Binance Akui Lakukan Pencucian Uang Kripto, CEO Langsung Mundur

by | Nov 22, 2023

Binance | Ekonomi | Internasional | Kripto

FOMOMEDIA – Setelah kejatuhan FTX, Binance didakwa melakukan pencucian uang lewat koin kripto. Eksistensi uang digital tersebut kian terancam.

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, resmi mengundurkan diri dari perusahaan yang dirintisnya. Pengumuman tersebut disampaikan usai ia dinyatakan bersalah atas pelanggaran pencucian uang di pelantar kripto.

Hari ini, saya mengundurkan diri sebagai CEO Binance. Memang, tidak mudah untuk melepaskannya secara emosional. Tapi saya tahu itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Saya melakukan kesalahan, dan saya harus bertanggung jawab. Ini yang terbaik untuk komunitas kami, untuk Binance, dan untuk saya sendiri,” tulis Zhao melalui akun X miliknya.

Zhao mengaku bersalah. Ia pun setuju untuk membayar denda sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) dan dilarang terlibat dalam bisnis kripto. Binance juga mengaku bersalah atas keterlibatan dalam pencucian uang.

Departemen Kehakiman AS mendakwa perusahaan tersebut setelah melakukan bisnis pengiriman uang tanpa izin. Selain itu, Binance juga dituduh melakukan konspirasi dan melanggar undang-undang kekuatan ekonomi AS.

Gara-gara permasalahan itu, Departemen Kehakiman AS mewajibkan Binance untuk membayar denda dan penyitaan aset sebesar 4,3 miliar dolar. 

“Binance memungkinkan hampir 900 juta dolar transaksi antara pengguna AS dan Iran, dan memfasilitasi transaksi jutaan dolar antara pengguna AS dan pengguna di Suriah, dan di wilayah Krimea, Donetsk, dan Luhansk yang diduduki Rusia di Ukraina,” kata seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS, dikutip dari BBC.

Pertukaran uang lintas wilayah itu sangat berpotensi memudahkan para penjahat untuk memindahkan uang. Binance pun didakwa telah melakukan dan membantu pemindahan uang itu. Perusahaan yang didirikan sejak 2017 tersebut dianggap telah terlibat dalam upaya disengaja untuk mendapatkan keuntungan dari pasar AS tanpa ada hukum negara itu.

Setelah Zhao mengundurkan diri, Richard Teng, kepala pasar regional Binance di luar AS, kini ditunjuk sebagai CEO baru perusahaan tersebut.

Pukulan Telak Mata Uang Kripto

Sejak adanya dakwaan tersebut telah menjadi pukulan telak bagi mata uang kripto. Apalagi, kasus yang menimpa Binance tersebut tidak lama terjadi setelah Sam Bankman-Fried, pendiri FTX, dinyatakan bersalah melakukan penipuan. 

FTX adalah salah satu perusahaan perdagangan kripto yang menjadi saingan Binance. Namun, dikarenakan tersandung kasus pada awal bulan ini, FTX langsung mengalami keruntuhan dramatis.

Menurut laporan The Guardian, Sam Bankman-Fried dihukum atas tujuh tuduhan penipuan dan konspirasi. Akibat tuduhan tersebut, pendiri FTX tersebut menghadapi hukuman 115 tahun penjara.

Sementara, sejak pemeriksaan Sam Bankman-Fried, sebenarnya Zhao memiliki peran penting. Apalagi, dia awalnya ditawari untuk terlibat dalam pemeriksaan pembukuan FTX. Namun, Zhao menolak tawaran itu.

Kini, tak jauh berbeda dengan nasib Sam Bankman-Fried, Zhao akhirnya diseret ke meja hijau. Dua orang tersebut memang memiliki penampilan yang beda. Tetapi, persamaan keduanya yakni jadi tokoh penting memopulerkan mata uang digital kripto yang digadang bisa menggantikan mata uang negara.

Namun, sepertinya harapan akan mata uang digital kripto bisa menjadi alat transaksi lintas negara bakal semakin susah.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] tersebut masih berkelindan dengan pengunduran diri Changpeng Zhao, pendiri Binance. Salah satu perusahaan yang memperdagangkan koin kripto tersebut mengaku bersalah […]