Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik Jadi Strategi Marketing Baru Pemerintah

by | May 31, 2023

Bisnis | Kendaraan Listrik | Otomotif

FOMOMEDIA – Tak hanya diberi subsidi dan insentif, kini pajak kendaraan listrik dihapus. Apakah ini sebuah trik agar kendaraan listrik cepat laku?

Akhir-akhir ini kebijakan tentang kendaraan listrik sedang gencar dipromosikan. Mulai dari subsidi bagi para pembeli, hingga yang teranyar kendaraan listrik khusus pribadi akan dibebaskan dari pajak.

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru saja menetapkan kendaraan listrik bebas pajak atau PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) khusus milik pribadi. Penetapan tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 6 Tahun 2023 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat Tahun 2023.

Dalam aturan tersebut diatur bahwa kendaraan listrik bebas pajak PKB dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) milik pribadi alias nol persen.

Pengisian daya mobil listrik. (Foto: Kompas)

Adanya pembebasan PKB dan BBNKB itu sudah diberlakukan dan diundangkan pada 11 Mei 2023 lalu. Peraturan yang mengatur bebas pajak bagi kendaraan listrik tersebut lebih cepat dari rencana semula.

Di dalam aturan itu, terutama pada Pasal 10 Ayat 1, disebutkan bahwa pengenaan pajak kendaraan listrik berbasis baterai untuk orang atau barang ditetapkan nol persen dari dasar pengenaan PKB. Lalu, Ayat 2 menyebut, pengenaan BBNKB kendaraan listrik berbasis baterai untuk orang atau barang ditetapkan nol persen dari dasar pengenaan BBNKB.

Adanya bebas pajak untuk PKB dan BBNKB kendaraan listrik itu tidak berlaku bagi kendaraan konversi dari bahan bakar fosil menjadi baterai.

Strategi Pemerintah

Dilansir laman resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik di Indonesia dari tahun 2019 sampai 2022 memang menunjukkan tren kenaikan.

BACA JUGA:

“Selama 2021 mobil listrik terjual 3.205 unit atau 0,4 persen dari total pasar keseluruhan. Mobil hybrid merupakan kontributor penjualan mobil listrik pada tahun lalu yaitu 2.472 unit, sedangkan PHEV (plug in hybrid) 46 unit, dan BEV (mobil listrik murni) 687 unit. Penjualan mobil listrik pada 2021 tumbuh dari catatan total penjualan pada 2020 yaitu 1.324 unit (0,2 persen) dan pada 2019 sebanyak 812 unit (0,1 persen).” tulis Gaikindo.

Meski mengalami tren kenaikan, pemerintah tak henti-hentinya menggenjot angka kenaikan pembelian kendaraan listrik. Selain memberikan subsidi bagi para pembeli kendaraan listrik, kini pemerintah memberlakukan aturan bebas pajak.

Sementara itu, dikutip dari keterangan Metro TV melalui akun Twitter-nya, mekanisme subsidi dan insentif pembelian kendaraan listrik tak mampu menggenjot penjualan.

“Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia, Moeldoko, mengatakan per Jumat (19/5/2023) pembeli motor listrik baru 108 unit sejak insentif diluncurkan pada 20 Maret 2023. Padahal targetnya 200 ribu unit motor listrik bisa terjual tahun ini.” tulis @Metro_TV, Kamis (25/5/2023). 

Diketahui sebelumnya pada 20 Maret 2023 tersebut pemerintah memang telah menerbitkan aturan tentang pemberian bantuan untuk pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yakni motor listrik dan mobil listrik.

Bantuan subsidi tersebut untuk pembelian motor listrik seperti yang dikatakan Moeldoko. Sedangkan, bantuan untuk subsidi untuk mobil listrik akan diberikan sebanyak 35.900 unit.

Lalu, dengan adanya subsidi dan insentif serta adanya kebijakan bebas pajak itu, apakah bisa membuat penjualan kendaraan listrik melonjak? Kita tunggu saja.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] – Sepeda listrik ternyata gak bisa dikendarai di sembarang tempat. Selain itu, syarat mengendarainya pun cukup […]