ChatGPT Bakal Bisa Diajak Ngobrol Lisan

by | Sep 26, 2023

AI | Artificial Intelligence | ChatGPT | Kecerdasan Buatan

FOMOMEDIA Kita akan bisa berinteraksi dengan ChatGPT lewat suara dan gambar. Kayak di film Her (2013).

Kecerdasan buatan (AI) lagi-lagi melancarkan gebrakan. Mengobrol dengan AI, seperti Theodore bercengkrama dengan Samantha di film Her, tak akan sebatas adegan film lagi.

Pada versi terbaru nanti, ChatGPT akan bisa berinteraksi dengan pengguna lewat suara. Chatbot viral itu akan beroperasi seperti Google Voice Assistant, Siri-nya Apple, dan Alexa-nya Amazon.

Tiga AI assistant itu sering digunakan untuk mengatur alarm, memainkan musik, menyalakan dan mematikan perangkat elektronik di smart home, hingga menemukan sesuatu di internet hanya dengan perintah suara. Memasang fitur serupa pada salah satu AI paling adaptif dan interaktif, akan menjadi gebrakan besar.

Baca juga:

ChatGPT Bantu Ilmuwan Bikin Robot Pemanen Tomat

Fitur suara “membuka pintu pada banyak penerapan yang kreatif dan berfokus pada aksesibilitas,” tulis OpenAi di unggahan blog resminya, Senin lalu (25/9).

Perlombaan AI Generatif

Sejak dirilis pada 2022 lalu, ChatGPT telah diadopsi oleh banyak perusahaan untuk menjalankan berbagai macam tugas, dari merangkum dokumen hingga menulis kode komputer.

ChatGPT memicu munculnya berbagai AI generatif yang memungkinkan pengguna membuat gambar, mengedit foto, menciptakan video, hingga membuat rekaman suara yang terdengar alami, hanya bermodalkan teks.

Kemunculan ChatGPT memulai perlombaan di antara perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk menawarkan AI generatif versi masing-masing.

Aplikasi ChatGPT di desktop

Ilustrasi menggunakan ChatGPT (Sumber: Pexels/Matheus Bertelli)

Google, yang sudah memiliki Chat-based AI bernama Bard, dalam waktu dekat hendak menyaingi GPT-4 dengan meluncurkan Gemini . Disebut multimodal AI, Gemini dapat memproses lebih dari satu jenis data. Jadi, AI tersebut bisa memproses teks dan gambar, serta memungkinkan analisis tertulis atas grafik visual.

Sementara itu, Amazon juga mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi hingga 4 miliar dolar pada Anthropic pada hari yang sama. Tujuannya, agar perusahan AI rintisan itu mengembangkan AI generatif yang akan mendukung dan menyokong Amazon.

Teknologi di Balik Fitur Baru ChatGPT

Saat memungkinkan interaksi suara, ChatGPT akan terlalu canggih untuk diabaikan. Produk OpenAI ini akan mampu mengisi peran-peran kosong dalam kehidupan manusia. Dari menjadi teman ngobrol sebelum tidur, hingga menengahi perdebatan di meja makan. Soal berhasil-tidaknya nanti menjalankan peran-peran tersebut, itu soal lain.

Teknologi di balik fitur suara ChatGPT, saat ini juga digunakan oleh Spotify untuk mengembangkan fitur terjemahan suara. Konten kreator akan bisa menerjemahkan rekaman podcast-nya menjadi rekaman podcast dalam bahasa lain.

Tak hanya suara, ChatGPT juga mengembangkan fitur pendeteksi gambar. Saat ini, Google Lens dari Alphabet menjadi pilihan paling populer untuk mengumpulkan informasi gambar.

Nantinya kita bisa menggunakan gambar untuk berinteraksi dengan ChatGPT. Kita tinggal memotret sesuatu dengan ponsel, lalu katakan perintah semacam “cari tahu jenis bunga ini” atau “buatkan menu masakan dengan bahan-bahan ini”.

Tentu butuh waktu sampai ilustrasi semacam itu benar-benar terealisasi dengan baik. Namun melihat bagaimana pemberitaan tentang fitur-fitur baru AI begitu cepat bermunculan, bisa jadi AI akan berkembang lebih cepat dari yang kita kira.

Baca juga: 

Kami Meminta Bantuan ChatGPT untuk Menulis Artikel tentang Time Travel, Ini Hasilnya

Penulis: Ageng Indra

Editor: Elin

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments