi baby boomer (kelahiran 1946-1964), masih punya prinsip bahwa anak adalah investasi.

“Nah, nih bener nih soalnya prinsip anak itu investasi masih kuat di generasi boomer. Makanya lihat-lihat orang tua juga kalo memang orang tua lo itu gak terlalu repot soal duit anaknya atau malah malu dikasih duit sama anaknya,ya, jujur aja dapat berapa. Ntar paling ditanya cukup gak segitu?” balas akun @operatorgalang1.

Senada dengan tanggapan tersebut, beberapa warganet lain menganggap sikap menyisihkan uang adalah siasat dalam menghadapi masa depan. Memberi uang kepada orang tua jelas tidak salah, dan jadi perilaku yang baik. Namun, tidak seluruhnya harus diberikan.

“Tergantung orang tuanya gimana. Kalo orang tuamu sabodo sama uang anak dan gak nuntut apa pun, mending jujur siapa tahu malah dikasih ilmu cara atur uang yang bener. Tapi kalo orang tuamu tipe yang rubes sama duit anak, kayaknya keputusanmu benar. Biar kamu tetap punya pegangan dan gak dirusuhin,” tulis akun @warmallow_ menanggapi.

Jadi, apakah kamu termasuk anak muda yang jujur kepada orang tua terkait besaran gaji yang diterima?

Penulis: Sunardi

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] tersebut justru dialami oleh para generasi muda. Menurut laporan World Happiness Report yang membagi data suasana hati ke dalam beberapa kelompok […]