Berduyun-duyun Mendukung Ganjar Pranowo

by | Apr 27, 2023

Ganjar Pranowo | Pemilu | Pemilu 2024 | Pilpres 2024 | Politik

FOMOMEDIA – Setelah resmi diumumkan jadi calon presiden PDIP, Ganjar Pranowo kebanjiran dukungan. Sudah ada empat parpol yang berdiri di belakangnya.

Menyusul pengumuman yang disampaikan Megawati Soekarnoputri bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dukungan dari partai politik (parpol) lain mulai mengalir. Bersama PDIP, kini sudah ada tiga parpol yang menyatakan diri sebagai pendukung Ganjar.

Kendati bukan parpol tempat Ganjar bernaung, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi parpol pertama yang mengusung pencalonannya sebagai presiden. Parpol yang kini dipimpin eks vokalis Nidji, Giring Ganesha, tersebut bahkan sudah mengumumkan bakal mengusung Ganjar—dengan Yenny Wahid sebagai pasangannya—sebagai capres pada tahun 2022 silam.

Apa yang dilakukan PSI itu sebetulnya tidak mengejutkan. Sebab, menurut berbagai hasil survei yang telah diterbitkan sepanjang 2022, nama Ganjar kerapkali muncul sebagai kandidat terpopuler. Meski demikian, dengan reputasi sebagai “PDIP U-23” alias “PDIP kecil”, langkah PSI mengumumkan Ganjar sebagai capres itu mendapat tanggapan kurang menyenangkan dari Megawati selaku Ketua Umum PDIP. Bahkan, PSI akhirnya harus meminta maaf secara terbuka karena, meskipun merupakan sosok populer, Ganjar bukanlah kader partai tersebut.

Namun, kini PSI boleh sedikit menepuk dada karena langkah mereka justru “diikuti” oleh PDIP. Well, setidaknya begitulah yang dikatakan Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI. “Total sudah empat parpol yang mendukung beliau (Ganjar, red.). Sebelumnya ada PDIP dan Partai Hanura, PSI adalah yang pertama. Kami bersyukur, langkah kami diikuti parpol-parpol lain,” ucap Grace, dikutip dari CNN Indonesia.

Adapun, seperti yang telah diutarakan Grace, Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) pun sudah menyatakan dukungan resmi kepada Ganjar untuk menjadi capres di pesta demokrasi tahun depan. Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang, bahkan berani mengklaim bahwa DPD Hanura se-Indonesia sudah kompak memberikan support untuk Gubernur Jawa Tengah tersebut.

“Dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Hanura Tahun 2022, kami menyatakan akan menentukan (bakal capres) yang dicalonkan dan menjadi pilihan beliau (Presiden Joko Widodo). Saya ikut mendukung Ganjar,” kata OSO (sapaan karib Oesman, red.) seperti dilansir Okezone.

“Kami sudah koordinasi dengan DPD Partai Hanura, mereka serempak menyambut dan setuju mendukung Ganjar Pranowo. Kalau mendukung jangan setengah-setengah, karena harus pakai hati nurani,” tambahnya.

Sementara itu, satu parpol lain yang baru-baru ini memberikan mandatnya kepada Ganjar adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Setelah melalui musyawarah dan diskusi yang mendalam dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, PPP memutuskan Haji Ganjar Pranowo SH MIP sebagai calon presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden 2024 yang akan datang,” ujar Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, dikutip dari CNBC Indonesia.

Peta Menuju 2024 Semakin Jelas

Langkah PPP ini boleh dibilang paling menarik karena, sebelumnya, mereka sudah berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Koalisi tiga partai ini diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan mulanya ditengarai bakal jadi kendaraan bagi Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk menjadi capres. Namun, dengan sudah ditentukannya arah langkah PPP, nasib KIB pun mulai dipertanyakan.

PAN sendiri dikabarkan sudah mulai mempertimbangkan untuk mengarahkan dukungan kepada Ganjar. Apalagi, menurut Ketua Dewan Pakar PAN, Drajad Wibowo, hasil rapat koordinasi PAN di Semarang, 26 Februari 2023, mengindikasikan bahwa parpol berlambang matahari itu memang sudah pro-Ganjar. “Banyak pemegang hak suara Rakernas PAN yang menggaungkan nama Mas Ganjar sebagai capres, dan nama Mas Erick (Thohir, red.) sebagai cawapres,” terang Drajad, disitat dari Sindo News.

Artinya, anggota KIB yang kini belum terlihat menentukan sikap adalah Golkar. Meski demikian, Golkar adalah salah satu parpol anggota koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan, Presiden Jokowi sendiri merupakan kader PDIP. Artinya, kemungkinan besar, Jokowi tetap akan memberikan dukungannya kepada Ganjar dan dia bisa saja meminta parpol-parpol anggota koalisinya, termasuk Golkar, untuk berdiri di belakang sang calon suksesor.

Dengan demikian, peta persaingan menuju 2024 sudah mulai terlihat. Di satu sisi  ada Ganjar yang ditopang PDIP, PSI, Hanura, PPP, serta kemungkinan besar PAN dan Golkar. Di sisi lain, ada Anies Baswedan yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dua nama capres sudah resmi diajukan. Kini, tinggal satu nama lagi yang harus membuat keputusan. Dia adalah Prabowo Subianto, rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 yang kemudian justru jadi anggota kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Sampai saat ini, indikasi bahwa Prabowo bakal kembali mencalonkan diri jadi presiden masih kuat.

Kendati begitu, Jokowi yang sebelumnya pernah memberi restu kepada Prabowo untuk menjadi capres justru menyebut nama eks Komandan Jenderal Kopassus itu sebagai salah satu calon wakil Ganjar. Jika memang benar nantinya Prabowo mau menjadi wakil Ganjar, bisa jadi hasil Pemilu 2024 sudah bisa dipastikan. Pasalnya, menilik survei-survei yang sudah ada, dua kandidat teratas favorit masyarakat adalah Ganjar dan Prabowo. Apabila mereka bersatu, apakah itu berarti Anies bakal kalah sebelum berperang? Menarik ditunggu.

Penulis: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] calon yang mendominasi pemberitaan itu sudah resmi diusung jadi capres oleh masing-masing koalisi. Ganjar Pranowo diusung oleh PDI-Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kemudian, Anies Baswedan […]