Bisakah Makanan Hasil Laboratorium Jadi Solusi Krisis Pangan?

by | Sep 8, 2023

Internasional | Pangan | Penelitian | Selandia Baru | Teknologi

FOMOMEDIA – Selain mengurangi limbah, makanan hasil laboratorium diharapkan bisa jadi siasat hadapi krisis pangan. Sampai mana progres penelitiannya sekarang?

Para ilmuwan di Selandia Baru sedang berupaya untuk menumbuhkan sebuah jaringan buah di laboratorium. Langkah tersebut ditempuh untuk menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan.

Berbeda dengan penelitian para ilmuwan lainnya yang mengembangkan daging dalam beberapa tahun terakhir, ilmuwan yang tergabung dalam Plant & Food Research itu melakukan penelitian terhadap buah-buahan. Kelompok tersebut berupaya untuk menumbuhkan jaringan buah dari sel tanaman yang diharapkan bisa berguna pada suatu hari nanti.

Peneliti Plant & Food Research yang berbasis di selatan kota Christchurch itu bertujuan ingin membantu ketahanan pangan negara. Mereka sadar bahwa krisis pangan memang menjadi ancaman nyata untuk saat ini.

“Di Selandia Baru, kami pandai menanam tanaman hortikultura konvensional, tetapi melihat ke masa depan, ada banyak perubahan terjadi di dunia seiring dengan pertumbuhan populasi, meningkatnya urbanisasi, dan perubahan iklim,” kata Ben Schon, salah seorang ilmuwan di Plant & Food Research, dikutip dari The Guardian.

Selain itu, program penumbuhan jaringan buah di lab juga bertujuan untuk tidak menyisakan bagian buah yang dibuang. Inti apel dan kulit jeruk, misalnya. Kedua sisa buah itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan yang juga berperan mengurangi limbah makanan.

Bantu Pertanian Berkelanjutan

Adanya program menumbuhkan jaringan buah di lab Plant & Food Research tentu harus disambut baik. Apalagi, program makanan hasil laboratorium dianggap memainkan peran penting dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di Selandia Baru.

Meski baru tahap uji coba awal, bukan tidak mungkin para ilmuwan tersebut berhasil melakukan penumbuhan jaringan inti buah di lab. Apalagi, pengembangan makanan hasil laboratorium sendiri merupakan konsep yang benar-benar baru.

Menurut Ali Rashidinejad, seorang ilmuwan makanan senior di Massey University di Palmerston North, riset pengembangan makanan hasil laboratorium bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun.

Kini, program penelitian tanaman dan makanan di lab itu sudah berjalan 18 bulan. Beberapa tanaman yang sel-selnya sudah diambil untuk penelitian seperti blueberry, apel, ceri, persik, dan anggur.

Para peneliti juga memperingatkan bahwa tujuan akhir yakni bisa memanen sesuatu yang bernutrisi dan nikmat untuk dimakan. 

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments