ARCHAX: Robot Raksasa Bikinan Jepang yang Bisa Dinaiki Kayak Gundam

by | Oct 3, 2023

Gundam | Internasional | Jepang | Robot | Teknologi

FOMOMEDIA – Sebuah startup di Jepang membuat robot yang bisa dikendarai seperti Gundam. Harganya “cuma” 3 juta dolar AS.

Tsubame Industries, sebuah perusahaan rintisan (startup) di Tokyo, berhasil mengembangkan robot raksasa yang bisa dikendarai dari dalam.

Bentuk robot itu mengikuti desain robot pada anime mecha pada umumnya, yakni model humanoid dengan kepala, tubuh, kaki, dan tangan. Juga seperti pada anime, bagian tubuh menjadi kokpit, tempat di mana pilot mengemudikan robot.

Kokpit itu tertutup dengan pintu dari depan sehingga pilot benar-benar tersembunyi di dalam robot. Namun, pilot tetap bisa melihat keluar karena kokpit dilengkapi dengan empat layar monitor yang terhubung ke kamera di sisi depan, belakang, dan kanan-kiri robot. Pilot dapat menggerakkan lengan dan tangan dengan joystick.

Mungkin bagian kakinya yang belum seperti kebanyakan mecha humanoid pada anime. Robot seberat 3,5 ton ini tidak bergerak dengan dua kaki, tapi dengan empat kaki yang masing-masingnya dipasangi roda. Sehingga, cara robot ini bergerak lebih seperti mobil.

Hanya saja, kaki robot ini punya dua mode. Pertama, ‘mode tegak’ di mana kaki depan dan belakang berdekatan, sehingga robot tampak berdiri. Kedua, ‘mode kendaraan’ di mana kaki depan dan belakang menjauh sehingga seperti mobil. Dalam mode kendaraan, robot ini bisa melaju hingga 10 km/jam.

Robot ala Gundam setinggi 4,5 meter itu diberi nama ARCHAX, diambil dari nama burung dinosaurus archaeopteryx.

Kombinasi Anime, Robotika, dan Otomotif

Adalah Ryo Yoshida, CEO di balik Tsubame Industries, yang berhasil memproduksi ARCHAX dalam dua tahun. Yoshida pada mulanya sekadar tertarik membuat kendaraan baru.

“Jepang sangat ahli dalam bidang animasi, gim, robot, dan otomotif. Jadi saya pikir, bagus sekali kalau saya bisa menciptakan produk yang menggabungkan semua elemen ini menjadi satu hal yang orang langsung menyebutnya ‘Ini Jepang’,” ujar CEO berusia 25 tahun itu.

Yoshida sudah tertarik pada bidang manufaktur sejak usia dini. Ia belajar cara mengelas di pabrik besi milik kakeknya. Sebelum menggarap ARCHAX, Yoshida mendirikan perusahaan yang memproduksi tangan palsu mioelektrik.

Yoshida berharap, di masa depan robot ini bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana atau untuk industri luar angkasa.

Namun untuk target jangka pendek, Yoshida berencana membuat setidaknya lima ARCHAX, dan menjualnya pada para miliarder penggemar robot. Satu unitnya akan dibanderol 3 juta dolar, setara 46,6 miliar rupiah

ARCHAX akan diperkenalkan di Japan Mobility Show pada akhir Oktober 2023 nanti.

Penulis: Ageng

Editor: Yoga

Ilustrator: Vito

BAGIKAN :

ARTIKEL LAINNYA

KOMENTAR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

[…] apa jadinya jika jalan rusak tersebut diperbaiki oleh robot? Ya, kecanggihan teknologi kiwari telah banyak membantu pekerjaan […]