Botol Plastik Bikin Coca-Cola, Danone, dan Nestle Digugat

by | Nov 8, 2023

Internasional | Lingkungan | Plastik

FOMOMEDIA – Botol plastik yang diproduksi Coca-Cola, Danone, dan Nestle dianggap bermasalah. Klaim daur ulang botol-botol itu kini digugat.

Tiga perusahaan besar yang bergerak di bidang minuman sedang dihadapkan dengan masalah klaim ramah lingkungan menyesatkan. Mereka adalah Coca-Cola, Danone, dan Nestle.

Ketiga perusahaan tersebut telah dituduh membuat klaim menyesatkan tentang botol air plastik yang “100 persen bisa didaur ulang”. Gara-gara klaim tersebut, menurut laporan BBC, sebuah badan konsumen dan dua kelompok lingkungan hidup telah mengajukan keluhan hukum kepada Komisi Eropa atas dugaan greenwashing.

Botol-botol plastik yang dikeluarkan oleh Coca-Cola, Danone, dan Nestle dianggap tidak sepenuhnya terbuat dari bahan daur ulang. Bahkan, tiga perusahaan tersebut dituduh telah melakukan greenwashing ketika mereka menjual sesuatu yang dianggap lebih ramah lingkungan itu. 

Dari situlah tiga perusahaan tersebut akhirnya dianggap menyesatkan para konsumen. Kini, aduan hukum telah disampaikan ke Komisi Eropa untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penggunaan botol plastik sekali pakai.

Masih menukil BBC, Organisasi Konsumen Eropa bersama kelompok lingkungan Client Earth dan ECOS mengatakan bahwa klaim perusahan tersebut menyesatkan. Menurut tuduhannya, tiga perusahaan itu hanya menjual embel-embel ramah lingkungan saja.

Para penuntut tersebut bersikeras menyatakan bahwa botol-botol tersebut tidak seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang. Selain itu, kemampuan untuk mendaur ulangnya juga bergantung pada sejumlah faktor, termasuk infrastruktur yang tersedia.

“Buktinya jelas–botol air plastik tidak didaur ulang lagi dan lagi menjadi botol baru di Eropa,” kata Rosa Pritchard, pengacara ClientEarth, dikutip dari BBC.

“Tingkat daur ulang botol ‘100 persen’ secara teknis tidak mungkin dilakukan dan, hanya karena botol terbuat dari plastik daur ulang, bukan berarti botol tersebut tidak membahayakan manusia dan planet bumi,” lanjutnya.

Dalam beberapa tuduhan, tiga perusahaan tersebut didesak untuk memahami bahwa daur ulang bukanlah obat mujarab dalam krisis plastik. Sebaliknya, perusahaan dituntut untuk benar-benar mengurangi penggunaan plastik.

Tanggapan Perusahaan

Mendengar adanya tuduhan tersebut, Coca-Cola, Danone, dan Nestle pun bereaksi. Mereka memiliki dalih masing-masing terkait tuduhan itu.

Seperti yang dilakukan oleh Coca-Cola. Perusahaan yang memproduksi minuman ringan berkarbonasi tersebut mengatakan klaim kemasannya dapat dibuktikan.

“Kami hanya mengomunikasikan pesan-pesan pada kemasan kami yang dapat dibuktikan, dengan kualifikasi relevan apa pun ditampilkan dengan jelas untuk memungkinkan konsumen membuat pilihan yang tepat,” kata Coca-Cola.

“Beberapa kemasan kami membawa pesan untuk mendorong kesadaran daur ulang, termasuk apakah kemasan kami dapat didaur ulang dan apakah kemasan tersebut terbuat dari bahan daur ulang,” lanjut keterangan perusahaan itu.

Sementara, Nestle mengklaim telah memimpin investasi dan mendukung sirkularitas kemasan bersama mitra.

“Nestle telah mengurangi jumlah kemasan plastik murni sebesar 10,5 persen sejak tahun 2018, dan kami berada di jalur yang tepat untuk mengurangi sepertiga jumlah plastik murni pada akhir tahun 2025,” ujar juru bicara Nestle.

Sedangkan, Danone justru memiliki dalih bahwa mereka telah melakukan investasi besar untuk infrastruktur daur ulang botol plastik. Salah satu caranya adalah dengan membangun berbagai infrastruktur dan jaringan di setiap negara yang menjadi mitra.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments