Audiobook Spotify Ancam Industri Perbukuan

by | Oct 12, 2023

Audiobook | Buku | Spotify | Teknologi

FOMOMEDIA – Layanan audiobook Spotify dianggap bermasalah. Selain tidak melibatkan para penulis, fitur itu rawan pembajakan buku.

Aplikasi streaming musik Spotify tengah mempromosikan layanan audiobook. Fitur ini telah diluncurkan dan membuat para penggunanya bisa mendengarkan buku hingga 15 jam secara gratis tiap bulannya.

Audiobook, selain penggunaan kecerdasaan buatan, jadi salah satu layanan yang diperkenalkan Spotify pada tahun ini. Namun, jenis layanan itu justru dianggap akan berdampak buruk bagi industri perbukuan.

Society of Authors (SoA), badan industri yang melindungi hak dan memajukan kepentingan penulis di Inggris, mengatakan bahwa audiobook Spotify memiliki dampak buruk yang ditimbulkan. Menurut lembaga itu, tak hanya para artis yang terdampak akibat layanan streaming, tapi juga para penulis.

Streaming audiobook bersaing langsung dengan penjualan dan bahkan lebih merusak daripada streaming musik karena buku biasanya hanya dibaca sekali, sedangkan musik sering kali diputar berkali-kali,” kata SoA, dikutip dari The Guardian.

Penerbit Buku Sepakat

Spotify memang tak main-main dalam menggarap fitur audiobook-nya. Perusahaan yang didirikan sejak 2006 ini bahkan telah membuat kesepakatan dengan para penerbit buku.

Kesepakatan tersebut dilakukan pada awal Oktober 2023 ini. Para penjual buku, dinukil dari The Guardian, menyebut bahwa semua penerbit besar telah menyetujui kesepakatan streaming terbatas dengan Spotify.

Kini, sejak 4 Oktober 2023 lalu, para pelanggan Spotify Premium yang berada di Inggris dan Australia telah bisa mengakses konten audiobook hingga 15 jam per bulannya itu. Setidaknya, Spotify telah menawarkan lebih dari 150 ribu judul buku.

“Sejauh yang kami ketahui, tidak ada penulis atau agen yang dihubungi untuk mendapatkan izin atas lisensi tersebut, dan penulis belum diajak berkonsultasi mengenai persyaratan lisensi atau pembayaran,” ujar SoA.

“Kontrak penerbitan berbeda-beda tetapi, dalam pandangan kami, sebagian besar lisensi yang diberikan kepada penerbit untuk lisensi audio tidak termasuk streaming. Faktanya, kemungkinan besar streaming bukanlah sebuah kegunaan yang ditemukan ketika banyak kontrak semacam itu ditandatangani,” lanjut pernyataan SoA.

Tidak Melibatkan Penulis

Langkah kesepakatan antara penerbit buku dengan Spotify dianggap tidak melibatkan para penulis. Seperti yang dinyatakan SoA, tidak ada penulis yang dihubungi terkait kesepakatan itu.

Yara Rodrigues Fowler, novelis asal Inggris, adalah penulis yang karyanya turut dijadikan audiobook. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak diajak berkonsultasi terkait karyanya yang masuk ke platform streaming.

Kini, muncul masalah baru dalam pembagian royalti antara penerbit dan penulis. Menurut laporan The Guardian, beberapa penulis kini sedang menuntut penerbit supaya mau membagikan royalti yang didapatkan dari Spotify.

“Kami akan mencermati kesepakatan yang ditawarkan oleh penerbit untuk memastikan royalti yang ditawarkan bergantung pada pembelian setiap audiobook dan bukan berapa lama seseorang boleh atau tidak mendengarkannya,” kata Jonny Geller, seorang penulis yang berbasis di London.

“Kami tidak ingin mengikuti jalan buruk yang dialami industri musik,” lanjutnya.

Rawan Pembajakan

Selain masalah royalti yang dipermasalahkan oleh para penulis, masalah lain seperti pembajakan buku jadi semakin rawan terjadi. Apalagi, jika seseorang mendengarkan audiobook, mereka dengan sangat mudah untuk bisa menyalin konten suara itu.

Langkah penerbit besar di Inggris yang menyetujui kesepakatan dengan pihak Spotify dianggap gegabah. Apalagi, para penulis tidak dilibatkan sama sekali.

Kepala eksekutif SoA Nicola Solomon mempertanyakan kesepakatan itu. Ia menilai bahwa semua penerbit yang telah sepakat itu menihilkan adanya perlindungan untuk karya penulis.

“Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kesepakatan seperti itu tidak bersaing dengan penjualan dan penulis mendapat upah penuh. Apa artinya bagi pendapatan jangka panjang? Perlindungan apa yang diterapkan penerbit terhadap pembajakan dan penggunaan yang tidak terkendali?” kata Solomon.

Kini, bersama serikat buruh yang membela penulis di Inggris, ia sedang bernegosiasi untuk mendapat kesepakatan baru. Paling tidak, para penulis harus dilibatkan. Para penerbit juga dituntut untuk memberikan perlindungan kepada penulis.

Sementara, pihak Spotify sendiri belum memberikan tanggaan mengenai keresahan para penulis.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] studi baru telah menemukan bahwa terdapat lebih dari satu juta lagu yang ada di Spotify telah dimanipulasi. Jumlah ini tentu membuat geger perusahaan streaming musik […]