Bikin Parno, Berikut Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

by | Jan 27, 2023

Tragedi | Transportasi
Bikin Parno, Berikut Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

FOMOMEDIA.ID – Kecelakaan pesawat memang termasuk kejadian paling mengerikan yang terjadi, karena biasanya memakan korban dalam jumlah besar dan kerugian materiil dan immateriil yang besar pula.

Beberapa waktu lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan beberapa rekaman video jatuhnya pesawat ATR 72 milik Yeti Airlines di Pokhara, Nepal. Kejadian mengerikan tergambar dalam sebuah live streaming di media sosial Facebook oleh salah satu penumpang, saat detik-detik menjelang dan ketika pesawat terjatuh dan terbakar.

Memang, kecelakaan pesawat dianggap “lebih istimewa” ketimbang kecelakaan kendaraan lainnya. Betapa tidak, kerugian materiil dan immateriil yang dari kejadian tersebut bisa dibilang sangat luar biasa. Mulai dari harga pesawat yang fantastis, nyawa yang melayang dalam jumlah besar, hingga turunnya kepercayaan publik pada brand teknologi ataupun maskapai yang digunakan.

Dari berbagai insiden yang pernah terjadi, berikut Fomomedia rangkum lima  kecelakaan pesawat udara paling mengerikan sepanjang sejarah.

Tabrakan Charkhi Dadri (Tahun 1996)

Langit kota Charkhi Dadri, India, 27 tahun lalu pernah menjadi saksi sebuah kecelakaan udara dahsyat dalam sejarah penerbangan dunia. Pesawat udara Saudi Arabian Airlines Boeing 747-168B dengan 289 penumpang dan 23 awak pesawat dan pesawat Kazakhstan Airlines Flight 1907 dengan 27 penumpang dan 10 awak pesawat bertabrakan di udara.

Kedua pesawat tersebut datang dari arah yang berbeda dengan ketinggian yang tak terlalu jauh berbeda, yakni Saudi Airlines 4.267 meter dan Kazak Airline 4.876 meter. Sayangnya, pilot Kazak Airline gagal mempertahankan ketinggiannya walau sempat diperingatkan oleh air traffic controller. Dari hasil investigasi, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman bahasa Inggris oleh pilot Kazak Airline.

Kedua pesawat saling bertabrakan di bagian sayap sehingga keduanya kehilangan kendali dan meluncur ke bawah sampai pada akhirnya meledak di daratan kota Charkhi Dadri. Tak satu pun penumpang maupun awak dari kedua pesawat selamat dari kejadian ini.

Simulasi Tabrakan Charkhi Dadri (Sumber: Youtube Plane’n Boom)

Japan Airlines Flight 123 (Tahun 1985)

Sore hari pada 12 Agustus 1985, suasana di kota Tokyo mendadak terasa mencekam. Beberapa menit setelah lepas landas dari bandara Haneda di Tokyo, Pesawat Japan Airlines Penerbangan 123 dengan nomor registrasi JA8119 tujuan Itami International Airport di Osaka, jatuh di area pegunungan Takamagahara.

Semua bermula dari bagian penyekat buritan belakang pesawat yang pecah dan menghasilkan ledakan dekompresi, hingga merobek ekor pesawat. Pada akhirnya, kerusakan bagian ekor tersebut mematikan seluruh sistem hidraulik pesawat, dan mengakibatkan pesawat melayang-layang tak terkendali selama sekitar 30 menit.

Sebenarnya, pilot sudah mencoba mencari tempat mendarat darurat dengan kembali ke bandara Haneda, namun hal tersebut sia-sia. Pada pukul 18.56 waktu setempat, pesawat Boeing 747-100SR hilang kontak dari radar dan selanjutnya dikabarkan telah menabrak puncak Osutaka.

Dari insiden tersebut, setidaknya 520 orang yang terdiri dari penumpang dan awak pesawat meninggal, dan hanya 4 orang yang dinyatakan selamat. Sehingga kejadian tersebut menjadi kecelakaan pesawat paling mengerikan di Jepang.

Atas kejadian tersebut, Presiden Japan Airlines (JAL), Yasumoto Takagi, mengundurkan diri dari jabatannya. Sedangkan di Haneda, seorang manajer perawatan JAL melakukan harakiri atau ritual bunuh diri sebagai bentuk tanggung jawab dari kesalahan dan rasa malu yang ditanggungnya.

Simulasi kecelakaan Japan Airlines Flight 123 (Sumber: Youtube Plane’n Boom)

Tragedi Bandara Tenerife (Tahun 1977)

Tumpukan kabut tebal di landasan pacu bandara Tenerife yang terletak di Kepulauan Canaria, Spanyol, mendadak buyar karena dentuman dan bola api yang memancar di lokasi. Bukan karena sedang ada perayaan tahun baru, karena saat itu masih tanggal 27 Maret 1977. Tabrakan antara dua pesawat jet Boeing 747 milik maskapai KLM Royal Dutch Airline dan Pan Am Airways menjadi penyebabnya.

Kedua pesawat dijadwalkan untuk lepas landas secara berurutan, dimulai dari KLM, dan kemudian disusul oleh Pan Am. Akan tetapi, kondisi cuaca buruk dengan kabut teramat tebal sangat membatasi jarak pandang. Terlebih lagi, sang pilot KLM 747 tersebut berinisiatif untuk takeoff tanpa persetujuan dari air traffic control, sedangkan posisi Pan Am 747 sedang melintang di tengah landasan pacu.

Walhasil, KLM 747 yang sedang melaju kencang tersebut menghantam bagian tengah pesawat Pan Am 747. Dari kejadian ini, Pesawat KLM tersebut tak menyisakan satu pun penumpang dan awak pesawat yang selamat, sedangkan 61 orang dari pesawat Pan Am berhasil selamat. Ada 583 nyawa yang melayang dari kejadian tersebut yang menjadikan tragedi Bandara Tenerife sebagai kecelakaan pesawat paling mematikan dalam sejarah penerbangan.

Simulasi Tragedi Bandara Tenerife (Sumber: Youtube Plane’n Boom)

Kecelakaan Garuda Indonesia GA 152

Indonesia juga punya sejarah kelam dunia penerbangan. Hari Jumat, 26 September 1997 menjadi hari yang tak terlupakan, khususnya bagi keluarga korban. Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia jenis Airbus A300-B4 yang hendak mendarat di Bandara Polonia jatuh di kawasan Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara.

Kondisi langit yang berselimut kabut akibat pembakaran hutan disinyalir menjadi penyebabnya. Jarak pandang yang terbatas dan juga pilot yang tidak mengikuti arahan air traffic control (ATC) membuat pesawat menabrak pepohonan hingga akhirnya menuju daratan dan hancur berkeping-keping.

Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 234 orang menjadi korban dan sebagiannya tak dapat diidentifikasi karena hangus terbakar. Para korban yang tak bisa diidentifikasi tersebut akhirnya dimakamkan di Monumen Membramo di Medan, di mana 61 korban kecelakaan pesawat Fokker F28 Garuda Indonesia pada 1979 juga dimakamkan di sana.

Simulasi kecelakaan Garuda Indonesia GA 152 (Sumber: Youtube Plane’n Boom)

Misteri Malaysia Airlines MH17

Jatuhnya pesawat jenis Boeing 777 milik Malaysia Airline MH17 pada 17 Juli 2014 menimbulkan misteri dan tanda tanya besar di berbagai belahan dunia. Berbagai teori konspirasi pun bermunculan terkait tragedi tersebut, mulai dari pesawat sengaja ditembak untuk memulai perang dunia ketiga, pesawat tidak terbang namun diledakkan di darat, hingga kelompok Illuminati yang diduga sebagai pelakunya.

Delapan tahun berselang, pada 17 November 2022, pengadilan Belanda menyatakan bahwa dengan rute penerbangan Den Haag menuju Kuala Lumpur tersebut ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia yang ditembakkan dari sebuah lokasi di Ukraina Timur. Atas kejadian tersebut, Sekitar 298 penumpang tewas dan tidak ada yang selamat.

Simulasi kecelakaan Malaysia Airlines MH17 (Sumber: Youtube Plane’n Boom)

Penulis: Irwan Saputra

Editor: Yoga

Visual: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
nimabi

Thank you very much for sharing, I learned a lot from your article. Very cool. Thanks. nimabi