Dana Koperasi Sekolah Rawan Penyelewengan, Ini Bukti Nyatanya

by | Jun 23, 2023

Ekonomi | Koperasi | Pendidikan | Sosial

FOMOMEDIA – Selain tempat perputaran uang, koperasi sekolah juga bisa jadi sarana siswa untuk belajar menabung. Namun, akuntabilitasnya masih sangat minim.

Belum lama ini publik digegerkan dengan berita tabungan siswa yang tak kunjung dikembalikan oleh pihak sekolah. Kejadian tersebut menimpa siswa salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat.

Uang simpanan siswa tersebut dipinjam oleh para guru melalui koperasi sekolah. Total uang yang belum dikembalikan mencapai Rp7,47 miliar. Uang itu merupakan uang tabungan para siswa SD tersebut.

Saat ini, kasus sedang dalam tahap penyelesaian. Para guru yang meminjam uang dari koperasi simpanan siswa tersebut akan mendapatkan sanksi tegas.

Adanya sanksi tegas itu dibenarkan oleh ketua tim khusus sekaligus Inspektur Inspektorat Kabupaten Pangandaran, Apip Winayadi. Sebelum saksi tegas diberikan, Apip juga akan melihat seperti apa iktikad guru yang bersangkutan. 

“Apakah beriktikad baik atau tidak, nanti kita lihat,” kata Apip, dikutip dari kompas.com.

Semenjak uang tabungan digondol para guru, orang tua siswa mengalami kerugian. Bahkan, ada siswa yang sudah lulus tetapi uangnya juga belum dikembalikan.

Para orang tua siswa pun menagih pihak sekolahan terkait. Mereka akan menggunakan uang tersebut untuk keperluan biaya sekolah anaknya di SMP.

Pakai Uang Koperasi untuk Bangun Rumah

Tak jauh beda dengan kasus yang menimpa para orang tua siswa di Pangandaran, di Surabaya juga terjadi penilapan uang koperasi yang dilakukan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

MI mengaku telah menggunakan uang sebanyak Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya. MI memakai uang dari KPRI Tegar untuk membangun rumah dan membeli tanah yang dijadikan pasar.

“Waktu sepuluh tahun saya jadi bendahara. Saya pakai dulu buat bangun rumah dan pasar,” kata MI, dikutip dari Tribun Jatim.

Berbeda dengan kasus di Pangandaran yang merugikan orang tua siswa, korban dari aksi pria 61 tahun tersebut adalah para guru SD.

Dana simpanan tersebut terkumpul dari total 200 guru yang menjadi anggota koperasi. Lantarang uang tak kunjung dikembalikan, akhirnya sebanyak 75 guru yang jengkel menggeruduk rumah MI.

Salah satu yang mendasari mengapa MI tak kunjung mengembalikan uang pinjamannya adalah para pengawas KPRI Tegar telah pensiun. Para pengawas tersebut berasal dari para kepsek. MI pun bisa dengan leluasa menilap dana pinjamannya itu.

Hingga kini kasus tersebut masih terus berlanjut. Bahkan, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyempatkan hadir dalam penggerudukan yang dilakukan oleh para guru SD tersebut.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments