Daihatsu Akui Manipulasi Hasil Uji Keselamatan Sejak 1989

by | Dec 29, 2023

Daihatsu | Internasional | Jepang | Otomotif | Teknologi

FOMOMEDIALebih tiga dekade Daihatsu manipulasi uji keselamatan pada mobil keluarannya. Gara-gara itu, beberapa perusahaan otomotif Jepang terkena imbas.

Produsen mobil Daihatsu terlibat skandal manipulasi hasil uji keselamatan selama lebih dari 30 tahun. Anak perusahaan Toyota itu digrebek oleh pemerintah Jepang dan kini diminta untuk menangguhkan semua pengiriman mobil tanpa batas waktu.

Menurut laporan The Japan Times, inspeksi dilakukan oleh Kementerian Transportasi Jepang di kantor pusat Daihatsu di Osaka, Kamis (21/12/2023). Adanya inspeksi tersebut dilakukan usai terungkapnya fakta bahwa produsen mobil dan pemasok tersebut telah memanipulasi hasil berbagai uji keselamatan tabrakan sejak tahun 1989.

Dengan rentang waktu selama itu telah membuat geger banyak pihak. Apalagi, Daihatsu sendiri menjadi pemasok mobil dan suku cadang ke sejumlah merek besar, termasuk Toyota, Mazda, dan Subaru.

Kasus yang menimpa Daihatsu ini membuat industri otomotif Jepang tercoreng. Bagi Toyota, perusahaan itu bakal kesusahan untuk membangun kembali kepercayaan publik usai tertimpa skandal semacam ini yang kedua kalinya.

“Karena inspeksi internal yang dilakukan secara sukarela hanya mendeteksi satu kasus di mana kinerja kendaraan tidak memenuhi persyaratan hukum, kami pikir risiko penarikan besar-besaran adalah rendah,” tulis analis di Citi Research, dikutip dari The Japan Times.

“Namun, jika produksi dihentikan selama dalam jangka waktu yang lama, Toyota dapat memperoleh laba operasional sebesar ratusan miliar yen,” lanjut keterangan itu.

Sementara itu, gara-gara skandal yang menimpa anak perusahaannya, saham Toyota merosot sebanyak 5,6 persen pada hari saat inspeksi dilakukan.

BACA JUGA:

Berdampak Luas

Kasus skandal yang baru terungkap itu tentu membuat kaget banyak pengguna Daihatsu yang tersebar tidak hanya di Jepang, tetapi juga di luar negeri.

Tidak hanya Daihatsu, tetapi ada Toyota, Mazda, dan Subaru yang terkena imbas skandal tersebut Perusahaan-perusahaan itu pun digadang-gadang bakal mengalami kerugian penjualan.

Adapun dalam hasil penyelidikan, Toyota mengaku bahwa terdapat sekitar 174 kejanggalan. Dari total tersebut telah diidentifikasi di 64 model mobil dan beberapa dijual dengan merek Toyota.

Berbagai mobil dari beberapa merek perusahaan di atas dilakukan investigasi. Semua investigasi itu berpusat di sekitar unit kontrol airbag mobil. Hasilnya, tim penyelidik menemukan bahwa unit yang digunakan selama uji tabrak berbeda dengan yang digunakan pada mobil yang sebenarnya dijual ke publik.

“Ini akan menjadi tugas yang sangat penting yang tidak dapat diselesaikan dalam semalam,” kata Toyota dalam sebuah pernyataan.

Hal ini memerlukan tidak hanya tinjauan terhadap manajemen dan operasi bisnis, tetapi juga tinjauan terhadap organisasi dan struktur, serta perubahan dalam pengembangan sumber daya manusia dan kesadaran setiap karyawan,” lanjutnya.

Tanggapan Toyota Indonesia

Indonesia jadi salah satu pangsa pasar dari Toyota dan Daihatsu. Beberapa merek mobil dari Daihatsu bisa ditemui dengan mudah di negeri ini. Mulai dari Vios, Axia, Ayla, dan Agya adalah merek-merek itu.

“Sejauh kami berkoordinasi dengan prinsipal karena hal tersebut terkait sertifikasi, maka unit unit yang dipasarkan di Indonesia tidak terlibat ya,” kata Anton Jimmy, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM), dikutip dari CNN Indonesia.

“Di mana untuk domestik Indonesia khususnya terkait unit-unit yang diinformasikan [bersama dengan model lain], kami di TAM pastikan sudah dihomologasi agar dapat izin dipasarkan oleh pemerintah Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait kabar munculnya penundaan pengiriman, Anton belum mendapatkan kabar resmi. Namun, gara-gara imbas skandal itu, pengiriman model Toyota Ativ dan Vios disebut bakal ditangguhkan.

Penulis: Sunardi

Editor: Safar

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments