Bos Kartel Narkoba di Meksiko Buru Polisi Korup yang Curi Paketnya

by | Dec 12, 2023

Internasional | Kriminal | Meksiko

FOMOMEDIA – Tingkat kriminal di negara Meksiko begitu besar. Baru-baru ini, bos kartel narkoba memburu dua polisi yang diduga mencuri paketnya.

Kalau penyair Joko Pinurbo tinggal di Tijuana, Meksiko, ia mungkin akan menyebut kota itu terbuat dari kartel, polisi, dan pembunuhan. Sebagai kota dengan kasus pembunuhan tertinggi di Meksiko, kematian tidak wajar sudah seperti rutinitas.

Kota dengan populasi 2,1 juta jiwa itu menyaksikan sekira 2.000 pembunuhan per tahun dalam enam tahun belakangan. Mengingat satu tahun hanya 365 hari, jika dirata-rata, bisa dikatakan terjadi 5 pembunuhan per hari di Tijuana.

Menurut para pengamat, akar dari putaran kekerasan yang tinggi ini berawal sejak 2017, imbas pertikaian antara kartel Jalisco New Generation dan Sinaloa, serta kelompok-kelompok lain, seperti sisa-sisa geng Arellano Felix.

Selain otomatis mengurusi laporan pembunuhan, tak jarang polisi terseret dalam pembunuhan. Namun, kasus pembunuhan yang belakangan terjadi di Kota Tijuana menyeret polisi dengan cara yang agak lain. 

Sampai-sampai, Associated Press (AP) menyebutnya seperti diambil dari naskah tayangan televisi: bos kartel yang marah memburu petugas polisi korup yang mencuri paketnya. 

Dua polisi korup yang mencuri paket tersebut telah terbunuh, tetapi kartel turut melayangkan pembalasan dendamnya pada tiga polisi lain.

Kartel Langsung Buru Pelaku

Menurut jaksa penuntut, pada Sabtu, 18 November 2023 lalu, sejumlah petugas polisi setempat diduga mencuri paket berisi obat-obatan terlarang. Paket tersebut mereka curi dari gudang tempat para penyelundup menyimpannya.

Dugaan itu didukung oleh video yang baru muncul minggu lalu, memperlihatkan truk pikap petugas polisi keluar dari gedung. Bak belakang mobil itu dipenuhi bal-bal besar kokain yang dibungkus plastik.

Rupanya, pihak kartel segera tahu siapa pelaku yang mencuri paket mereka. Hanya beberapa jam setelah pencurian terjadi, senjata api menghujani kantor jaksa federal di Tijuana. Fasad bangunan itu menerima setidaknya 30 putaran peluru.

Baca juga:

Dalam satu jam, salah seorang petugas polisi yang diguga terlibat pencurian itu ditembak mati di jalan.

Seminggu kemudian, pada Jumat, 24 November, orang bersenjata menyerang kantor jaksa penuntut negara dengan rentetan tembakan. Beruntung kali ini tak seorang pun terluka.

Namun pada Kamis berikutnya, 27 November, detektif negara yang sedang diselidiki atas pencurian itu ditembak mati di mobilnya ketika tengah mengisi bensin di suatu pom di Tijuana.

Seorang karyawan di kantor jaksa penuntut negara berbicara dengan AP sebagai anonim. Ia mengonfirmasi bahwa dua petugas yang sedang diselidiki terkait kasus itu telah mati tertembak pada siang hari bolong di jalan-jalan kota.

Jaksa penuntut negara, Maria Elena Andrade, mengonfirmasi bahwa tiga detektif negara dan tiga polisi kota Tijuana sedang diselidiki dalam kasus ini.

Lanjutkan Balas Dendam secara Umum

Alberto Capella, mantan kepala kepolisian Tijuana dua kali (2007-2008 dan 2011-2013), memberi tahu, selain dua polisi tersebut, setidaknya tiga petugas polisi lainnya telah tewas sejak pencurian. Ini menunjukkan, pihak kartel mulai melancarkan balas dendam secara umum.

Capella menduga, obat-obatan yang dicuri itu adalah milik kartel Sunaloa, khususnya sayap yang dikendalikan raja narkoba Ismael “El Mayo” Zambada, mungkin saja geng paling kuat di Tijuana.

“Ini sangat mengkhawatirkan, Tijuana belum pernah melihat skala sebesar ini dan itu berarti besar,” kata Capella seperti dikutip dari Guardian.

Penulis: Ageng

Editor: Safar

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] melawan narkoba dengan cara menghilangkan, ibu kota Swiss, Bern, justru berniat melegalkan barang haram itu untuk […]