Bahaya! Salju Abadi Pegunungan Jayawijaya Bakal Lenyap di 2026

by | Aug 25, 2023

Indonesia | Krisis Iklim | Lingkungan | Papua | Pegununugan Jayawijaya | Perubahan Iklim

FOMOMEDIA – El Nino membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih hangat. Inilah yang memicu pelelehan salju abadi Pegunungan Jayawijaya.

Salju abadi di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua, akan meleleh sepenuhnya pada 2026 akibat perubahan iklim. Demikian keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (23/8/2023).

Saat ini, menurut keterangan BMKG, ketebalan salju di Gunung Puncak Jaya tinggal 6 meter. Dalam kurun 2015-2016, saat El Nino melanda, suhu permukaan menjadi lebih hangat. Akibatnya, ketebalan salju di gunung itu pun menyusut sebanyak 5 meter per tahun.

Kini, El Nino kembali melanda dan itulah yang mendasari prediksi BMKG akan habisnya salju di Puncak Jaya.

Salju abadi Puncak Jaya. (Foto: Media Indonesia)

“Fenomena El Nino tahun 2023 ini berpotensi mempercepat kepunahan tutupan es Puncak Jaya. Realitas ini memiliki dampak besar bagi berbagai aspek kehidupan di wilayah tersebut,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNBC Indonesia.

“Ekosistem yang ada di sekitar salju abadi menjadi rentan dan terancam. Perubahan iklim juga berdampak pada kehidupan masyarakat adat setempat yang telah lama bergantung pada keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah tersebut,” tambahnya.

Indonesia Sudah Kehilangan Salju Abadi

Salju abadi Puncak Jaya merupakan satu dari empat salju abadi yang ada di Indonesia. Semuanya terletak di barisan Pegunungan Jayawijaya. Selain di Puncak Jaya, ada pula salju abadi di Puncak Mandala, Puncak Carstensz Timur, dan Puncak Soemantri Brodjonegoro.

Sebetulnya, Indonesia dulu juga pernah memiliki salju abadi di Puncak Trikora, Papua Barat. Akan tetapi, salju abadi di situ sudah lenyap sejak dekade 1990-an akibat pemanasan global.

Pernah ada salju abadi di Puncak Trikora. (Foto: Wikimedia Commons)

“Salju abadi di Puncak Jaya adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut,” ujar Dwikorita.

Pada 2010, diketahui bahwa salju abadi di Pegunungan Jayawijaya, khususnya di Puncak Jaya, telah mengalami penipisan gradual. Setiap tahunnya, lapisan salju di sana menipis sebanyak 1 meter. El Nino 2015-2016 pun semakin memperparah penipisan lapisan salju tersebut.

Kini, dengan tebal salju yang tinggal 6 meter, Dwikorita pun mendesak semua pihak untuk melakukan perubahan konkret.

“Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim harus dilakukan bersama baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dan pihak terkait lainnya. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan penerapan energi baru dan/atau terbarukan menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan,” tegasnya.

Penulis: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Bahaya! Salju Abadi Pegunungan Jayawijaya Bakal Lenyap di 2026 […]