AS Negosiasi Pembebasan Sandera Hamas, Lebanon Serang Israel

by | Nov 13, 2023

Internasional | Israel | Lebanon | Palestina | Politik

FOMOMEDIA – Beberapa sandera yang ditawan Hamas belum dibebaskan. Kini, eskalasi konflik semakin meningkat dengan adanya serangan Lebanon ke Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa saat ini lebih dari 11 ribu warga telah meninggal dunia akibat serangan Israel. Selain itu, setidaknya terdapat hampir 27 ribu orang mengalami luka-luka.

Seruan gencatan senjata dari berbagai penjuru dunia tak kunjung didengar Israel dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih tetap kukuh ingin melenyapkan Hamas sampai tak tersisa.

Apalagi, saat ini masih terdapat beberapa sandera warga Israel yang ditahan oleh Hamas. Oleh sebab itu, negara tersebut ngotot memberikan perlawanan penuh di wilayah Gaza.

Terkait sandera tersebut, diketahui ternyata tidak hanya dari warga Israel saja. Menurut laporan The Guardian, Amerika Serikat (AS) masih mencari sembilan warganya yang masih hilang akibat sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Kepala penasihat keamanan Gedung Putih Jake Sullivan menyebut AS terlibat dalam “negosiasi yang sedang berlangsung” untuk pembebasan sandera yang diyakini ditahan oleh Hamas di Gaza.

“Ada negosiasi yang sedang berlangsung yang melibatkan Israel, Qatar, dan kami, Amerika Serikat, juga terlibat secara aktif dalam hal ini karena kami ingin memastikan semua orang yang disandera pulang dengan selamat,” kata Sullivan, dikutip dari The Guardian.

“Ada sembilan warga negara Amerika yang hilang serta seorang staf kedutaan, seorang pemegang kartu hijau,” lanjutnya. 

Perundingan Ditunda

Upaya perundingan untuk segera melakukan gencatan senjata memang sudah dilakukan. Termasuk yang ditawarkan oleh Hamas.

Namun, karena serangan Israel semakin membabi buta, Kamis (9/11/2023) lalu Hamas menunda adanya tawaran perundangan itu. Apalagi di hari tersebut, Rumah Sakit As-Syifa dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza menjadi sasaran rudal jarak jauh.

Badan kependudukan PBB, UNFPA, mengeluarkan pernyataan bahwa di Rumah Sakit As-Syifa terdapat ribuan warga sipil terluka. Parahnya, kini mereka terjebak di dalam lingkungan rumah sakit. 

Para warga sipil tidak berani keluar dari rumah sakit lantaran mereka akan menghadapi ancaman penembakan. Menurut The Guardian, ada banyak laporan bahwa orang-orang yang meninggalkan rumah sakit dan berusaha melarikan diri akan ditembak mati.

Hizbullah Aktif Serang Israel

Intensitas serangan Israel ke wilayah Gaza yang semakin meningkat juga makin memancing kelompok Hizbullah. Kelompok militan Syiah yang berbasis di Lebanon tersebut akhirnya melancarkan serangan ke wilayah perbatasan Israel.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan pada hari Sabtu (11/11/2023), kelompoknya tersebut pertama kalinya menggunakan senjata baru dan drone untuk memberikan perlawanan terhadap Israel. Dari serangan tersebut, 18 warga Israel mengalami luka-luka.

Kelompok yang didukung oleh Iran tersebut memberikan sikap pembelaan kepada Hamas. Serangan bertubi-tubi Israel yang menyebabkan ribuan orang Palestina meninggal akhirnya membuat Hizbullah geram.

Dengan adanya serangan yang dikirim dari Lebanon tersebut, kepala juru bicara militer Israel, Laksamana Daniel Hagari, mengatakan bahwa pasukan pertahanan Israel akan meningkatkan kewaspadaan. Hagari pun memperingatkan warga Lebanon untuk segera bersiap menghadapi serangan balasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, memuji Hizbullah. Serangan balasan tersebut adalah reaksi atas tembakan Israel telah menewaskan sedikitnya 70 pejuang Hizbullah. Mikati pun menyatakan telah menyusun rencana darurat dalam tiga bulan ke depan jika terjadi perang besar yang melibatkan Lebanon.

“Kehati-hatian masih dilakukan dan kami berharap kontak ini akan mengarah pada penghentian serangan Israel di selatan negara itu,” kata Mikati, dikutip dari The Guardian.

“Hizbullah berperilaku sangat patriotik dan saya percaya rasionalitas gerakan ini. Yang paling penting bagi saya adalah menjaga Lebanon jauh dari perang. Kami selalu mencari stabilitas,” pungkasnya.

Penulis: Sunardi

Editor: Yoga

Ilustrator: Salsa

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] Namun, selain melawan Hamas, saat ini Israel diketahui juga berperang melawan Hizbullah. Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, kelompok militan Syiah yang berbasis di Lebanon tersebut turut membantu menyerang Israel. […]