Bikin Candu Anak-anak, Meta Digugat ke Pengadilan

by | Nov 28, 2023

Amerika Serikat | Anak | Meta | Teknologi

FOMOMEDIA – Meta digugat ke meja hijau lantaran abai terhadap pengguna di bawah umur. Perusahaan tersebut dianggap bikin candu.

Meta lagi-lagi menghadapi gugatan terkait masalah kesehatan mental anak-anak. Perusahaan induk Instagram dan Facebook tersebut dianggap dengan sengaja telah merekayasa pelantarnya untuk membikin anak-anak merasa kecanduan.

Rasa candu tersebut dirasakan anak-anak yang masih di bawah umur. Meta dianggap dengan sengaja mengizinkan para pengguna di bawah untuk memiliki akun media sosial.

Gugatan tersebut masih menjadi bagian yang dilayangkan Jaksa Agung dari 33 negara bagian Amerika Serikat. Sejak akhir Oktober 2023 lalu, para jaksa menuduh Meta telah dengan sengaja membiarkan keluhan tentang pengguna di bawah umur, terutama di pelantar Instagram.

Adapun Instagram sendiri, menurut laporan BBC, dianggap telah menggunakan fitur-fitur adiktif untuk “menjerat” penggunanya. Meta pun dituduh telah menyembunyikan adanya bahaya besar yang disembunyikan.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut dianggap abai. Adanya keluhan tentang jumlah pengguna di bawah umur yang jumlahnya banyak tersebut telah menjadi “rahasia umum” yang dibiarkan begitu saja.

Penghapusan Akun Tidak Direspons

Menurut The Guardian, salah satu permasalahan yang dihadapi Meta yakni tidak adanya respons yang baik. Dalam gugatan yang dilayangkan Jaksa Agung, mereka mengutip adanya rangkaian surat elektronik yang dikirim dari empat akun perempuan berusia 12 tahun.

Ibu para gadis tersebut mengirimkan email ke Meta untuk segera dihapus akunnya. Namun, alih-alih dihapus, para karyawan Meta justru mengabaikan. Para karyawan dianggap tidak mengetahui bahwa pemilik akun masih di bawah umur.

Meta bukannya tidak memiliki kebijakan terkait batas usia para penggunanya. Pada 2021, misalnya, Meta menerima lebih dari 402 ribu laporan pengguna di bawah 13 tahun di Instagram. Dari jumlah tersebut, mereka langsung menonaktifkan 164 ribu akun.

Selain itu, hingga saat ini, Meta diduga masih menyimpan hingga 2,5 juta akun yang dipakai anak-anak. Namun, terkait dugaan ini masih perlu dibuktikan kebenarannya.

Dianggap Bikin Produk Candu

Dalam gugatan yang dilayangkan kepada Meta, perusahaan tersebut dianggap telah membikin produk yang membuat ketagihan dan berbahaya bagi anak-anak. Pelantar seperti Instagram dianggap membuat anak-anak memiliki gejala anoreksia.

Frances Haugen, salah satu whistleblower asal Amerika Serikat, menyatakan bahwa Meta dengan sengaja menyasar anak-anak di bawah usia 18 tahun. perusahaan tersebut dianggap bermain-main dan memengaruhi psikologi para remaja di Negeri Paman Sam.

Meta dianggap mengambil keuntungan dari para pengguna di bawah umur untuk mengembangkan produk yang bisa ditawarkan ke perusahaan lain. Kebiasaan dan minat para anak muda di bawah umur pun dianggap dimanfaatkan betul oleh Meta.

Namun, Meta sendiri telah membantah terkait gugatan tersebut. Terkait batas usia pengguna Instagram, perusahaan telah berupaya untuk membendung. Namun, verifikasi usia yang dilakukan oleh Meta seringkali terkelabui.

Perusahaan tersebut pun kini dituntut untuk serius menangani para pengguna di bawah umur. Tak hanya di Amerika saja, melainkan seluruh dunia.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Meta, X, TikTok, Snap, dan Discord akan disidang di depan Senat AS. Kelima eksekutif tersebut akan […]